
Semua berlarian sambil mendorong Afrizal yang sedang terbaring tak sadarkan diri di kereta dorong, ibu Ike pun masih menangis karena putra sekarang sudah tak sadarkan diri. Ayu yang melihatnya pun langsung menenangkan ibu Ike supaya tidak memikirkan sesuatu yang aneh-aneh.
"Ibu,tenang Bu! Afrizal pasti kuat kok,dia pasti bisa bersama ibu lagi. Jadi tenang ya Bu,selagi Afrizal masuk UGD kita doakan semoga dia baik-baik saja Bu." Kata ayu sambil menenangkan.
Tapi ibu Afrizal tidak menjawab perkataan Ayu,karena dia hanya fokus kepada anaknya. Isak tangis pun pecah ketika Afrizal masuk ke ruang UGD,para suster melarang masuk orang yang mengantar ke dalam ruangan.
Ayahku berdiri didepan pintu UGD,ibuku dan aku menenangkan ibu Ike yang masih menangis.
"Ibu,ibu harus kuat ya. Afrizal juga kuat kok dia cuma tertidur saat dibawa ke ruang UGD." Kata Ayu sambil memeluk ibu Ike.
"Papah,apa kita harus menunda pembukaan panti asuhan malam ini?" Tanya ibu tentang peresmian panti asuhan.
Ayah ku tidak bisa menjawabnya dan menghela nafas karena dia tadi juga panik saat membawa Afrizal ke puskesmas,Dia pun hanya terdiam menunduk.
"Papah tidak tahu mah,tapi atasan ku dan kepala desa juga seluruh warga desa sudah kita undang ke peresmian, kalau ibu Ike sudah baikan kita berdua saja yang ke peresmian itu dan Ayu tetap bersama ibu Ike disini." Ucapnya berbisik ke ibu ku.
Ayu yang melihat kedua orangtuanya kebingungan akhirnya dia menghampiri mereka berdua, meninggalkan ibu Ike sendiri di bangku ruang tunggu.
"Ibu Ike, Ayu mau hampiri orang tua ayu dulu ya Bu. Sabar ya Bu!" Kata Ayu.
"Iya dek ayu." Jawabnya sambil menahan air mata.
Ayu pun bergegas menghampiri orang tuanya yang sedang berdiri diluar ruang UGD.
"Ayah,ibu. Ada apa?" Tanya Ayu.
Ayah dan ibu ayu pun terkejut melihat Ayu ternyata melihat pembicaraan mereka berdua.
"Ah iya, Ayu. Kami sedang tidak membicarakan yang hal yang aneh kok." Ucap ibunya sambil menyakinkan Ayu.
Ayu yang mulai curiga langsung berprasangka yang tidak baik kepada kedua orangtuanya.
"Apa ayah sama ibu sudah mendengar kabar dari Afrizal? Apa kalian mendengar dari dokter? Kenapa tidak dibicarakan oleh ibu Ike?" Balas Ayu dengan marahnya karena kedua orangtuanya tidak memberitahu kepada ibu Ike tentang kabar Afrizal saat ini.
"Tenang dulu Ayu,kamu salah paham. Yang kamu bicarakan itu semua salah, tentang Afrizal,tentang kondisi nya itu semua salah paham Ayu." Kata ayahnya sambil memegang bahu Ayu.
__ADS_1
"Iya,yu. Kamu salah paham, dengerin dulu apa yang ayah akan katakan sampai kamu paham." Kata ibunya sambil mengajak Ayu untuk duduk di bangku bersama.
Setelah beberapa menit, dokter yang menangani Afrizal pun akhirnya keluar dari ruang UGD Ibu Ike langsung menanyakan keadaan anak satu-satunya itu.
"Dokter, bagaimana keadaan anak saya dok?" Tanyanya pada dokter yang baru keluar.
Si dokter itu terdiam sejenak dan menghela nafas,ia berkata," kondisi anak ibu sekarang sedang tidak stabil dikarena ada beberapa tulang yang patah dan banyak luka lebam di sekujur tubuhnya."
"Tapi tapi anak saya baik-baik saja kan dok? Iya kan?" Tanyanya lagi sambil menahan air mata.
"Maaf,ibu! Sekarang anak ibu sedang tidak sadarkan diri saat dibawa ke sini juga sudah tidak sadarkan diri." Jawab dokter mengenai kondisi Afrizal.
Mendengar ucapan itu,ibu Ike langsung meneteskan air mata yang sudah tidak terbendung.
"Ibu, tenang aja Bu. Dia anaknya kuat kok,dia anak laki-laki yang kuat. Ibu doain aja biar dia bisa cepat sembuh dan bisa membuat ibu bahagia." Ucap dokter sambil memeluk ibu Ike yang sedang menangis.
