
"sepertinya aku terlalu bertindak agresif.. sampai Raka sedikit curiga.. Untuk saat ini aku akan diam dulu.. Aku akan fokus ke perusahaanku dulu sembari memberi makan kecoa sampai kenyang setelah itu aku akan memitesnya.. Hahahaha.. Kamu memang pintar Fani.. Kamu cerdas dan berbakat"
Setelah merenungkan rencananya Fani pun berdandan cantik dan elegan. Dia akan pergi kekantornya untuk melihat kecoa - kecoa yang iya bicarakan tadi.
"ekhem jonn" memanggil asisten khusus perusahaan
"iya nona" menunduk sopan
membuang berkas kehadapan jhon.. "Cepat kamu panggil orang-orang yang terlibat di proyek ini.. Bawa kehadapanku.. SEKARANG!!
"
"baik nona" menunduk ketakutan lalu pergi.
"kalian berani macam-macam denganku.. Kalian belum mengenalku ternyata"
...****************...
Semua karyawan yang dipanggil langsung menghadap ke ruangan Fani
"kalian tahu kenapa saya memanggil kalian kemari"
"ada apa ya nona?" tanya bersamaan
"kalian fikir saya bodoh.. A*Jing kalian yaa.. Kalian berani menipuku dengan remeh"
"Jhon"
"iya nona" menunduk sopan
"panggil polisi. Aku mau mereka langsung dijebloskan"
__ADS_1
"aku tidak mau ada lalat menjijikan dikantor ini.. Kalian berani mengambil keuntungan perusahaan.. Kalian benar-benar berani"
"saya tidak melakukan apapun nona.. Saya hanya melakukan tugas yang diberika pak Rian" salah satu karyawan menjawab dengan sedikit ketakutan
"saya sudah bilang saya tidak mau ada lalat dikantor ini.. Saya tidak mau tahu alasan kalian.. Nanti jelaskan saja ke kantor polisi.. Saya tidak suka berbasa basi"
Stefani adalah wanita yang sangat tegas di kantor. Meskipun dia perempuan tidak ada yang berani membantahnya. Dia selalu bersikap adil dan memikirkan matang-matang apa yang dia pikirkan sehingga perusahaan dia tidak akan goyah sekalipun di pimpin oleh seorang wanita.
Polisi datang.. Langsung memborgol semua karyawan yang ada diruangan itu.
"tidak pak saya tidak bersalah.. saya tidak melakukan apapun.. Saya hanya menjalankan perintah.. Nona tolong berikan saya kesempatan nona.. Sayan tidak melakukan kejahatan"
Fani tidak menggubris ucapan karyawan itu "pak bawa mereka"
"baik nona . Kalau begitu saya permisi"
"iya pak silahkan"
"huuuuhhhh.. Aku sudah bosan lagi.. Aku mau ngapain lagi ya.. Aku tidak bisa sesantai ini.."
Setelah memikirkan banyak hal.. Fani memutuskan untuk menemui paksu..
"ketemu Raka aja kali ya.. Mungkin aku bisa dapat pencerahan dari suamiku yang ganteng itu"
sesampainya di kantor raka.
Fani memasuki ruangan Raka..
"sayanggg.. Aku kang.. Ennn" *sembari meregangkan tangannya berharap dipeluk suami
__ADS_1
Tapi diruangan suaminya ternyata ada kolega Raka yang melihat membuat muka Fani langsung merah dan menutupi wajahnya.
(aku malu banget) batinnya meronta ronta
Kolega Raka menatap Fani lalu tersenyum
"apakah ini istri manismu tuan Raka.. Anda sangat beruntung ternyata"
Raka berdiri dan menghampiri sang istri.. Menggenggam tangan sang istri lalu menarik ke arah koleganya
"iya Mr. Ini adalah istri saya.. Namanya Stefani.. Dia Presdir perusahaan K sekaligus penyokong perusahaan saya". Dengan bangganya mengenalkan istri
"emmm.. Halo saya Stefani" bersalaman sembari masih malu malu karena hal yang barusan terjadi.
"saya jey" membalas jabatan dan tersenyum
"kalian adalah pasangan yang serasi.. Memiliki usaha yang besar dan nama kalian sangat terkenal hingga penjuru dunia.. Saya sangat terhormat dapat bekerjasama dengan perusahaan anda tuan Raka"
"saya hanya melakukan apa yang harus saya lakukan.. Saya tidak memandang sebesar apa perusahaan itu.. Selagi itu menarik dan menguntungkan bagi kami.. Kami akan menerimanya dengan senang hati" tersenyum ke arah jey
"oh iya nona Fani . saya kesini juga membawa putri saya" sembari menunjuk gadis cantik yang duduk di sofa ruangan Raka
Fani melihat ke arah telunjuk jey.. Dia melihat wanita itu menatapnya seolah tidak menyukai Fani.
Melihat tatapan itu pun membuat Fani gemas dan melakukan pemanasan otak.
"sayang.. Aku kangen banget sama kamu . Aku tadi dikantor tidak bisa fokus karena saking kangennya" merangkul leher Raka sehingga berhadapan
"iya sayang aku juga kangen.. Tapi nanti dulu ya kangen kangennya ada pak jey sama putrinya.." mengelus rambut Fani
"hemm.. Baiklah syang" mengangguk lalu mencium pipi Raka
__ADS_1
Setelah itu Fani melepaskan pelukan menghampiri putri jey.