
Ditengah terik panas matahari,Aku hanya melihat kebingungan karena tidak tahu harus apa yang dilakukan. Mereka berdua selalu melontarkan kata-kata yang memancing emosi satu sama lain apa lagi dengan Agung,ia terlihat sangat membenci mereka.
"Eh kuping kamu budek apa gimana sih?" Ucap Agung dengan nada keras.
Anak itu hanya tersenyum melihat tingkah dari Agung dan mengatakan,"kamu sudah berani bentak-bentak aku hah."
"Ya,aku berani karena kau yang menghalangi jalan kami berdua." Agung semakin emosi sampai menunjuk-nunjuk ke arah anak itu.
Aku harus melerai pertikaian mereka sebelum ada hal yang tidak diinginkan terjadi disini,jam penjaskes sudah mulai beberapa menit yang lalu.akan tetapi,aku sama Agung jadi terlambat karena dihalangi oleh anak buah Dio.
"Gung,sudah Gung!kita hiraukan dia dan lekas kita menuju ke lapangan!" Bisik ku menghentikan Agung yang hampir terpancing dengan kata dia.
Agung hanya diam mendengarkan perkataan dan menahan emosinya,tangannya yang sudah mengepal mulai tenang.kemudian,Agung menengok ke arahku yang disampingnya dan mengatakan,"baiklah,karena jam pelajaran sudah mulai dari tadi tapi kita harus menumbangkan dia dulu."
Aku kaget dengan ucapannya padaku dia berniat ingin menghajarnya.tiba-tiba tangan anak itu langsung memegang bahu dari Agung yang membelakanginya.
"Oi tidak sopan kalau sedang membelakangi lawan bicara." Katanya pada Agung.
Agung pun menoleh ke arah anak itu dan tidak lama kemudian tangan Agung melayang ke arah wajahnya,Aku yang didekatnya pun terkejut dengan tindakan dari Agung itu.
Setelah kejadian itu,kami berdua berlari menuju ke lapangan dan yah mereka teman sekelas kami sudah melakukan pemanasan dan didepannya ada guru penjaskes kami. Aku dan Agung pun bergegas berkumpul dibarisan teman-teman yang sedang pemanasan.
"Ayo,langsung gabung mumpung gurunya tidak lihat kami." Kata Agung padaku yang sudah berada dibelakang barisan.
"Ayo." Jawabku singkat.
Akan tetapi,guru kami seperti merasakan akan kehadiran kami berdua,dia langsung menanyakan kepada kami semua.
"Siapa tadi yang baru gabung?" Tanyanya.
Semua terdiam saat ditanya soal siapa yang terlambat gabung seperti sedang mengamankan Aku dan Agung.
"Siapa tadi yang baru gabung?cepat ke sini!" Tanyanya lagi kepada kami.
Semua terdiam lagi,pura-pura tidak tahu siapa yang barusan gabung. Semua pun langsung bertanya-tanya satu sama lain,karena terlalu berisik guru kami pun langsung marah pada kami semua.
"Woi,saya ini bicara sama orang apa tembok sih? Dari tadi ditanyain enggak ada yang nyaut pertanyaan saya." Guru kami pun semakin kesal karena tidak ada satu orang pun yang menjawab pertanyaan darinya.
Tiba-tiba ketua kelas kami langsung menjawab pertanyaan darinya dan menyuruh anak yang terlambat maju ke depan.
"Tadi ada dua orang Bu yang barusan ikut gabung." Katanya dengan nada lembut padanya.
"Mana anaknya?suruh maju ke sini!" Ucapnya kesal pada kami.
__ADS_1
Aku dan Agung pun melangkah demi selangkah menuju ke depan, Bu Guru sudah siap-siap memarahi kami berdua dengan memegang kertas absen yang digulung ditangannya.
Ketika kami sudah berdua di depan,kami pun langsung dipukulnya dengan kertas absen itu.kami berdua pun terdiam karena kami memang salah seharusnya sebelum ikut bergabung dengan lainnya harus meminta izin terlebih dahulu.
"Darimana saja kalian?udah jam segini baru datang." Tanyanya pada kami.
"Kami berdua tadi dihalangi oleh anak kelas lain Bu,jadi kami terlambat untuk kesini." Jawab Agung.
"Dihalangi apa dihadang?" Tanyanya lagi.
"Ya,tadi kami dihadang saat berjalan menuju kesini Bu." Jawabku dengan gemetar karena guru ku ini dikenal sebagai guru penjaskes yang tegas dan tidak mau mendengar alasan yang tidak logis.Nama guru ku ini adalah Fika.
"Alasan macam apa itu hah?" Ucapnya padaku. Bu Fika seperti tidak percaya dengan apa yang dikatakan oleh ku,padahal aku mengatakan dengan sebenarnya.
"Ya sudah,kalian berdua posisi push up coba!" Perintahnya pada kami berdua. Kami pun langsung menuruti perintah nya dengan melakukan posisi push up.
Setelah kami sudah siap dalam pada posisi push up,kami langsung diabaikan olehnya,malahan dia menjelaskan materi hari ini pada yang lain.
Aku hanya bisa menahan rasa sakit pada perut dan punggungku karena posisi push up ini. Agung langsung menengok ke arah ku karena dia melihat diriku yang sedang meringis menahan sakit.
"Izal,kamu baik-baik saja?" Tanyanya melihat ku meringis dan mengeluarkan keringat begitu banyak pada wajahku sehingga menetes ke tanah.
