
Kukuruyuk...
Aku membuka mata ku ketika mendengar suara ayam yang nyaring bunyinya. Pagi ini,aku tidak berangkat sekolah karena luka-luka ku belum sembuh. Aku masih berpikir dengan perkataan dio sore tadi, dia berkata padaku, " aku akhirnya disadarkan oleh senior kita kelas 3 waktu itu bahwa kau akan memanfaat kan saya."
Aku tidak bisa mengingat momen pada waktu itu.
"Ah..." Aku kecewa dengan diriku karena satu-satu nya teman harus menjadi musuh sekarang.
"Ada apa zal?" Ibu berlari menuju ke kamar karena mendengar teriak kan ku.
"Enggak apa-apa kok bu,tadi ada kecoa jadi aku teriak." Aku pun bangkit dari tidur ku dan mencoba duduk. Rasa sakit pada punggung dan tangan masih sangat terasa aku pun menahan rasa sakit ini di depan ibuku.
"E..e zal,kenapa kamu?" Tanyanya keheranan melihat ku mencoba duduk.
" Aku mau duduk bu, tapi punggung ku masih terasa sakit." Jawabku padanya sambil memegangi punggungku.
"Kamu jangan memaksakan diri dulu ya zal, luka mu masih belum sembuh total." Ucapnya padaku.
Aku pun kembali ke posisi tidur untuk menjaga punggung ku supaya tidak sakit. Ibu pun tersenyum kepadaku dan mengatakan ," ibu mau bawakan kamu sarapan ya,kamu makan yang banyak ya supaya kamu bisa berangkat sekolah."
Setelah itu, ibu pun meninggalkan kamar menuju ke dapur untuk mengambil nasi dan lauk untuk ku. Aku pun hanya berdiam diri di kamar sendirian dan mengingat kembali kejadian sebelum dio menjauhi ku.
*Flashback*
Hari itu,hari dimana aku dan teman seangkatan ku mulai masuk ke sekolah. Di depan kami ada guru kesiswaan bernama eko dan ketua osis bernama slamet yang menjalankan masa orientasi sekolah dan pengenalan lingkungan sekolah. Mereka menjelaskan bagaimana yang harus kami lakukan nantinya.
Di situ aku melihat seorang siswa yang seperti ketakutan saat senior kita menjelaskan kegiatan-kegiatan apa saja yang harus kami lakukan. Aku pun mencoba becengkrama dan berkenalan dengannya,
"Hai,saya afrizal." Kataku sambil mengulurkan tangan ku padanya.
"Hai,aku dio." Balasnya sambil menyambut tanganku.
__ADS_1
Kami pun bercanda gurau setiap istirahat dan dia selalu mengajakku makan di kantin. setelah kenal dia,aku pun berpikiran dia anak baik dan dia selalu murah senyum.
Dia mengatakan pada ku kalau dia sebenarnya ingin masuk ke sma bukan smk makanya ia agak sedikit takut waktu awal-awal masuk. Tetapi, setelah dia tahu keadaan sekolah dia pun tak ada rasa takut lagi dengan kegiatan fisik maupun mental.
Di hari terakhir masa pengenalan lingkungan sekolah, kami di suruh menggendong tiga batu bata yang di taruh di dalam tas dan kami harus menempuh perjalanan sampai 16 km.
"Hari ini,hari terakhir kegiatan kita semua dalam perkenalan lingkungan sekolah." Kata ketua osis kepada anak-anak baru.
Aku dan Dio berbeda kompi, Aku ada dikompi merah dan Dio dikompi biru. Walaupun, kita berdua berbeda kompi,kami berdua selalu mengobrol ketika sudah tempat istirahat.
"Luruskan kaki kalian dan lepas tas punggung kalian." Ucap senior kepada kami yang tiba ditempat peristirahatan.
Kami anak baru langsung tiduran tidak peduli yang kami duduki itu tanah. Aku pun berusaha untuk tidur sebentar tetapi Dio menghampiriku dan mengagetkan ku.
"Dorr..."
Aku pun sontak membuka mata karena Dio.
Setelah hari pengenalan lingkungan sekolah berakhir kami semua dibagikan kelas masing-masing sesuai jurusan. Aku melirik ke Dio yang seperti sedang fokus mencari namanya dipapan pengumuman,aku pun langsung mengalihkan perhatian ke arah papan pengumuman. Semua juga mencari nama mereka masing-masing sesuai jurusan mereka masuk.
