JANGAN MENYERAH

JANGAN MENYERAH
NAMANYA AYU OKTASAFIRA


__ADS_3

Flashback:


"Huaaa huaaa...."


Saat itu banyak anak yang menangis karena tak ingin ditinggal oleh ibunya dan saat itu juga aku masuk sekolah pertama kali dengan ditemani oleh ibuku.aku heran kenapa anak-anak lain menangis dengan keras,aku yang masih kecil pun masih digandeng oleh ibu menuju ke bangku duduk di meja duduk di seberang ada anak gadis yang tidak menangis padahal ia ditinggal oleh ibunya,disaat aku ingin menghampirinya guru kami ternyata sudah masuk ke kelas semua anak pun merasa takut.


Ada yang menarik baju ibunya,ada yang menarik tangannya dan juga ada yang mau mengejar ibunya yang diluar kelas.aku pun tidak tau kenapa aku juga tidak menangis seperti gadis itu malah kebingungan.


"Hai,anak-anak yang manis. Selamat datang di TK kesayangan" Guru pun mulai beradaptasi dengan murid barunya yang baru masuk. Seketika semua anak-anak terdiam.


"Anak-anak kenapa kalian menangis? Ibu guru enggak gigit kalian ko." Lanjutnya.


Sh...


Semua membersihkan air matanya dengan tangannya. Aku yang masih polos pun ikut-ikutan seperti mereka padahal aku tidak ada air mata dan kembali lagi aku tengok anak gadis itu memberikan tisu ke teman bangkunya juga membantu mengusap air mata teman sebelahnya.


"Baik,kalau kalian sudah tenang. Ibu guru mau nanya nama kalian yah? oh iya sebelumnya ibu guru mau memperkenalkan diri dulu,perkenalkan nama ibu guru adalah nabilah. Ingat ya anak-anak namanya ibu guru adalah nabilah kalau ada masalah di sini kalian bisa cari saya ya anak-anak" bu guru memperkenalkan namanya pada anak-anak yang baru masuk sekolah TK nya.


Saat bu guru mengatakan untuk perkenalan diri secara tidak sadar aku langsung melompat kegirangan sambil mengepalkan tanganku.


"Nah ini yang aku tunggu-tunggu,akhirnya aku bisa tau namanya" benakku.


"Nak,kamu sedang apa?" Tanya bu guru dengan heran kepadaku.


"Ah..." Aku yang merasa malu pun langsung duduk kembali.


"Sekarang ibu guru mau nanya nama kalian masing-masing yahh." Kembali ibu guru mengulang perkataannya.


Semua anak-anak pun disuruh maju oleh ibu guru untuk memperkenalkan diri.ya karena kami masih anak-anak kami pun merasa malu dan takut. Anak gadis yang ku lihat terus-menerus akhirnya giliran dia yang memperkenalkan diri,waktu dibangku dia sangat ceria tapi ketika didepan kami dia pun merasa gugup sampai-sampai bersembunyi di kaki ibu guru.


"Ehh ade kenapa ko malu-malu gitu?" Tanya bu guru padanya "Aku malu bu" jawab ia dengan polosnya, "ohh ya udah gapapa,jadi nama kamu siapa de? Supaya teman-teman kamu tau nama ade." Ibu guru pun langsung memberikan kepercayaan diri padanya untuk memperkenalkan diri.

__ADS_1


Dia pun berdiri dengan malu dan mengatakan "namaku ayu...." Semua anak-anak dan bu guru tak mendengar apa yang diucapkannya, "ade,masih malu?" Gadis itu menganggukkan kepalanya. "Oh.. ade harus lebih keras ya suaranya supaya teman-teman ade dan bu guru tau siapa nama ade" bu guru pun meyakinkan lagi pada gadis kecil itu. Lagi,anak itu pun memperkenalkan dirinya "NAMAKU AYU OKTASAFIRA..." tapi dia mengucapkannya dengan teriak seisi kelas pun kaget. Setelahnya,ia pun menangis sekencang-kencang.


"Huaaa...." Ibu guru langsung menenangkan dia dengan memberikan permen padanya.


"Ade tenang ya,ini ada permen buat ade" bu guru menunjukkan permennya kepada gadis itu hingga gadis kecil itu menerima permen itu dan berhenti untuk menangis.


Sekarang giliran ku untuk memperkenalkan diri didepan," ayo de,perkenalkan namamu pada teman-temanmu" ibu guru menyuruhku untuk memperkenalkan diri ternyata saat pertama kali memperkenalkan diri didepan orang banyak itu membuat kita merasa canggung,grogi dan malu apalagi jantung kita berdegup kencang. Aku pun langsung memperkenalkan diri dengan wajah menghadap ke lantai karena saking gugupnya.


"P... Perkenalkan nama aku ahmad afrizal." Dan itu pengalamanku waktu mengenal dia.


