
Fani sudah berada di bandara di Indonesia. Dia dengan cepat menghubungi suaminya itu.
"halo sayang.. Aku sudah sampai di Indonesia..dan ini aku sudah dijemput sama supir papa" menelfon suaminya untuk melaporkan keberadaannya
"baiklah sayang.. Kamu sudah bawa barang yang disuruh papa beli" tanyanya karena tadi pagi Fani bilang kalau ada barang yang harus dibeli untuk ayahnya itu.
"su-sudah kok sayang.. Sudah ditaruh dimobil sama supirnya" sembari masuk kedalam mobil ayahnya
"bagus kalau kamu tidak lupa.. nanti kalau papa menanyaiku bilang aku masih di kantor banyak pekerjaan.. Dan sepertinya aku juga akan menginap dikantor hari ini.. Maaf ya sayang" menjelaskan keadaannya
"iya suamiku.. Ga papa.. besok pagi aku akan ke sana menghantarkan sarapan untuk suami tercinta" memaklumi keadaan suami yang sibuk
"baiklah kalau begitu aku tutup dulu telfonnya ya sayang.. Sebentar lagi aku ada meeting dengan perusahaan R dari Jerman"
"baiklah honey.. Semoga sukses meetingnya"
menyemangati suaminya
"okey honey.. Bye"
"bye honey"
Menutup panggilan
"sudah nona" tanya pak supir
"sudah mang.. Ayo kita berangkat"
"baik nona" melajukan mobilnya dengan kecepatan rata-rata
"mang mampir ke supermarket dulu ya.. Aku mau membeli sesuatu"
"baik nona"
Pak supir Memarkirkan mobilnya.
"tunggu sebentar ya mang" berlari memasuki supermarket
__ADS_1
Fani ingin membeli beberapa cemilan dan bahan-bahan makanan untuk dimasaknya sebagai sarapan paksu besok pagi.
Fani juga mampir ke toko kosmetik.. Dia ingat mau membelikan adik angkatnya itu beberapa set make up.
Setelah selesai memilih dia langsung menuju tempat kasir dan setelah membayar dia keluar..
Melihat sang majikan membawa banyak barang pak supir pun keluar dari mobil dan membantu sang majikan memasukkan beberapa barang itu ke bagasi mobil itu.
Setelah selesai dia langsung tancap gas menuju kediaman ayahnya.
Di monsion utama
"papa i'm back home" berteriak memanggil ayahnya
"wihh.. bidadari kecilku sudah pulang dari Korea.." langsung memeluk sang putri
Fani pun membalas pelukan.. Setelah melepaskan pelukannya. Fani pun menyodorkan beberapa paper bag.
"nih untuk papa"
"ini aku membawakan oleh-oleh buat papa.. Kemarin aku keceplosan bilang kalau ada tugas dari papa.. Terus aku beralasan dengan papa yang mau dibelikan sesuatu.. Jadi aku membelinya sebagai bukti jika nanti dia kesini dan menanyakan masalah itu" menjelaskan kepada ayahnya
"kamu bisa-bisanya keceplosan" menonyorkan jidat Fani dengan jari telunjuk
"hehe.. Maaf pah" cengengesan
"oke.. Papa serius kali ini.. Kamu mandilah.. Makan lalu kita bertemu di ruang kerja papa"
memberi perintah
"oke paa" berjalan menuju kamar
"oh iya pa.. Raka tidak bisa kesini malam ini.. Dia banyak pekerjaan di kantornya.. Bahkan dia harus menginap disana"
"oh gitu.. Yaudah ga papa"
Fani melanjutkan perjalanannya menuju kamar.
__ADS_1
Setelah mandi dan makan malam Fani langsung berjalan menuju ruang kerja ayahnya.
"ceklek" suara pintu terbuka
"duduklah nak" menyuruh putrinya untuk duduk di kursi depannya
"baiklah pa" langsung duduk
"bagaimana geng itu.. Sudah kamu tuntaskan?"
"sudah pa.. Aku bahkan membersihkannya sampai akar-akarnya..bahkan sampai sebulan lebih aku tidak ke Indonesia"
"anakku memang pintar" mendekati sang putri lalu mengelus kepalanya
"papa tahu.. Untuk alasan kali ini aku bahkan membuat hotel ala ala Indonesia agar Raka tidak curiga kepadaku"
"wahh.. Anak papa mulai memikirkan membuka hotel ternyata.. Hohoho.. Kamu sudah bosan dengan perusahaan?" tanyanya
"tidak lah paa.. Aku juga punya usaha lain.. Aku bosan jika hanya bekerja sebagai mafia dan Presdir perusahaan.. Aku juga mau mengelola hotel untuk jaga-jaga kalau aku suntuk.."
"sudah berapa persen pembangunannya?" tanya ayahnya penasaran
"sudah 80%"
"sebentar lagi selesai dong" excited
"berapa lantai.. Dan apa saja fasilitasnya.. Papa juga mau melihat hotel pertama yang dibangun putri kecilku"
"42 lantai, kafe, tempat pertemuan dan lantai paling atas tempat tinggal aku dan Raka jika aku lagi dan Raka ada pekerjaan di Korea" menjelaskan lebih rinci
"Omo Omo.. anakku semakin dewasa ternyata " mengagumi apa yang dilakukan anak kesayangannya
"apa sih pa.. Bukannya dari dulu aku sudah dewasa.. Bahkan disaat umurku 14 tahu aku sudah jadi penembak jitu" tidak suka jika dibilang anak-anak
"iya iya.. Maafkan papa ya sayang.. Kamu harus ambil alih usaha papa sebagai mafia.. karena papa juga sudah cukup tua.. Jika papa membiarkan anggota mafia kita, kita tidak mungkin masih sekaya ini.. Karena jika kita berhenti dan membubarkan semua anggota maka musuh papa akan menyerang keluarga kita dengan mudahnya" menjelaskan kondisi dan akibat jika kelompok mafianya dibubarkan
"iyaa paa.. Fani mampu kok mengurus semuanya.. toh seluruh usaha Fani aku atas namakan raka jadi kita lebih bisa fokus mengurus tikus-tikus keparat itu" menunjukkan jika putrinya itu mampu dalam hal mengurus kelompok mafia dan juga bawahannya
__ADS_1