Janda Daster Bolong

Janda Daster Bolong
Lima Tahun yang Lau


__ADS_3

"Apa pintu maaf untuk Mommy kamu tutup karena kejadian 5 tahun lalu?" gumam Melati namun jelas terdengar Damar.


"Aku tidak ingin bahas itu lagi Mom!" sahut Damar.


"Ok! Lagi-lagi Mommy yang salah!" kesal Melati lalu berjalan keluar dari ruang kerja Damar.


Damar mengempaskan napasnya kasar meraup mukanya. Ada rasa sesak dalam dadanya.


"Bella, Kakak harap kamu tenang di surga," gumam Damar dan ada air mata yang tiba-tiba menetes dari pelupuk mata Damar.


Ini alasan kenapa Damar selalu enggan membahas peristiwa kelam itu. Dimana adiknya bunuh diri karena suaminya selingkuh dengan sekretaris pribadi.


Bella Antika Hermansyah, adik kandung Damar memilih mengakhiri hidupnya karena sang suami berselingkuh. Lelaki yang diketahui sebagai seorang pemilik sebuah perusahaan ternama menjadi suami dari Bella atas dasar perjodohan yang diprakarsai oleh mommy Melati, ibu kandung Bella dan Damar.


Pernikahan itu memang berawal dari sebuah perjodohan. Namun Bella sudah menjatuhkan hatinya sejak awal jumpa dengan sang lelaki yang akan dijodohkan dengannya. Agra nama lelaki tersebut.


Singkat cerita akhirnya Agra dan Bella melangsungkan pernikahan. Mereka terlihat harmonis. Namun, siapa tahu, Agra hanya menampakkan perasaan palsu karena hati yang sesungguhnya hanya untuk cinta pertamanya yaitu Rosela yang menjabat sebagi sekretaris pribadinya.


Hingga suatu hari, tanpa disengaja Bella memergoki sang suami yang sangat dia cintai sedang memadu cinta dengan sang sekretaris. Mata Bella melihat secara langsung mereka melakukan hal laknat di sofa ruang kerja.


Bella terbakar cemburu buta, memilih mengakhiri hidup dan meninggalkan bayi yang saat itu baru berusia 1 tahun.


"Lelaki brengs*k itu sudah menerima hukuman yang setimpal! Aku tidak akan biarkan dia bernapas dengan bebas!" gumam Damar.


Wajahnya kembali diraup.


"Seandainya dulu Mommy tidak egois meminta kamu untuk menikah dengan lelaki itu! Pasti semua ini tidak akan terjadi!" geram Damar.


"Pasti kita masih sering bermain bersama karena sedari kecil kita tidak terpisahkan. Kamu adik kecilku yang selalu membela aku saat teman-teman sekolah mem-bully aku, kamu adik kecilku yang selalu memberiku semangat agar aku bangkit dan berubah menjadi seorang lelaki yang kuat dan tegar." lanjut Damar bergumam.


"Aku janji akan menjaga anak kamu dengan baik!" ucap Damar dengan yakin.


...****************...


Sore itu, suasana kantor berubah menjadi ramai.


Para pegawai berseliweran mengambil bubur untuk dimakan maupun dibungkus bawa pulang.


"Nur, itu Kakak kamu?" tanya Resti karena sudah mendengar rumor.


Nur mengangguk.


"Ganteng sekali Nur," puji Resti dengan gemas.


"Sudah punya pacar belum Kakak kamu itu?" Penasaran Resti.


"Ehem! Ehem!"


Nur dan Resti menoleh karena ada yang berdehem dengan sengaja.


"Kayaknye sih abang aye belom punye pacar," jawab Nur sengaja membakar cemburu pada sosok gadis yang tadi berdehem.


Tasya melototkan matanya ke arah Nur membuat Nur menahan tawa.

__ADS_1


"Comblangin dong Nur...," pinta Resti.


"Nanti kalau aku jadi Kakak ipar kamu beneran akan aku lakukan apapun asal kamu dapat pasangan juga," rayu Resti namun rayuannya malah membuat Nur dan Tasya menatap tajam ke arahnya.


Nur menatap tajam karena Resti mengatakan soal Nur dapat pasangan. Sedangkan Tasya karena kalimat menjadi 'kakak ipar'.


'Enak aje jadi kakak ipar?' gerutu Tasya dalam batinnya.


'Eh, nape nih ame hati aye! Kagak mungkin pan aye cemburu?!' lanjut batin Tasya yang membuat bahunya bergidik sendiri.


"Kalian kenapa sih?! Mengapa aku jadi ngeri seperti ini!" sungut Resti tidak mendapat respon baik dari Nur malah tatapan sengit dari keduanya. Resti memilih melangkah pergi untuk memakan bubur yang sudah dia ambil.


"Kite makan nyok Nur?"


"Kagaklah, aye mau bantu Abang aje," tolak Nur.


"Enak loh Nur," ujar Tasya.


"Kalau aye makan, entar pulang kerja kagak makan pan sayang masakan Mamy jadi mubazir."


"Ye, ye, nyang lagi diet ketat kagak bisa makan was-wus semua makanan masuk mulut," sindir Tasya membuat Nur tersenyum.