"Aku baik-baik saja!" Jawabku dengan senyum pada Agung.
Pada saat,kami berbincang-bincang dengan Agung.mataku langsung tertuju ketika melihat seorang perempuan yang sepertinya aku kenal,dia melintas di lorong kelas.ketika perempuan itu berjalan dibelakang ku tiba-tiba Bu Fika memanggil kami berdua.
Aku dan Agung lantas langsung menengok ke arah Bu Fika,dan dia mengatakan sesuatu kepada kami.
"Kalian berdua mau berdiri apa masih mau posisi push up?" Tanyanya kepada kami.
"Berdiri Bu!" Jawab kami serentak.
"Ok,kalian berdiri sekarang!" Katanya pada kami berdua.
Lantas kami pun langsung bergegas berdiri,akan tetapi punggungku mulai terasa sakit lagi membuatku harus menidurkan badanku. Bu Fika dan yang lainnya terkejut melihatku tergeletak pasrah di lapangan.
"Mas.. mas... Kamu enggak apa-apa?" Tanya Bu Fika padaku yang tiduran.
"Zal... Zal..."
Aku mendengar semua percakapan mereka semua dan kemudian suara mereka pun hilang dan semua menjadi gelap.
"Eh mas... Mas... Cepat gotong dia ke ruang UKS! Cepat!" Bu Fika yang tadinya garang langsung menjadi peduli saat melihat muridnya tidak berdaya.
__ADS_1
Semua yang tadinya sedang duduk langsung bergegas membawaku ke ruang UKS. Ada anak yang hanya diam melihat,ada anak yang bingung harus ngapain,ada anak yang langsung membawa ku Dari sini aku tahu siapa yang memiliki solidaritas tinggi pada temannya.
Aku perlahan-lahan membuka mataku dan melihat di sekelilingku,aku melihat ada anak dari organisasi PMR yang sedang duduk di kursi sedang mengobrol dengan temannya. Aku pun langsung mencoba bangun dan beranjak dari kasur,akan tetapi kepala ku terasa sakit sekali.
Anggota PMR yang melihatku ingin turun dari kasur langsung menghampiriku dan menyuruh ku untuk beristirahat sejenak di sini.
"Sen,jangan langsung bangun sen! Sen..." Suruh Nya padaku tapi tidak tahu namaku jadi dia bingung mau manggil aku.
Aku yang sedang pusing pun langsung menyebutkan nama padanya.
"Afrizal." kataku.
"Hah kenapa sen?" Tanyanya heran padaku.
"Namaku Afrizal." Jawabku jelas padanya.
"Oh baik,sen Afrizal istirahat dulu jangan langsung mengikuti pelajaran karena sen Afrizal tadi pingsan saat olahraga." Ucapnya jelas padaku.
Aku yang tidak ingat kejadian itu pun hanya bisa terdiam mendengar penjelasan darinya dan akhirnya aku langsung berbaring di kasur UKS lagi.
"Sen Afrizal,jangan keluar dulu ya!saya mau buatkan teh" ucapnya sambil memakai sepatu lalu ia meninggalkan aku dan temannya di ruang UKS.
"Mba,saya keluar dulu ya!" Pamitnya pada temannya.
"Iya"
Ketika aku mendengar suara temannya aku langsung terbayang dengan seseorang yang dulu ku kagumi dan juga ingin dimiliki,lantas aku pun bangkit dari tidurku dan duduk menghadap anak itu.
Ternyata,ia tidak memakai pakaian seragam sekolah tetapi ia memakai pakaian bebas. Dalam hatiku langsung bertanya-tanya siapa dirinya beberapa kali sampai memenuhi pikiranku,Aku pun memberanikan diri memanggilnya.
"Mba..." Panggil ku pada anak yang ada didepan meja sambil mengerjakan tugasnya di laptopnya.
Dia pun langsung menengok ke arahku yang membuatku sedikit terkejut karena dia benar-benar orang yang aku sukai waktu awal-awal masuk SMK,dia adalah senior ku tapi sekarang dia sudah lulus sekolah dan dia sudah bekerja.
"Iya,mas.ada apa?" Tanyanya heran padaku.
Aku hanya bengong melihatnya karena waktu dulu selalu melihat dari kejauhan sekarang sudah agak dekat dan hanya aku dengannya di ruang ini.
"Ah enggak Mba.maaf,aku kira Mba itu temanku." Jawabku dengan rasa kecewa karena sudah sedekat ini tetapi hati selalu gundah karena mungkin aku tidak pantas mendapatkannya. Aku harap ini pertemuan kami bisa terkenang selamanya dihati.
Aku memang tidak punya apa-apa akan tetapi aku cuma ingin dia setelah aku sudah memiliki semuanya dan sudah membahagiakan ibuku. jika memang dia milikku dia akan berada diperlukan ku tapi jika dia bukan milikku aku rela melepaskan nya karena takdir sudah ditetapkan dan jodoh sudah dipastikan.
"Oh kirain ada perlu apa gitu?kalau ada apa-apa panggil saya aja tapi kalau aku ada disini haha." ucapnya padaku dengan nada bercanda.
__ADS_1
"haha siap kalau gitu." sahutku padanya.
hari sudah hampir menjelang sore hari dan jam pun sudah menunjukkan pukul 14:30.sebentar lagi,semua murid pulang sekolah dan aku hanya belajar beberapa pelajaran saja.ibu pasti kecewa melihatku sekarang karena anaknya sudah tidak berdaya lagi karena serangan kemarin oleh Dio dan dua preman di lapangan.