Setelah semua berkenalan,anak-anak belajar hal pertama dari ibu guru yaitu mengenal huruf abjad,


semuanya pun berjalan sampai pulang sekolah.


Kring...kring...


Bel pulang akhirnya berbunyi,kami semua pun berlari menuju ke orang tuanya. Lagi dan lagi aku menengok ke gadis itu,entah kenapa aku sering melihatnya.


"Wa'alaikum salam bu cici".


Aku tak tahu ibu berbicara dengan siapa tetapi gadis itu ada disampingnya.


"Ini anak ibu? Wah lucunya" ibu itu langsung mencubit pipiku. "Ah sakit" gumam ku kepada ibu itu.


"Anak ibu cici juga sekolah disini ya?" Tanya ibuku kepada ibu gadis itu,"hai,kamu ayu ya" ibuku langsung menghampirinya tetapi ia langsung bersembunyi di kaki ibunya.


"Haha kamu kenapa ayu?gapapa ini kan teman ibu haha" ibunya menenangkannya dengan bercanda.


"anak ibu cantik ya" ibuku memuji anak gadis itu.


"Makasih ya bu,anak ibu juga ganteng kok" ini pertama kalinya aku dipuji dan mungkin juga yang terakhir kalinya sampai sekarang belum ada orang memujiku lagi kecuali ibuku sendiri.

__ADS_1


"Bu cici ayo pulang bareng" ajak ibuku.


"Ayo bu,sambil ngobrol"


Akhirnya kami pulang bareng dengan berjalan kaki karena rumah kami dekat tetapi kenapa aku jarang melihatnya bermain ya ah rasa penasaranku semakin kuat.


Setelah aku dan ibu sudah sampai dirumah,aku pun bertanya padanya "ibu,tadi itu siapa?" Dengan senyum ibuku berkata,"itu kan tetangga kita zal" sambil mengelus kepalaku. "Izal,gimana hari pertama sekolahnya?" Yang bertanya itu adalah ayahku,aku pun langsung berlari dan memeluk ayah sambil menceritakan apa-apa saja yang aku lakukan tadi. Ayah dan ibu tertawa karena mendengar ceritaku ini.


Andai saja ayah masih disini pasti ibu tak akan kesepian dirumah menunggu aku pulang. Ayahku meninggal ketika ia sedang bekerja kata orang-orang dia terkena setrum pada waktu itu aku yang sedang bermain langsung lari dengan penuh kesedihan mengetahui ayah sedang dibawa segerombolan warga masuk ke rumahku. Aku tak tahu kenapa ayahku terbaring di ruang tamu yang dipenuhi orang-orang disekitarnya,aku melihat ibuku menangis melihat ayah seperti itu. Mungkin,ini sudah takdirku untuk bisa membahagiakan ibuku di dunia dan di akhirat nanti.


Semua warga berdatangan ke rumah kami untuk takziyah ayahku,sanak saudara jauh pun langsung datang ketika mendengar kabar ini. Kini,aku sedang memandang cermin dihadapanku mengingat semua hal yang terjadi dimasa lalu,sedih rasanya ditinggal oleh ayah dan aku tak ingin kehilangan ibu sekarang karena aku ingin ibu melihat suatu saat anaknya bisa menjadi orang yang berhasil.


"Ah... Ternyata sudah didepan rumah" aku yang terlalu memikirkan masa lalu sampai kaget ternyata aku sudah tiba dirumah,aku pun mengetuk pintu dan membuka pintu berharap ibu masih menyambut ku dengan senyuman.


"Assalamualaikum" aku pun masuk ternyata ibuku sedang tertidur dikursi kayu ruang tamu kami. Aku pun langsung membangunkan ia untuk pindah ke kamar.


"Bu.. ibu bangun bu"


"Ngh... Ada apa nak" tanya ibuku yang bangun dari tidurnya.


"Maaf ya bu,ibu kenapa gak tidur dikamar?" Tanyaku lembut padanya.


"Ibu ketiduran ya nak hehe" ibu dengan tenangnya menjawab itu padaku," mungkin ibu kelelahan jadi ibu ketiduran disini" lanjutnya.


"Ibu jangan sampai kelelahan ya bu,aku takut nanti ibu sakit karena bekerja setiap hari untuk biaya sekolahku" aku yang merasa bersalah karena gara-gara aku ibuku jadi kelelahan seperti ini.


Dengan mata yang berkaca-kaca ibuku menjawab," iya nak,ibu gak akan sakit kok kan ibu kuat".


" Tapi kan tetap saja bu klo kelelahan bisa buat kita sakit" jawabku dengan penuh cemas," baik bu,aku yang akan menggantikan ibu untuk bekerja dan mencari uang" kataku sambil berjanji pada ibuku.


Disaat kami sedang berbicara didepan ada orang yang mengetuk pintu. Tok.. tok... Tok... Saya bergegas membuka pintu itu dan ternyata itu adalah.

__ADS_1


__ADS_2