JANGAN MENYERAH

JANGAN MENYERAH
PERSIAPAN HARI PEMBUKAAN


__ADS_3

Panasnya terik matahari disiang hari,semua orang melakukan pekerjaannya.sekitar 20 orang membersihkan tempat-tempat yang ada didalam maupun di halaman luar dan dibelakang panti asuhan. Ayu dan kedua orang tuanya pun ikut membereskan dari tempat pelayanan yang sudah rapuh dan kotor.


Ayahnya mengatakan bahwa panti asuhan akan dibuka beberapa hari lagi menunggu kabar dari bos nya.


"Ibu,sini biar aku saja yang nyapu!." Kata Ayu pada ibunya yang sedang menyapu.


"Ya udah,ini sapunya." Jawabnya sambil menyerahkan sapunya pada Ayu.


"Nyapu yang bersih ya yu,Ibu mau bantu ayah beres-beres dokumen yang baru dikirim dari kantor." Lanjutnya.


"Baik bu,Ayu akan membersihkannya sampai kinclong haha." Ucap Ayu dengan nada bercanda pada ibunya.


Ayu pun melanjutkan menyapu di tempat pelayanan. Saat itu,mobil yang mengangkut barang-barang sudah sampai di depan gerbang panti asuhan.


Ting... Ting... (Suara klakson)


"Ayah... Truk pengangkutnya sudah di depan!" Ayu pun memberitahukan kepada ayahnya yang sedang diruang kantor bersama ibunya.


Ayah pun bergegas menuju ke depan gerbang menghampiri truk itu. Ayu hanya melihat dari teras panti asuhan sambil menyapu.


Ayah pun balik lagi ke arah panti asuhan dengan membawa sebuah kertas seperti surat dan bergegas masuk ke ruang kantor. Ayu pun hanya melongo keheranan kenapa ayahnya tiba-tiba masuk padahal barang yang dibutuhkan sudah di depan.


Melihat orang yang sedang memotong pohon cemara yang sudah lebat di depannya,Ayu langsung menghampirinya.


"Siang pak." Ucapnya sambil senyum pada orang yang sedang memotong.


"Eh siang non." Jawabnya dan langsung melirik ke arah Ayu.


"Bapak,kenapa pohon ini dipotong rantingnya?bukannya lebih enak ya kalau lebat?bisa buat melindungi kita dari panas matahari?." Tanyanya pada bapak itu.


"Iya non,soalnya kalau terlalu lebat biasanya buat sarang semut sama tawon non. Jadi,lebih baik dipotong dari pada nanti ada yang ke gigit semut sama disengat tawon." Jawabnya sambil memotong ranting yang tingginya sekitar 5 meter.


"Oh jadi gitu ya pak." Mendengar jawaban dari bapak itu Ayu pun langsung melihat benda yang digunakan untuk memotong ranting.


"Kalau boleh tau itu alat apa ya pak?" Tanyanya dengan heran.


"Oh ini?" Ayu pun menganggukkan kepala. "Ini kaya galah non,cuma diatasnya dikasih semacam pisau gitu jadi bisa potong ranting yang agak tinggi." Lanjutnya menjawab pertanyaan dari Ayu.


"Aku boleh nyoba enggak pak?penasaran soalnya nih pak,tangan saya juga sudah agak gatal nih haha." Ucap Ayu karena geregetan ingin mencoba. Karena dari jauh Ayu sudah penasaran dengan alat yang digunakan ini.

__ADS_1


"Boleh non,tapi hati-hati ya jangan terlalu cepat maupun terlalu keras narik ke bawahnya." Ucap bapak itu sambil menasehati Ayu yang ingin mencoba. Akhirnya,bapak itu pun menyerahkan galah itu ke Ayu.


Ayu pun dengan percaya diri langsung mencari ranting yang sudah agak layu,disertai bapak yang mengawasi Ayu karena takut akan hal yang tak diinginkan.


Saat Ayu sedang mencoba memotong ranting pohon,tiba-tiba datang sebuah mobil berwarna hitam dan berhenti tepat dibelakang truk pengangkut. Terbuka lah pintu mobil itu dan keluar seorang pria yang mengenakan baju batik berwarna coklat,juga mengenakan peci dari dalam mobil itu.


Kemudian,orang itu langsung bergegas masuk menuju ke panti asuhan. Ayu yang melihatnya pun langsung berhenti memotong dan memperhatikan orang itu.


"Pak,siapa dia pak?" Tanya Ayu keheranan kepada bapak disampingnya.


"Dia bapak samsudin.Sph.,Dia adalah kepala desa disini non,padahal dia baru beberapa tahun disini tapi dia langsung memenangkan pemilihan calon kepala desa." Jawabnya sambil menjelaskan siapa orang tersebut.


"Hah maksudnya gimana pak?baru beberapa tahun disini?" Sahutnya heran setelah mendengar perkataan dari bapak itu.


"Iya non,katanya dia dulu itu orang kota terus pindah ke sini. Dia pindah sama keluarganya disini,kira-kira dia baru sekitar 3 tahunan disini." Lanjutnya menjawab pertanyaan dari Ayu.


Ayu pun terdiam seketika setelah mendengar perkataan dari bapak itu. Akan tetapi,dihatinya selalu ingin bertanya terus menerus. Tiba-tiba pintu mobil itu terbuka kembali dan keluar seorang pria,membuat Ayu melongo melihatnya karena masih diselimuti oleh rasa heran.


"Non.." ucap bapak itu sampai membuyarkan Ayu yang sedang melongo melihat pria itu.


"Ah iya pak,ada apa?" Jawabnya.


