Janda Daster Bolong

Janda Daster Bolong
Baru Setengah


__ADS_3

Nur sempat bersitatap dengan mata tajam milik atasannya, lalu dengan cepat dia menundukkan pandangan.


"Siapa dia Dam?!" tekan Melati.


"Mommy jangan khawatir, suatu saat pasti akan aku perkenalkan dia dengan Mommy," jawab Damar.


Mata Damar menatap ke arah Nur lalu menyerahkan berkas tersebut.


"Terima kasih Pak," ucap Nur sambil sedikit membungkuk.


Lalu kaki Nur melangkah keluar.


Melati melirik ke arah anaknya karena tanpa kedip Damar mengarahkan pandangan pada wanita yang berjalan hingga ambang pintu.


'Apa yang dimaksud dari gosip yang beredar itu dia, ya wanita bertubuh gempal dengan tinggi di atas rata-rata perempuan Indonesia, hidung lumayan tinggi, putih tubuhnya, dan berhijab. Tapi tidak mungkin! Damar terjerat cinta dengan wanita semacam dia! Dia tidak ada sempurnanya! Dan pasti dia bukan dari kalangan atas!' monolog batin Melati.


"Secepatnya kenalkan dia pada Mommy! Mommy tidak ingin dia seperti mantan kamu! Sudah miskin! Belagu!" ujar Melati.


"Aku sudah bicarakan ini! Jadi aku minta Mommy tidak mengungkitnya lagi! Dan perlu aku garis bawahi! Pernikahan itu antara aku dan calon istriku, jadi seperti apa dia, terserah padaku! Tidak ada campur tangan Mommy dalam hal itu! Aku tidak peduli Mommy merestui atau tidak, kalau aku sudah mantap menikahi seseorang, dengan restu Mommy atau tanpa restu aku akan tetap menikah!" terang Damar panjang lebar.


"Satu tahun ini kamu tidak membawa calon pengantin yang tepat dan pas, terpaksa Mommy akan mencarikannya untukmu!"

__ADS_1


Damar hanya mendengus mendengar ancaman bidang mommy.


"Sakti! Kamu yang bertugas menjaga Damar jadi aku minta semua yang dia lakukan, laporlah padaku!" ujar Melati lalu melangkah pergi.


"Kenapa tidak jawab saja Dam kalau wanita yang kamu maksud itu Nur," ucap Sakti, kakinya melangkah mendekat ke meja kerja Damar lalu pantatnya dia dudukkan di kursi yang ada di depan meja kerja.


"Paman! Jangan mulai! Antara aku dan Nur, tidak ada hubungan apapun kecuali sebatas atasan dan bawahan!" sanggah Damar.


"Ok ok, atasannya yang sangat perhatian pada bawahan. Sampai anak dari bawahannya sakit, dia rela menemuinya dan terpaksa tidak mengikuti rapat penting," sindir Sakti.


Damar diam pura-pura tidak mendengarkan apa yang dikatakan Sakti.


Sementara itu, di waktu jam istirahat, Nur terlihat melipat mukena yang barusan dia kenakan.


"Nyok Sya, langsung ke kantin," ajak Nur pada sosok Tasya sang sahabat.


Mereka berjalan beriringan dan duduk tepat di pojok kantin.


"Nape sih, muke lu dilipet begitu?" ledek Tasya.


"Kagak nape sih," jawab Nur.

__ADS_1


"Sya, aye ucapin terima kasih ye. Lu udeh banyak bantu waktu Gajali sakit. Sampai lu bela-belain ikut bergadang."


"Kagak usah sungkan Nur. Lu ntuh udeh aye anggap saudara," jawab Tasya.


"Emang kite mau jadi saudara pan?" sahut Nur diiringi sebuah senyum.


"Mulai lagi deh! Nyok ah kite makan, keburu habis jam istirahatnye!"


"Nur, gosip mengenai hubungan lu dengan pak Damar kenceng banget beredarnye."


"Terserahlah ntuh pan cuma gosip," jawab Nur dengan malas.


"Tapi, kelihatannye Pak Damar demen beneran ame lu Nur."


Nur tersenyum menyeringai, "Begimane pak Damar demen. Orang ntuh udeh punye pacar," sahut Nur dengan suara melemah.


Entah kenapa ketika nur mendengar percakapan Damar dengan mommynya, ada elu hati yang tiba-tiba sakit. Sekilas Nur juga mendengar Damar sudah mempunyai kekasih dan segera akan melamar wanita itu.


maaf langsung posting ya, Krn ini ikut even posting tiap hari. ngantuk Mak gag tahan.


tetap like komen hadiah vote rate komen 🙏

__ADS_1


__ADS_2