Janda Daster Bolong

Janda Daster Bolong
Balasan untuk Melodi


__ADS_3

Nyali Melodi semakin menciut, ketika niat busuknya untuk merebut hak asuh dua anak Raditya diketahui Nur dan Damar.


Dengan susah payah dia ikut andil merayu sang anak tapi bukannya Gazali senang malah ketika bertemu Melodi, Gazali menjadi takut.


Kala itu Nur mengizinkan Raditya untuk membawa Gazali ke rumahnya. Ada kejadian yang membuat Melodi marah besar. Gazali memecahkan vas bunga yang ada di sudut ruang tengah. Padahal vas itu adalah salah satu vas kesayangan milik Melodi. Gazali memang tidak bicara langsung pada Nur mengenai kejadian yang menimpanya. Namun, ketika Nur memandikan Gazali dia melihat ada memar di lengan, setelah ditanya dengan baik-baik dia bercerita apa yang telah menimpanya.


Nur memahami anaknya memang sangat super aktif tapi melakukan kekerasan pada anak tidak pernah dia lakukan. Dia lebih memilih diam kalau sang anak tidak mau dinasehati dari pada tangannya yang bertindak.


Nur mulai menyelidiki kebenaran apa yang diceritakan Gazali hingga dia menemukan bukti kalau Melodi melakukan itu, terdengar ketika Melodi dan Raditya sedang bertengkar di dalam ruang kerjanya. Saat itu, Nur memang tidak sengaja mendengar, ketika pintu ruang diketok tapi tidak ada juga sahutan, Nur memberanikan diri langsung masuk. Niatnya agar berkas yang dibawa cepat diberi tanda tangan Raditya. Nur malah mendengar itu semua.


Dengan kecerdasan Nur, dia merekam semua pembicaraan Raditya dan Melodi. Setelah itu Nur melaporkan tindakan Melodi ke pihak kepolisian semuanya untuk pembelajaran agar kejadian yang menimpa anaknya tidak diulangi lagi oleh Melodi.


Melodi ditangkap dan dijadikan tersangka kasus penganiayaan anak. Walaupun kasus itu berakhir dengan jalan damai setidaknya Nur memberi efek jera pada Melodi.


Kejadian itu pula yang menjadi salah satu pemicu Raditya mengajukan cerai Melodi. Dia merasa Melodi sudah sangat keterlaluan karena berani main tangan dengan anak kandungnya.


"Sayang, surat apa ini?" retoris Melodi dengan suara bergetar.


"Kamu sudah bacakan? Aku minta kerja sama dari kamu biar urusan ini cepat terselesaikan."


"Tidak Yang, aku mencintai kamu. Aku tidak mau diperlakukan seperti ini, bukankah aku sudah mengaku salah dan aku sudah janji tidak akan mengulang perbuatan itu lagi," rayu Melodi.


"Sudah terlambat! Memang bukan kamu yang salah tapi semua kesalahan terletak padaku! Ya, aku yang salah besar karena dulu menghianati istri sebaik Nur dan lebih memilih kamu. Itu kesalahan terbesarku!" terang Raditya menekankan kalimat terakhirnya lalu melangkah keluar rumah itu dan tangannya menyeret koper.


"Dit! Tunggu! jangan tinggalin aku!" teriak Melodi mengikuti langkah Raditya.


Raditya tetap diam memasukkan koper kemudian mendudukkan pantatnya di kursi kemudi.


"Sayang, dengerin aku. Beri aku kesempatan satu kali lagi. Sayang, aku mohon..., Sayang...," rengek Melodi tapi Raditya malah melajukan mobilnya melesat pergi meninggalkan Melodi yang menangis histeris.

__ADS_1


...****************...


"Kamu jangan khawatir, selama ada aku, tidak akan kubiarkan wanita itu mengganggu kamu lagi," ujar Damar sambil merangkul lengan sang istri.


Ya, tiga bulan yang lalu Damar dan Nur melangsungkan pernikahan. Damar berhasil meyakinkan Nur untuk membuat hubungan yang lebih serius. Pernikahan digelar secara sederhana tapi terlihat begitu khidmat.


Nur mengangguk lalu duduk di kursi.


Damar mendekat dan merapatkan wajahnya ke wajah Nur, hingga hidung mereka saling beradu. Ketika bibir mereka sudah begitu dekat, tiba-tiba suara pintu terbuka dan muncul sesosok lelaki yang dari awal mendukung hubungan mereka.


"Kalian sengaja memamerkan kemesraan di ruangan ini?" ledek Sakti yang sontak membuat Nur gugup. Berbeda dengan Damar yang terlihat kesal karena kedatangan sang paman.


"Kenapa tidak ketuk pintu dulu!" omel Damar, kakinya melangkah ke sofa panjang yang diduduki Sakti.


"Aku lupa, kalau atasan aku baru menikah. Jadi dia sering kelewat malu untuk bermesraan di manapun tempat," sahut Sakti membuat Damar tersenyum singkat.


"Aye ke ruang kerja dulu," pamit Nur.


Nur membalikkan tubuhnya, "ada apa Paman?" tanya Nur.


"Nih," Sakti menyodorkan dua lembar kertas.


"Paket honeymoon ke Lombok?" ucap Nur membaca lebar kertas itu.


"Damar kalau tidak dipaksa liburan dia tidak akan pergi liburan, selalu saja menomorsatukan pekerjaan," ujar Sakti matanya melirik ke arah sang ponakan.


Damar hanya tersenyum mendengar sindiran dari Sakti dan membenarkan apa yang dikatakan pamannya itu.


"Thanks Paman!" seru Nur kemudian pergi meninggalkan ruangan memberi kesempatan pada paman dan ponakan untuk berbicara 4 mata.

__ADS_1


"Bagaimana kabar mommy Paman?" tanya Damar karena dia meminta Sakti berkunjung ke rumah mommynya.


"Dia terlihat sehat," jawab Sakti.


"Kamu yang sabar Dam dan selalu doakan mommy kamu biar cepat merestui pernikahan kamu dengan Nur," lanjut Sakti.


"Aku sebenarnya tidak masalah, mau mommy merestui hubunganku atau tidak tapi Nur yang selalu ngotot agar mendekati mommy dan mendapat restu darinya," ujar Damar.


"Benar apa yang dikatakan istri kamu Dam. Seharusnya kamu sudahi permusuhan kamu dengan mommy kamu. Mommy kamu hanya menginginkan yang terbaik untuk kamu."


"Apa yang menurutnya terbaik buatku belum tentu baik buat aku. Dia harusnya memahami itu!"


"Maka dari itu, benar apa yang dikatakan Nur, dekati mommy kamu dan rebut hatinya. Bukan saling mendiamkan dan mendendam."


Damar terdiam.


"Nanti malam datanglah ke rumahnya. Aku lihat raut wajahnya sedang bahagia."


"Hei, dengar tidak?" tanya Sakti memastikan.


"Ya, aku dengar," sahut Damar dengan malas.


"Aku minta Nur saja untuk merayu agar kamu mau berkunjung ke rumah mommy," ujar Sakti melangkahkan kaki keluar.


"Paman jangan macam-macam! Jangan libatkan Nur dalam masalah ini!" teriak Damar karena Sakti semakin mendekat pintu.


"Dia harus dilibatkan karena dia sudah menjadi bagian keluarga besar kamu," sahut sakti sebelum benar-benar keluar ruangan.


...****************...

__ADS_1


Nur nyapa nih🤗 jangan lupa kasih like komen hadiah vote rate ye biar Nur semangat 💪🥰


__ADS_2