
Fani sengaja duduk mendekati anak jey itu.
"halo nona saya Fani, ISTRI SAH RAKA" menekankan kata istri untuk menurunkan mental wanita itu.
"halo nona Fani, saya Nana putri kedua Mr Rey" mencoba memberanikan diri.
"ekhem nona Nana.. Saya kasih tahu kamu ya.. perusahaan kami tidak menyukai hal-hal buruk.. Seperti merebut harta, korupsi, penipuan dan juga ORANG BERWAJAH DUA" mengatakan dengan entengnya.
(kenapa dia bisa tahu maksudku yaa. apa sangat terlihat jelas) batin Nana sembari mencoba menenangkan dirinya
"maksud nona Fani apa ya??"
"seperti yang dikatakan suamiku.. Kami hanya akan melakukan bisnis yang menurut kami itu menarik dan menguntungkan"
"owh ya.. Asisten Toni"
"iya nona" menunduk hormat
"buatkan saya teh hijau dan bawakan juga aku beberapa cemilan ringan, aku ingin berbincang lebih dekat dengan nona Nana"
"baik nona" menunduk sopan dan berpamitan
Kembali menatap Nana.
"nona Nana kamu kuliah ya?, kamu terlihat sangat muda"
"iya.. Saya berkuliah di universitas xx jurusan bisnis"
"owh.. kamu mau meneruskan perusahaan ayah kamu?"
"tidak,saya hanya akan membantunya saja.. Yang akan memegang perusahaan adalah kakak saya"
"ohhh.. Saya kira kamu akan jadi seperti ayahmu"
"tidak.. Menurutku wanita yang baik adalah wanita yang ada dirumah untuk suaminya nanti"
"ohhh.. "
"apakah nona Fani mengenal Raka dari kecil?"
kepo dengan sedekat apa suami istri itu.
"Raka adalah kakak angkatku yang aku temukan dari jalanan.. jadi aku kenal dia sejak kecil"
"maksud anda.. tuan Raka dulu adalah kakak angkat anda?" seolah tak percaya.
"yup.. Kakak angkatku.. karena aku anak perempuan satu-satunya jadi aku memohon kepada ayahku untuk merawat Raka saat itu.. Yahh sampai Raka sesukses ini"
"apakah kalian menikah karena paksaan?"
__ADS_1
"aigoo.. Kenapa kamu jadi kepo sekali.. Tapi tidak papa untuk menyadarkan posisi kamu aku akan bercerita lebih detail"
"saat usia kamu cukup matang dan papaku tahu kalau saya menyukai Raka sehingga papaku memberiku kesempatan.
Dia memberi tahu jika saya mencintai kakak angkatnya dan memberikan pilihan kepada Raka akan menikahiku atau tidak.. "
"lalu kamu tahu jawaban Raka apa?" mendekatkan wajah Fani ke arah Nana sambil sedikit membungkuk dan menatapnya.
"dia tadinya ragu.. Lalu Raka mengungkapkan bahwa dia mencintaiku.. Tapi dia merasa tidak pantas karena dia hanyalah anak angkat"
"papaku memberi tahu jika itu bukanlah sesuatu masalah.. Karena selagi saya bahagia dia akan merestuinya"
"setelah tahu jika papa merestui hubungan kita.. Raka sangat bahagia.. Dan sebulan kemudian kami menikah"
"jadi jawabannya kita saling mencintai" senyuman bangga
Dia tahu bahwa Nana belum sepenuhnya menyukai Raka.. Karena dia baru bertemu Raka untuk pertama kalinya.. Sehingga dia mencoba akrab dan memperingatinya dengan cerita yang dia ceritakan tadi.
"lalu nona-"
"suttt" menghentikan pembicaraan dengan menyentuh bibir Nana dengan jari telunjuk.
"aku tahu kamu anak baik Nana.. Aku tahu kamu anak yang cerdas.. Jadi jangan berharap pada orang yang sudah memiliki suami.. Kamu cantik nanti aku kenalkan sama teman kerjaku yang jomblo dan kaya.. Kamu mengerti"
"emmm.. Ba- Baiklah nona" sembari tersenyum
"bagus.. Dan jangan panggil aku nona.. Panggil aku kak Fani.. Kita akan akrab kedepannya "
(setelah dipikir pikir kata kak Fani ada benarnya.. Aku cantik dan pintar.. Aku ga bakalan jadi pelakor.. ) batin Nana sembari tersenyum melihat Fani
"kenapa kamu tersenyum.. Hmm?" tanya Fani sembari meminum teh hangatnya
"maafin Nana ya kak"
"iya Nana.. Aku ini pintar dan kamu juga akan sama pintarnya denganku jika kamu terus berada didekatku" tersenyum dan mencubit pipi Nana yang tembam.
"hehehehe.. Aku boleh anggap kak Fani kakakku ga?? Nana suka banget sama kak Fani🤗"
"kamu itu yaa.. Udah kuliah jurusan bisnis lagi.. Tapi kelakuannya masih kaya bayi" mengacak acak rambut Nana.
"ihh.. Kaka rambutku berantakan nihhh.. Tapi ga papa.. Aku rela jadi bayi didepan Kaka"
"bayi besarku" mencubit hidung mungil Nana
Di sisi lain Raka memperhatikan Fani dan Nana yang sedang mengobrol lalu tersenyum.
Melihat senyuman Raka pun Rey mulai melirik apa yang diperhatikan rekan kerjanya itu.
"sepertinya kita akan menjadi semakin akrab tuan Raka"
__ADS_1
"yahhh.. Istriku itu orangnya sangat ramah dan tidak memandang siapa yang diajaknya bicara sehingga dia bisa dengan mudahnya akrab dengan orang-orang"
"istri anda memang luar biasa tuan" sanjung Rey.
"baiklah tuan Raka.. Kalau begitu saya dan putri saya pamit dulu" menjabat tangan Raka.
"baiklah hati hati di jalan Mr Rey " membalas salaman
"hmm baiklah"
"kak Fani aku pamit dulu ya.. Nanti aku telfon kalo sampai rumah" sambil melambaikan tangan
"iya adik kecil.. Kamu hati-hati yaa"
"siap bos.. Kalo begitu saya pamit tuan Raka"
"yaaa.. Hati-hati "
.
"sayang.. " panggil Raka
"iya.. Kenapa syang?"
"sayang tumben sekali mengajak bicara anak rekan kerja kita?'
"kamu ga tahu ya??"
"tahu apa?" masih bertanya dengan polosnya.
"kalo aku ga ajak dia bicara bisa jadi dia bakal jadi calon pelakor"
"maksudnya?" masih bingung
"lemotnya kumat lagi.. Heuhhh" memutarkan bola matanya
"gini ya Raka sayang.. Dia tadi itu suka sama kamu karena suami aku ini ganteng" mencolek dagu Raka
"jadi aku memperingatinya agar dia tidak menyukaimu dan sadar posisinya"
"tetapi kenapa dia tidak marah? Malah manja sekali tadi"
"aku memiliki trik agar bocil itu tidak marah dan tersinggung honey"
"aku membuatnya menyukai sikapku dan menutup hati untukmu" menceritakan dengan sabar karena raka yang polos itu.
"memang istriku ini sangat pintar dan cantik.. Membuatku semakin mencintaimu"
"hilih.. Baru sadar aku pinter.. "
__ADS_1
"kamu selalu pintar honey apalagi masalah ranjang.. hahahaha"