Ibu Ike tidak bisa menahan tangisannya,dia seperti tidak berdaya setelah mendengar perkataan dari dokter itu.
Sedangkan diluar,satu keluarga sedang berdiskusi tentang peresmian panti asuhan nanti malam. Ayah ayu bingung harus bagaimana karena waktunya hampir mepet.
"Sekarang sudah pukul 17:10 dan peresmian nanti malam dimulai pukul 19:30. Jadi, bagaimana keputusan kamu Ayu?mau ikut kami?atau menemani ibu Ike?" Tanya Ayah kepada ayu.
Ayu semakin bingung setelah ditanya oleh ayahnya,karena dia juga khawatir dengan keadaan Afrizal sekarang. Ayu sekarang harus berpikir keras soal ini.
"Yu ayu,kalau kamu ikut sama papah mamah. Kamu izin dulu ke ibu Ike biar dia tidak nyariin kamu ya!" Kata ibu yang membuat Ayu tambah bingung apa yang harus dilakukan.
Ayu hanya terdiam sambil menatap ke ruang UGD,akan tetapi dia mengingat apa yang pernah dibicarakan dengan Agung saat di rumah Afrizal.
"Kamu yang nganterin Afrizal waktu dia babak belur kan?" Tanya Ayu kepada agung yang sedang berdiri diluar rumah.
"Iya,waktu itu saya sama teman saya yang nganterin Afrizal." Jawabnya.
"Kamu tahu siapa pelakunya yang membuat Afrizal seperti itu?" Tanyanya lagi.
"Dio." Jawabnya dengan singkat.
__ADS_1
"Dio?siapa dia?dia temannya atau beda kelas?" Ayu semakin bertanya-bertanya soal kekerasan ini.
"Dio,dulunya dia berteman baik dengan Afrizal akan tetapi waktu naik kelas 2,Dio langsung berubah meninggalkan Afrizal sendiri tanpa teman." Jelas agung.
"Tanpa teman?"
"Iya,di kelas Afrizal hanya sedikit orang yang mau berteman dengannya karena dia jarang mengobrol dengan teman kelasnya. Dia seorang penyendiri setelah Dio tidak lagi berteman dengannya." Balas agung dengan serius.
"Lalu,Dio itu siapa?" Tanya Ayu kembali.
"Dio Ananta dia adalah anak dari kepala desa sini,dia dan keluarganya pindahan dari kota." Lanjut agung menjawab pertanyaan Ayu.
Ayu yang mengingat itu pun,langsung melirik kedua orangtuanya. Ia berkata," aku mau ikut ke peresmian nanti malam mah pah."
Mendengar ucapan dari ayu,keduanya begitu sumringah karena ayu mau ikut dalam acara nanti malam.
"Ayu mau ngomong dulu ke ibu Ike supaya dia tidak nyariin saya." Lanjut Ayu sambil meninggalkan orang tuanya.
Ayu kemudian masuk ke ruang UGD,akan tetapi ibu Ike masih menangis sambil ditemani oleh seorang suster.
"Ibu,jangan nangis terus ya. Anak ibu pasti sehat kembali." Ucap suster itu menenangkan ibu Ike.
Ayu pun menghampiri ibu Ike yang sedang ditenangkan suster. Dengan penuh keraguan,ayu berjalan perlahan menuju tempat duduk ibu Ike.
"Ibu... Ayu mau izin. Ayu harus ke acara kami nanti malam Bu. Ibu Ike tenang aja semuanya biayanya ditanggung oleh ayah saya nanti." Ucap Ayu duduk disampingnya.
Ayu yang tega melihat ibu Ike menangis akhirnya dia memeluk ibu Ike sampai hatinya tenang. Suster tadi pun hanya melihat mereka berdua.
"Ayu akan cari penyebab Afrizal seperti ini. Ayu akan menyuruh dia menanggung biaya pengobatan." Lanjutnya.
Tangisan ibu Ike terhenti sejenak saat mendengar perkataan dari Ayu. Dia melihat Ayu seperti bidadari yang mau menyelamatkan orang miskin sepertinya.
"T terima kasih dek ayu." Ibu Ike memeluk Ayu.
"Iya Bu, Ayu pergi dulu ya nanti besok saya akan kesini lagi Bu." Ucap Ayu dengan senyum manisnya.
__ADS_1
Ayu dan kedua orangtuanya yang meninggalkan puskesmas itu dan berjalan menuju ke panti asuhan.
Di lain tempat, Dio dengan Aji sedang bersiap untuk bertarung. Mereka mulai melakukan kuda-kuda,tangan mereka pun juga langsung mengepal seakan ingin membuat salah satu dari mereka jatuh tumbang.