Setelah mencari-cari namaku akhirnya ketemu juga dan disana juga ada nama Dio Ananta berasal dari Jakarta,Aku baru tau ternyata dio itu pindahan dari kota. Aku langsung melirik ke arah Dio disamping kanan ku tapi ternyata dia sudah tidak ada.
Semuanya pun masuk ke kelas persatu-satu termasuk juga aku yang baru masuk kelas. Betapa terkejutnya aku ketika melihat dio sudah berada di kelas,tetapi wajah dia murung dan sedikit melamun. Aku pun mencoba mendekati dia tetapi dia langsung sedikit emosi ketika aku mendekatinya.
"Kenapa lu? Sudah lah jauh-jauh sana pergi dari hadapan gue sana hush hush." Kata dio sambil mengibaskan tangannya pada ku. Aku pun langsung sakit hati karena mendengarkan itu dari mulut teman ku sendiri yang berjuang bersama saat pengenalan lingkungan sekolah.
Saat aku berjalan pulang sekolah, aku melihat Dio seperti sedang membicarakan sesuatu dengan senior kelas 3 kami. Aku pun berusaha mendengarkan apa yang mereka omongin di suasana sepi lorong kelas tanpa ada siswa lain. Tetapi,aku tidak mendengar percakapan mereka.
Pagi harinya,aku menyapa Dio yang sedang berjalan menuju ke kelas.
"Oii.. Dio." Sapaku,akan tetapi dia tidak memerhatikan ku maupun menjawab sapaan ku tadi. Aku yang tadinya semangat menjadi tidak semangat karena aku kehilangan teman ku sewaktu masih masa pengenalan lingkungan sekolah.begitu pun,saat dikelas biasanya dia tegur sapa padaku sekarang dia hanya mengobrol dengan teman kelas lain.
__ADS_1
Aku merasa Dio sudah berubah setelah berbicara dengan senior kelas 3 tadi sore.walaupun,aku mencoba mendengarkan percakapan mereka tetapi aku tidak dapat mendengar percakapan itu.
Kini,aku tidak bisa apa-apa karena dia sudah melukai ku sampai separah ini. Aku hanya bisa berbaring di atas kasur menunggu ibuku membawakan sarapan untukku. Aku sudah membuat ibu kerepotan terus menerus karena aku.
Tiba-tiba dari dapur ibu membawakan nasi untukku.
"Huft huft panas! ini makanannya." Ibu membawakan sarapan untukku dari dapur dengan lauk seadanya dan menaruh disebelah kanan kasur dan bahu kanan ku.?
Aku pun langsung bangkit dari kasur untuk duduk.
"Makasih ya bu." Jawabku sambil senyum padanya.
Ibu pun membalas senyum ku dan mengatakan,"iya zal,makan ya biar cepat sehat." sambil mengelus rambut ku.
Dari matanya terlihat tulus kasih sayangnya pada anak kesayangannya terpancar yang membuat ku terdiam sejenak karena sudah membuat hatinya terluka waktu sore.
"Ah iya,ibu mau ke rumah tetangga dulu ya zal." Kata ibu langsung berhenti mengelus ku dan bergegas meninggalkan kamar tidur.
Setelah ibu sudah sampai di depan pintu,aku pun menanyakan hal itu karena aku tidak tujuan ibu menuju ke rumah tetangga.
"Ke rumah tetangga?mau apa bu?" Kataku dengan keheranan.
Ibu berhenti dan menengok ke arah,ibu pun menghela nafasnya sebelum menjawab pertanyaanku.
"Ibu mau nyuci di sana zal,kamu baik-baik ya dirumah!ibu mau ke sana dulu." Jawab ibuku di depan pintu.
"Hati-hati ya bu kalau nyuci dirumah tetangga." ucapku mendengar tujuan sebenarnya,ibuku hanya menganggukkan kepalanya yang menandakan "iya."
"Assalamualaikum." Salamnya padaku sambil menghampiriku.
"Wa'alaikum salam." Jawabku dengan mencium tangannya.
__ADS_1
Ibu pun bergegas meninggalkan rumah dan kini aku hanya bisa berdiam diri dirumah saja,Tanpa ada teman yang menengok tanpa ada teman yang membuatku ceria.aku pun masih memikirkan tentang apa yang menimpaku saat ini,apakah ini murni kesalahan ku atau itu hasutan dari senior kami yang membuat Dio membenci dan menjauhiku sampai saat ini.