
Keesokkan harinya.. Roni sudah menjemput nana. Dia sudah berada di apartemen milik Nana tak lain untuk mengenalkannya kepada keluarga angkatnya dan juga untuk menyampaikan jika ia akan melamar Nana.
"udah siap sayang?" tanya Roni kepada kekasihnya itu
"bentar sayang.. Tinggal pake lip cream" ujar Nana
"kamu tumben dandanya agak lama?"
"aku ga mau di acara sepesial kita aku tampil biasa aja"
"kamu ga pake apa-apa aja udah cantik sayang" gombal Roni
"ish.. Kamu mah gitu.. Aku mau terlihat cantik didepan calon ayah mertua"
"iyaa sayang" ujar Roni lembut
"yokk. Aku udah selesai"
"yakin ga ada yang ketinggalan?" tanyanya lagi untuk memastikan tidak ada yang tertinggal
"yakin sayang.. Yuk berangkat" Nana mengulurkan tangannya untuk digandeng
Dan Roni. Pun membalas gandengan lalu pergi menuju monsion utama.
...Di monsion utama...
"gimana tampilan papa?? Udah pas belum?"tanya sang ayah
"udah paa . Papa rapih dan ganteng" ucap Fani
"iya dong papa ganteng.. Kalo ga ganteng kamu ga bakalan se cantik ini sayang" pujinya
"ihh.. Papa bisa aja" berpura pura malu
"bentar ya. Raka kedepan dulu.. Mereka udah mau sampai sayang sama ayah tunggu disini saja" ucap Raka lalu berjalan menuju pintu depan
"okay" balas Fani
...Sesampainya di monsion...
"kak Raka" sapa kekasih Roni itu
"kamu udah Dateng anak kecil" balas Raka
"ihh. Aku bukan anak kecil kak.. Aku udah mau nikah loh ini" ujar Nana
"loh bukannya kemarin ga mau di ajak nikah.. Katanya 'tunangan aja dulu'." menirukan gaya bicara Nana
"ihh.. Bukannya kemarin udah diomongin kak Fani kalo langsung nikah juga ga papa.. Lagian nikah juga bukan penghalang buat aku kuliah" menjelaskan
"iya iyaa.. Si kecil sudah besar ternyata.. Yuk masuk" Raka pun mempersilahkan mereka berdua untuk masuk
"bi bawa barang-barang yang di dalam mobil ke dalam ya" titah Roni ke salah satu maid
"iya tuan" membungkuk lalu melaksanakan tugas
Ruang tengah...
"wah anak papa akhirnya tahu jalan pulang" tutur lelaki tua itu mengejek anak bontotnya
"perasaan Roni belum ada dua bulan kemarin pulangnya" balas Roni
__ADS_1
"isshh kamu ini nakk.. Papa mintanya kamu sering kesini.. Bukan hanya beberapa bulan sekali.. Papa itu udah tua harus dikasih perhatian lebih" ucap papa Roni itu sembari memeluk tubuh tegap Roni
"iya paa.. Besok-besok Roni bakalan sering-sering pulang" membalas pelukan
"ayo duduk na" Fani mempersilahkan Nana untuk duduk
sang calon ayah mertua pun melirik calon mantu ya
"ohh . Jadi ini to sang pujaan harinya Roni" memperhatikan Nana lebih lekat
Nana hanya mengangguk malu-malu
"cantik ya.. pantas si Roni minta untuk langsung dilamarkan.." sanjung sang calon mertua
"makasih om" balas Nana
"jangan panggil om.. Panggil papa sayang" titah sang papa
"i-iya pa" Nana gugup
"ga usah gugup.. Kaya ga kenal kita aja" ucap Fani yang sedari tadi duduk disebelah Nana.
