JANGAN MENYERAH

JANGAN MENYERAH
MALAM YANG INDAH (2)


__ADS_3

Kami berdua menunggu angkutan umum yang menuju ke desa berikutnya bersama orang-orang yang pulang dari pekerjaan. Aku yang sedang melamun dikejutkan oleh ayu yang memanggil namaku.


"Zal" panggil ayu. "Angkotnya sudah datang nih ayo masuk" lanjutnya.


Ternyata angkutan yang kita tunggu dari tadi datang juga di depan kami. Aku,ayu dan orang-orang yang ingin pergi ke desa berikutnya mulai naik satu persatu. Aku berjalan di belakang ayu karena takut akan terjadi apa-apa pada ayu dan jika ada sesuatu pada ayu, aku yang harus bertanggung jawab atas apa yang menimpa ayu. kami berdua pun duduk bersebelahan dan dekat dengan pintu keluar.


"Zal,ini hari pertama ku berjalan sama kamu lagi setelah 5 tahun kita berpisah akhirnya kita berjumpa lagi. Bagaimana perasaanmu zal tentang hari ini" katanya padaku yang membuatku tersipu malu dan menundukkan kepala.


" Aku juga kangen kita jalan bareng sama kamu terakhir kali kita jalan waktu kamu masih disini dan kita masih kelas satu smp tempat favorit kita ialah sawah pada jamannya haha." balasku sambil mengingat masa lalu yang kini bersemi kembali tetapi kami sudah akan dewasa,jadi tempat favorit kita berdua itu jadi tempat kenangan yang indah karena sawah itu sekarang sudah menjadi rumah warga.


"Iya ya,waktu itu kita sering pergi ke sawah mencari belut maupun bermain bersama teman-teman yang lain. Ahh jadi pengin kita kumpul bareng menceritakan tentang semua hal dan berbagi cerita,ngomong-ngomong teman kita masih ada di sini enggak zal?" Ayu bertanya padaku tentang teman lama kami selama di desa. Aku spontan kaget dengan pertanyaan dari ayu.


"Mereka masih di sini kok tapi mereka sudah punya banyak kegiatan tidak seperti dulu yang bisa bermain bersama,bercanda bersama dan saling bercerita" jawabku sambil mengangkat kepala dan menutup mata.


Jderr... semua orang melihat ke arahku karena terdengar suara dari arahku,ternyata kepalaku kena jendela dibelakangnya. ketika semua orang sudah menatapku, ayu menahan ketawa dengan menutup mulut dan tangannya.


"Haha... Kamu enggak apa-apa zal?" Tanya ayu sambil menahan tawa dengan tangannya.


mereka berdua pun bercerita sangat panjang sampai hampir saja melewati pasar malam,Aku pun bergegas menghentikan laju mobil.


"Bang bang kiri bang" akhirnya sang supir pun menghentikan laju mobilnya. "Nih ya bang uangnya" , "makasih ya mas". Setelah membayar angkutan yang kita tumpangi dan kami menoleh ke menoleh ke arah belakang betapa terkejutnya kami karena di depan kami sudah penuh dengan keramaian orang-orang yang ingin hiburan di pasar malam ini.


"Ayo zal,kita masuk mainin sesuatu yang menarik" ajaknya padaku. Aku masih tidak percaya ternyata dunia malam itu indah,baru saja masuk ayu langsung ingin mencoba mainan lempar kaleng di samping kanannya, "zal,coba main itu yu" Aku pun menuruti apa yang ayu mau.


Kami sudah di depan tempat permainan," bang,dua orang ya bang" ayu bersemangat untuk memainkannya. "Nih ya mba" sambil menyerahkan bolanya ke kami,"makasih ya mas" ayu semakin bersemangat karena bolanya sudah ditangan dan siap dilempar untuk menjatuhkan bola yang ditata rapi.


"Zal,ayo kita bertanding!" Ajaknya padaku dengan posisi siap untuk melempar.