"Oh iya,maaf ya pak! Sampai lupa kalau saya lagi megang galah haha." Kata Ayu sambil menyerahkan galah itu ke bapak itu.


Setelah Ayu sudah menyerahkannya,ia ingin berbalik dan pergi masuk ke dalam panti asuhan tapi saat dia berbalik badan dan akan berjalan tiba-tiba pria itu sudah berada dibelakangnya yang membuatnya menabrak badan pria tersebut.


"Eh maaf!" Ayu yang tidak sengaja menabrak pun meminta maaf ke pria itu dan Ayu langsung menatap wajahnya.


"Ah enggak apa-apa kok! Kan enggak sengaja hehe." Jawab pria kepada Ayu yang keliatan panik.


"Oh iya,kenalkan nama aku Andre Ananta Maulana panggil aja Andre." Lanjutnya sambil mengulurkan tangannya dihadapan Ayu.


"Ah maaf,Nama aku Ayu Oktasafira panggil saja A Ayu." Jawabnya akan tetapi Ayu tidak menyambut tangannya. Pria itu pun langsung menarik tangannya kembali.


"Oh Ayu,Kenapa kamu disini?kamu sedang kerjanya?" Tanyanya.


"Ah enggak kok,tadi cuman nyoba alat itu doang." Jawab Ayu sambil melangkahkan kakinya.


"Oh kamu mau kemana?kok kaya buru-buru gitu." Tanyanya heran melihat Ayu yang dikit demi sedikit melangkah menjauhinya.

__ADS_1


"A aku mau ke toilet dulu ya. Oh iya,salam kenal Andre." Ayu pun bergegas meninggalkannya sendirian. Andre langsung mengangkat dan melihat tangan yang diulurkan untuk bisa bersalaman dengan Ayu.


"Ah rasanya seperti sedih tapi juga senang karena bisa berkenalan dengannya walaupun dia tidak menyambut tangan ku untuk bersalaman." Gumamnya dalam hati sambil memandangi Ayu yang berjalan menjauhinya.


Sementara di ruang kantor,Ayah dan Ibu sedang berdiskusi tentang akan peresmian panti asuhan ini kepada pemerintah dibantu oleh kepala desa.Ayah menyerahkan dokumen-dokumen penting ke kepala desa yang selanjutnya akan dibaca olehnya dan juga ditanda tangani setelah membaca tujuan panti asuhan akan dibangun.


"Em.." kepala desa sedang membaca dokumen penting untuk peresmian panti asuhan. Wajah ayah dan ibu harap-harap cemas karena ini satu-satunya panti asuhan yang ada disini.


"Hm oke,semuanya oke saya setuju dengan rencana ini karena sudah tidak ada lagi panti asuhan yang aktif disini." Kepala desa pun meletakkan dokumen penting. Wajah dari ayah dan ibu pun langsung lega mendengar perkataan dari kepala desa.


"Jadi hari jum'at depan akan ada peresmian dari panti asuhan ini?" Tanyanya sambil meletakkan kacamatanya dikantong saku bajunya.


"Iya pak kades." Jawab ayah sambil tersenyum lebar.


"Baik lah,nanti kalau mau pembukaan ngomong langsung ke saya ya pak bu.ini surat izinnya sudah saya tanda tangani tinggal bapak dan ibu melakukan promosinya." Kata pak kades.


"Terima kasih ya pak,nanti kalau hari pembukaan panti asuhan ini bapak akan kami undang nanti sekalian kami promosi biar banyak yang masuk." Ucap ayah dengan mengambil surat izin yang sudah ditanda tangani oleh pak kades.


Setelah itu,pak kades beranjak dari tempat duduk. Ayah dan ibu pun ikut beranjak dari tempat duduk.


"Semoga sukses ya pak." Ucap pak kades sambil mengulurkan tangannya ke ayah.


"Aamiin,terima kasih ya pak." Balas ayah dengan menyambut uluran tangan dari pak kades.


"Ya udah,saya pergi dulu ya pak bu." Pamitnya kepada ayah dan ibu.


"Iya pak." Balasnya singkat.


Pak kades pun keluar dari panti asuhan dan diantar oleh ayah sampai ke depan gerbang menuju ke mobilnya. Sebelum pak kades masuk ke mobil dia melambai tangan dan mengucapkan salam,"Assalamualaikum."


"Wa'alaikumsalam." Balas ayah.


Pak kades pun masuk ke mobil dan pergi meninggalkan panti asuhan. Disamping ayah,truk pengangkut masih ada disana. Semua orang berbondong-bondong mengangkat meja,kursi maupun kasur.


"Hati-hati ya mas!" Kata ayah sambil menasehati orang yang sedang mengangkat.


"Oh iya pak,siap!" Balasnya singkat.


Ayah pun masuk ke dalam dengan wajah gembira karena sebentar lagi panti asuhan yang sudah lama enggak digunakan sekarang akan aktif kembali. Persiapan demi persiapan sudah dilakukan dengan matang tinggal menentukan hari pembukaannya dan mendapatkan kabar dari bos besar ayah. Dibawah terik sinar matahari,semua orang masih bekerja dan membersihkan halaman sekitar panti asuhan. Mereka adalah warga sekitar yang dipanggil oleh ayah dan akan dikasih upah karena pekerjaan mereka yang telah membantu.

__ADS_1


Akan tetapi,apakah ibu Afrizal ada disana membantu persiapan panti asuhan atau memang dia pergi ke rumah tetangga. Afrizal hanya bisa menunggu ibunya pulang karena hari ini Afrizal masih sakit gara-gara perkelahian kemarin.


__ADS_2