Istri Manisku Ternyata Mafia

Istri Manisku Ternyata Mafia
bab 18


__ADS_3

Raka beranjak dari ranjangnya menuju kamar mandi.. Setelah mandi dia memesan delivery order


Setelah itu dia membangunkan sang istri yang masih belum bangun juga karena saking lelahnya..


"chupp" satu kecupan mendarat di kening sang istri


"bangun sayang.. Sudah siang"


"emmm.. Jam berapa?" tanya Fani yang masih menutup matanya


"jam 11 sayang.. Ayo makan siang.. Setelah ini aku mau ke pulang ke Indonesia"


"ada kepentingan kah " tanya Fani sembari melirik Raka dengan wajah yang masih malas bangun


"iya sayang.. Ada meeting penting dengan perintah **"


"ohh.. Yang mau buat agensi itu" memastikan


"iya sayang.. Kamu mau ikut pulang atau stay disini" mengelus rambut Fani


"emmm.. Aku disini dulu.. Hotel yang aku rencanakan sudah di tahap 40%.. Nanti aku mau lihat lahan untuk pembangunannya bersama arsitekku nanti"


"mungkin aku akan agak lama disini.. sembari mengurus perusahaan cabang disini"


"iyaa.. Kamu jangan terlalu capek yaa.. perusahaan cabang dikorea kita kan ada 4.. Kalau kamu urus semua kamu akan kewalahan.." nasehat Raka


"enggak kok.. Aku hanya akan mengecek keadaan perusahaan sembari melihat laporan keuangannya. Aku takut ada tikus-tikus kecil yang belum dibasmi" menjelaskan kondisi yang akan dilakukan


"baiklah sayang.. Yaudah cepat mandi.. Ayo makan.. Setelah itu antar aku ke bandara"


"kamu ga naik jet pribadi??"


"enggak sayang.. masih keburu kok kalau naik pesawat"


"yasudah.. Aku mandi dulu"


...****************...


Disisi lain di apartemen Roni


"kamu mau bawa aku kemana kak?" tanya Nana


"ini kan hari ketiga kita kencan.. Aku mau memberikan kamu surprise" jawab Roni


"emmm.. Baiklah.. "


"pertama kita ke mall dulu.. Kita beli baju yang cantik buat kamu"


"okey.. Lats goo" menarik tangan Roni menuju parkiran

__ADS_1


Sesampainya di mall Roni pun langsung mengajak Nana ke toko baju.


"kamu duduk disini ya sayang.. Biar aku yang pilihkan baju buat kamu" mendudukkan Nana di sofa toko itu


"emm" Nana mengangguk setuju


Nana memperhatikan calon prianya itu sedang memilihkan pakaian untuknya


(berasa punya suami dehh) batin Nana sembari tersenyum melihat roni


Roni yang sadar di pandang terus oleh calon kekasih itu pun wajahnya memerah karena malu malu


"kakak kenapa wajahnya merah.. Demam" seru nana


"eng-enggak kok.. Kaka ga demam" jawab Roni gugup


"pasti Kaka malu ya Nana perhatikan terus" tersenyum menggoda


"huhhh.. Kamu jangan terlalu blak blakkan dongg.. Tambah malu nih Kaka" rengek Roni


"wahhh.. tambah merah mukanya.. Hahaha" menertawakan Roni


Roni menyodorkan beberapa dress untuk dicoba Nana..


"nih coba.. Kaka mau lihat"


"tak tak tak.." suara kaki gadis imut itu pun keluar dari tempat ganti..


"gimana kak bagus ga?" tanya Nana sembari membolak balikan badannya untuk menunjukkan kepada Roni


"bagus..kamu terlihat cantik dan imut..Yaudah yang ini aja"


"aku pakai apapun aku memang cantik dan imut kak"


"iya kamu memang yang paling cantik dan imut Dimata Kaka sayang" menggoda Nana


Nana pun tersenyum malu


"kak" roni memanggil salah satu karyawan toko


"iya tuan" menunduk hormat


"bungkus yang tadi saya pilih ya.. Yang dipakai pacar saya sekalian totalin" memberikan kartu ATM kepada karyawan itu


"baik tuan.. Mohon tunggu sebentar" membungkuk pergi


Setelah dari toko pakaian


"kita ke tempat toko sepatu habis itu kita ke tempat surprisenya ya" menjelaskan ke Nana

__ADS_1


"oke kak" mengangguk dan menurut


Nana berharap surprise yang diberikan untuknya cukup romantis.. Nana membayangkan dan tersenyum senyum sendiri sembari menggandeng tangan Roni..


menghampiri toko sepatu.. Dan memilih beberapa disana


"bungkus semua yang dipilih kekasih saya ya" memberikan kartu kredit kepada karyawan itu


"baik tuan"


Setelah berbelanja Roni pun mulai mengendarai mobilnya menuju tempat tujuan


Setelah sampai dia meminta sang calon kekasih untuk menutup matanya


"kamu tutup mata ya sayang" memerintah Nana agar menutup matanya


Nana pun hanya mengangguk dan mematuhi perkataan calon kekasihnya itu


Roni menggandeng tangan Nana untuk mengikutinya menuju tempat yang dituju


Roni berlutut didepan Nana dengan membawa kotak perhiasan yang ada ditangannya..


"buka matamu sayang" titah Roni


Nana pun membukakan matanya perlahan lalu memperhatikan Roni yang sedang berlutut didepannya dengan menyodorkan tempat perhiasan


Roni membuka kotak perhiasan itu yang berisi kalung permata warna pink


Nana yang syok dengan pria yang ada dihadapannya pun menutup mulutnya dengan kedua tangannya seolah tak percaya


"Nana aku tidak pernah berhadapan dan berhubungan dengan wanita manapun.. Kamu adalah satu-satunya yang ada didekatku saat ini.. Dan aku sudah benar-benar memastikan bahwa keberadaanmu.. Perasaanku dan kenyamanan saat ada didekatmu itu nyata.."


"Nana.. Walaupun pertemuan kita singkat tapi yang harus kamu tahu.. Aku benar-benar mencintaimu.. Aku benar-benar ingin melindungimu dan aku benar-benar ingin memilikimu"


"Nana.. Kamu mau kan menjadi wanita pertama dan wanita satu-satunya yang ada untukku dan menemaniku sampai kapanpun"


"Nana disini aku bukan hanya ingin menjadikanmu kekasih. Aku disini ingin melamarmu untuk menjadi istriku "


"Will you marry me Nana"


Nana menitikan air mata.. Terharu dengan kata-kata Roni yang terlihat sangat tulus


Nana menganggukkan kepalanya tanda dia setuju


Roni langsung berdiri dan memakaikan kalung permata yang iya berikan tadi.. Mengecup kening Nana dan melihat wajah Nana yang masih menangis


"heyy.. Kenapa menangis.. Kan aku melamarmu bukan memakanmu" menggoda Nana sembari mengelus pipi Nana


"ihh.. Kaka kamu ini.. Aku terharu.. Aku baru pertama kali pacaran.. Dan pertama kali juga dilamar.. Kaka malah ngegoda kaya gitu" menepuk nepuk dada Roni dan memeluknya erat

__ADS_1


__ADS_2