Dengan semangat ayu mengajakku,aku pun menjawab ajakan pertandingan dari ayu itu. "Ayo,siapa takut haha". Aku dan Ayu pun langsung fokus menghadap ke arah target incaran,akhirnya kami pun mulai melempar bola satu persatu dan belum ada yang mengenai kaleng-kaleng tersebut.


Tetapi,ada satu bola yang belum lempar digenggaman tangan afrizal "ya ayu ini lemparan terakhirku haha" melihat ayu yang sudah kehabisan bola aku pun meledeknya tetapi, respon ayu hanya senyum malu padaku.


Dan *klinting "yes aku menjatuhkan bola-bolanya haha aku menang yu" bola terakhir berhasil mengenai kaleng yang disusun segitiga dan akhirnya aku pun mendapatkan hadiah. Aku merayakan kemenangan didepan ayu dengan bangga sampai ayu hanya malu melihat tingkah laku dariku.


Aku harus memilih hadiahnya sendiri,karena terbesit dipikiran bahwa ayu yang mengajak ia jalan-jalan dan membuat hari ku cerah kembali akhirnya aku pun memilih boneka untuk diberikan padanya.


"Bang,aku mau boneka aja deh bang." Aku pun memilih hadiah yang disediain.


"Kenapa kamu memilih boneka zal?" Ayu bertanya-tanya dengan keheranan.


"Ya ada alasannya sih" jawabku singkat dan membuat ayu semakin bertanya-tanya.

__ADS_1


"Mas,ini bonekanya",abang menjaga menyerahkan boneka padaku .


"makasih ya bang" jawabnya singkat. Setelah boneka ada ditangan ku,aku pun langsung memberikannya pada ayu yang berdiri disampingku.


"Yu,ini buatmu!" Aku langsung menyerahkan boneka tadi padanya.


"I.. ini buatku zal?" Tanyanya padaku.


"Iya buat teman lamaku yang cantik haha." Aku menjawabnya dengan malu.


Sementara itu,diwaktu yang sama tetapi beda lokasi ada segerombolan anak-anak sekolah yang selalu menghinaku.


"Bos... Bos..." Temannya memberitahu sesuatu yang dia lihat.


Bosnya yang sedang bermain seketika emosinya meluap gara-gara anak buahnya itu.


"Sial,ada apa sih lu?ganggu gue terus hah?" Anak yang tadi memanggilnya langsung terdiam karena bosnya marah kepadanya.


"Bos liat tuh" tunjuk nya.


"Ada apaan sih?" Sambil menengok ke arah yang ditunjuk.


"Afrizal...! Sekarang dia punya teman ya sampai-sampai dia bisa tersenyum" gumamnya, Tetapi ketika dia melihat temanku yaitu ayu dia langsung melongo terdiam melihatnya.


"Saya gak tahu tuh bos, disekolah juga saya gak liat dia" jawabnya.


"Ah sial,gue gak mau dia deket-deket sama Afrizal karena dia akan menjadi milik gue selamanya." ucapnya.


"Ah kita istirahat dulu ya yu" kataku karena dari tadi kami berjalan ke sana ke sini sama bermain satu per satu dan ya ayu yang membayar semua tiketnya,aku merasa malu karena semuanya yang membayar adalah ayu.


"Kamu udah menyerah zal?" Tanyanya sambil tertawa kecil. "Tapi ngomong-ngomong aku terima kasih padamu karena mau menemaniku" lanjutnya.


" Seharusnya aku yang bilang terima kasih padamu karena mu aku jadi bisa tersenyum dan ceria seperti dulu lagi,terima kasih ya yu untuk semuanya insya allah aku akan menggantikan semua yang kau lakukan hari ini" jawabku sambil menatap langit yang cerah disertai bulan bersinar.


"Jadi kamu waktu aku di kota kamu sering kesepian ya zal?" Tanyanya sambil menatapku.


"Ah tidak kok" jawabku dengan singkat.


"Yakin gak kesepian?" Tanya ayu lagi padaku.


Aku pun hanya menganggukkan kepala yang menandakan "iya".