"aku kira Roni ga bakalan punya pacar karena orangnya kaku dan ga pernah main sama perempuan" ucap sang ayah
"Fani yang jodohin mereka pah.. Si Roni ini langsung jatuh hati sama pilihan Fani ini.. Mungkin karena ga mau kehilangan makanya langsung minta dilamar dehh" ujar Fani sembari menunjuk Roni
"wahh.. Bagus-bagus ternyata selain pintar mengerjakan bisnis putri papa juga pintar jadi Mak comblang" ujar sang papa dengan sumringah
"maaf atas perbuatan putra papa ini ya nak jika dia salah-salah atau terlalu gegabah mengambil keputusan" ucap sang ayah kepada Nana
"enggak kok pa.. Kak Roni ini baik banget" jawab Nana
Di ruang makan
"aku kaget Lo na.. Si Fani tiba-tiba nelfon papa trus bilang gini 'pa besok Roni mau kerumah papa mau ngenalin calon adek ipar'." ucap sang ayah sembari menirukan suara Fani
"soalnya si Roni ini benar-benar anak yang pemalu dan ga pernah berteman jika tidak ada kepentingan pun dia tidak mau bicara.. Bahkan dengan papa dan kakaknya" menjelaskan watak sang anak
"kak Roni kalo di depan Nana cerewet banget kok pa.. Dia kaya perangko yang maunya nempel terus" ujar Nana sembari melihat sinis sang calon suami
"itu karena aku tak mau kehilanganmu honey" ucap Roni
"hilih gombal" ucap Nana sembari melengoskan pandangannya kearah lain
"wahhm. Benar ternyata" sang ayah memperhatikan gerak gerik pasangan baru itu seolah tak percaya
"ta ga pah.. Mereka itu belum lama pacarannya" ujar Fani
"iya ta?.. Emangnya berapa bulan??" tanya sang ayah
"aku jadian pas kakak Fani sama kak Raka dinas ke Korea kemarin.. jadi yaa.. Sebulan lebih" balas Roni
"ohh.. Jadi gitu.. Sat set sekali" puji sang ayah
"kamu udah kenalkan orang tua kamu sama si anak nakal ini na?" tanya sang ayah sembari melihat Nana
"belum pa.. papa Nana masih dinas di luar negeri.. Mungkin seminggu lagi bakal pulang" ujar nana
"ohh gitu.. Yasudah ga papa.. Nanti kalau papa kamu udah pulang bilang yah kalau keluarga Xanders mau datang buat silaturahmi sama mau ngelamar"
"iya pa.. Nanti Nana sampaikan" ucap Nana sembari tersenyum
__ADS_1
"memang manis anak satu ini" puji sang papa
"hehe.. Makasih pa.. Papa juga ganteng dan gagah" membalas pujian dengan pujian
"itu jelas.. Kalo papa ga gagah anak-anak papa mau jadi apa?" ujar sang papa
"udah-udah ayo kita makan.. " titah Fani
Setelah menyelesaikan makanannya mereka pun melanjutkan mengobrol di ruang tengah
Nana pun memutuskan untuk melakukan panggilan video kepada sang papa yang masih dinas diluar negeri
📱"halo pa" ujar nana ke arah ponsel itu sembari melambaikan tangan
📱"halo sayang.. Kamu dimana sekarang? Udah makan apa belum?" tanya sang ayah sembari memperhatikan Nana dari benda pipih yang digenggamnya
📱"Nana udah makan kok pah.. Nana lagi di rumah calon besan papah" ucap Nana sumringah
📱"calon besan?" wajah kebingungan
📱"iya pah.. belum lama ini Nana pacaran.. Terus dia kemarin di lamar sama anaknya" ujar Nana menjelaskan kondisi ke sang papa
📱"perasaan papa kemarin sebelum dinas kamu masih jomblo nak.. Udah punya calon aja.. papa ini belum pulang lohh" terheran heran karena saat pergi ke luar negeri sang ayah belum tahu jika sang anak punya kenalan dengan lelaki yang disebutnya calon mantu itu
📱"hehe maaf yah pa mendadak.. Tapi ini.. Papa kenalkan sama calon suami Nana sama calon besan papah"
📱"mana coba.. Kamu jangan main-main ya Nana.. Papa ini sedang serius" ujar sang papa memastikan apa yang dikatakan sang putri
📱"iya paa.. Ini Roni xsanders calon suami aku" memperlihatkan wajah Roni ke kamera seketika Roni memberi hormat
📱"lalu mana mertuamu?" tanya sang papa lagi
Nana menghampiri sang calon mertua karena jarak duduknya yang agak kejauhan
📱"ini calon mertua Nana" memperlihatkan wajah sang calon mertua
Melihat sang calon besan dan wajah yang tak asing pun membuat ayah Nana itu pun kaget. Bagaimana tidak kaget orang yang dibilangnya calon mertua adalah ayah Raka yang terkenal sangat kaya Raya dan menguasai berbagai macam bisnis itu. Yang tadinya mimik wajah sang papa tertekuk pun sekarang berubah menjadi sumringah karena dia akan berbesanan dengan keluarga yang mempunyai bibit bebet bobot yang jelas yaitu keluarga Xanders.
Melihat itu pun membuat ayah Nana menyapa duluan
📱"halo tuan Xanders" ucapnya lewat benda pipih itu
📱"oh halo tuan.. Bagaimana kabarnya?" tanya sang calon besan
📱"saya baik tuan xanders.. Maaf jika putri saya merepotkan dan berbuat nakal disana"
📱"ahh tidak.. Calon mantuku ini cantik baik sopan dan manis" ujar sang calon mertua memuji calon mantunya
📱"ahh.. Bisa saja Tuan Xanders ini"
📱"kapan anda pulang.. Anakku sudah tidak sabar ingin melamar anakmu"
📱"sebenarnya saya akan pulang seminggu lagi.. Masih sedikit ada urusan disini.. Tapi melihat kondisi anak kita saya akan pulang besok lusa" ujarnya
📱"baiklah.. Saya tunggu ya tuan.. Kalau begitu saya matikan panggilan ini. Takutnya mengganggu kinerja tuan yang terlihat sangat sibuk"
📱"ahh.. Tidak juga.. Kalau begitu saya titip anak saya yang nakal itu ya tuan"
📱"ahh.tidak nakal kok anaknya baik dan sopan.. Baiklah.. Sampai jumpa" melambaikan tangan ke arah ponsel
Mematikan panggilan
__ADS_1