Sementara itu di ruang kerja Raditya.


"Bos Damar apa-apaan sih! Norak sekali pakai traktir orang sekantor dengan bubur kampungan kayak gitu!" geram Melodi.


"Aku curiga! Wanita itu jangan-jangan jual tubuhnya untuk memikat Pak Damar!" lanjut Melodi.


Raditya yang sedari tadi hanya diam tidak menyahuti ucapan Melodi, sekarang ikut bersuara karena sudah jengah, "kamu jangan asal bicara," sahut Raditya yang mendenga gumaman sang istri.


"Hanya meluruskan,"jawab Raditya.


"Kamu membela dia! Kamu membelanya!" teriak Melodi berjalan ke arah Raditya duduk dan tangannya menarik kerah Raditya.


"Kamu apa-apaan sih Mel! Selalu curiga!" kesal Raditya menghempaskan tubuh Melodi hingga dia tersungkur ke lantai.


"Raditya! Kamu melakukan ini demi wanita gembrot itu!" suara Melodi meninggi dan wajahnya penuh dengan amarah.


Tok


tok


tok.


Nur langsung membuka pintu tanpa sahutan dari yang empunya ruangan. Dia sempat tersentak melihat sepasang suami istri itu terlihat sama-sama penuh amarah dan terlihat berantakan pakaian mereka.


Namun, niat Nur masuk ke ruang itu hanya mengantar dua mangkok bubur. Dia luruskan niat bungkam mulutnya pura-pura tidak tahu apa yang menimpa pada dua orang yang ada di dalam ruang kerja mereka.


"Mumpung masih panas, silahkan dimakan Pak, Mbak Melodi," tawar Nur.


Namun, apa yang dilakukan Melodi sungguh di luar dugaan. Dia mengambil satu mangkok bubur itu dan menarik tangan Nur lalu memasukkan tangan nur ke dalam bubur dengan paksa.


"Auw! Mbak Mel!" jerit Nur.

__ADS_1


"Melodi!" teriak Raditya sambil menarik tubuh sang istri agar menjauh dari Nur.


Mangkok yang tadi dipegang Melodi langsung terjatuh menimpa Nur dan tepat mengenai kaki Nur yang hanya memakai sandal.


Nur meringis kesakitan, tidak hanya tangannya yang terlihat melepuh. Kakinya juga merasakan panasnya bubur dan hantaman mangkok yang menimpanya.


"Kamu tidak apa-apa Nur?" tanya Raditya penuh dengan kekhawatiran.


"Raditya!" teriak Melodi, bangkit dari lantai lalu langsung menarik tangan Raditya hingga wajah Raditya menoleh ke arah Melodi.


Plak.


Satu tamparan mendarat di pipi Raditya.


Nur merasa semakin jengah di antara mereka. Kakinya berjalan terseok ke luar menuju ke ruang kesehatan.


Biar aku bantu memapah kamu," ucap seseorang yang kini berjalan sejajar dengan Nur.


Damar secara tidak sengaja berpapasan dengan Nur yang baru keluar dari ruang kerja Raditya.


Nur menoleh lalu melemparkan sebuah senyum, "kagak usah Pak, lagian aye bisa jalan sendiri kok," tolak Nur.


Nur masuk ke ruang perawatan dan segera ditangani sang dokter.


Terlihat Damar masih setia menunggu di samping Nur.


"Ini salepnya Mbak biar luka cepat kering. Obatnya juga diminum ya 3x sehari," ucap dokter setelah selesai menangani Nur.


"Ye Bu Dokter, terima kasih," ucap Nur tubuhnya masih dalam posisi rebahan.


"Ada luka serius Dok?" tanya Damar masih dengan wajah cemas.


"Tidak Pak jangan khawatir," sahut sang dokter.


"Kulitnya melepuh, kenapa bilang tidak parah?" protes Damar.


Sang dokter tersenyum, "bapak jangan khawatir. Hal yang wajar karena terkena panas ya kulit jadi melepuh, nanti juga akan kembali normal asal diberi salep penyamar bekas luka," terang dokter.


"Sekalian beri salep tersebut!" titah Damar.


"Tim kesehatan jelas tidak menyediakan Pak. Salep itu harganya mahal." jawab dokter.


"Kalau begitu beri resepnya untuk membeli salep itu," pinta Damar.


Dokter mengambil secarik kertas dan menulis resep salep yang diminta sang atasan.


Damar menerima lembar kertas dari dokter.


Dan betapa dia dan dokter terkejut karena mendengar suara dengkuran keras dari wanita yang masih merebahkan tubuhnya di ranjang pasien.


Dokter itu tersenyum melihat kekonyolan sang pasien.


"Saya tinggal ya Pak, tadi sebenarnya sudah dipanggil sama OB suruh menyantap bubur tlaktiran dari Bapak," pamit sang dokter dan tanpa mendengar jawaban Damar dia melangkah pergi.

__ADS_1


"Dasar kamu Nur!" gumam Damar. Namun matanya kini menatap lekat ke arah Nur yang terlelap tidur.


malam menyapa ๐Ÿค— kasih dukungan buat aye Mpok, ๐Ÿ™ like komen hadiah vote komen komen komen loh...


__ADS_2