__ADS_1


" Oh ya udah,apa aku balik lagi ke kota aja ya? Soalnya disini gak ada yang kangen aku" jawabnya sambil ketawa kecil padaku.


"Hmmm ya udah aku kangen kamu kok,kalau aku mau berangkat sekolah aku selalu menengok rumah kakek mu dengan berharap kapan kau datang lagi?kapan ke sini lagi? Sebenarnya aku sering bertanya-tanya akan dirimu ayu" balasku pada ayu tentang kebenaran yang selama ini ku pendam di hati, ayu pun puas akan jawaban dariku itu.


"hmm sekarang aku disini,kamu mau apa?" tanya ayu yang membuat pipiku memerah.


"Ah... aku hanya ingin enggak mau kehilangan temanku" Aku menjawab pertanyaan dari ayu dengan memalingkan wajahku supaya tidak ketahuan kalau pipiku memerah karena malu akan pertanyaan itu.


Malam semakin larut,semua pedagang di pasar malam pun mulai merapihkan tempat dagangnya. mereka berdua pun pulang dengan menaiki angkutan umum yang beroperasi malam.


Diperjalanan Ayu tertidur lelap di sampingku yang hatinya berkata tentang perasaannya pada ayu," ayu,kamu orang baik yang ku kenal dari masa kecil sampai remaja,kau selalu hadir pada setiap hariku. mungkin, setelah sudah membahagiakan ibu nanti aku akan menyatakan perasaanku padamu ayu." gumam ku.


Aku yang masih duduk di samping ayu dikejutkan oleh ayu yang tak sengaja kepalanya jatuh di bahu sebelah kiri ku, ada niatan hati ingin mengelus kepalanya tetapi aku ingat akan janji dari ibuku untuk tidak melakukan pada ayu sekali pun itu menyakiti hati ayu karena hati wanita itu gampang tersakiti oleh sesuatu. ternyata mereka sudah sampai tujuan dan ayu pun terbangun karena afrizal membangunkannya.


"Yu.. ayu... Bangun! Ini udah sampai di desa kita" afrizal membisikan telinga ayu supaya bangun dari tidurnya karena tak ingin mengagetkan dia.


"Emm" ayu pun terbangun dari tidurnya.


"Ayo turun kita sudah sampai." kataku pada ayu yang tertidur di bahuku


Mereka pun turun dan membayar angkutan umum, Ayu yang masih mengantuk ingin cepat-cepat sampai dirumah. mereka pun bergegas pulang ke rumah. Akhirnya, kita sampai dirumah masing-masing dan mereka pun berpisah.


"Maaf ya zal,tadi aku ketiduran dijalan" ucap ayu padaku yang mengantarkannya ke rumah kakek ayu.


"enggak apa-apa kok yu." jawabku dengan wajah tenang pada ayu.


"makasih ya zal,kalau gitu aku masuk ke rumah dulu ya. Assalamualaikum zal" salam ayu didepan pintu rumah.


" sama-sama yu, wa'alaikum salam" jawabku sambil melambai tangan pada ayu.


"Malam yang indah janganlah cepat berlalu karena aku ingin sekali hari-hari ku di penuhi keindahan bukannya kesedihan dan juga kepedihan" gumam ku sambil berjalan menuju rumah ku.


"Assalamualaikum." aku pun sudah sampai didepan pintu rumah dan mengetuk pintu rumah.


ibu yang sedang tertidur langsung terbangun mendengar ketukan pintu dariku dan bergegas membuka kan pintu untukku.


"Wa'alaikum salam,kenapa malam banget pulangnya?" tanya ibu yang sudah membuka pintu.


aku pun terdiam memikirkan jawaban yang pantas untuk pertanyaan ibuku.


"ah angkot nya sudah agak sepi bu.jadi harus menunggu angkot datang bu." jawab ku.

__ADS_1


"ya udah,masuk udah malam!besok sekolah lagi." sahut ibu sambil menyuruh ku untuk masuk ke rumah.


__ADS_2