JANGAN MENYERAH

JANGAN MENYERAH
SURAT ANCAMAN


__ADS_3

Malam pun berganti pagi hari dan semua orang mulai beraktivitas kembali,sedangkan aku masih bersiap-siap untuk berangkat sekolah seperti biasanya.


"Assalamualaikum bu,aku berangkat sekolah dulu ya" pamit ku pada ibuku yang sedang menjemur pakaian didepan rumah.


"Wa'alaikum salam zal,hati-hati dijalan ya nak dan semangat belajarnya biar kamu bisa menjadi orang yang berhasil" balasnya padaku,aku pun tertegun mendengar ucapannya.


"Iya bu,insya allah aku akan membahagiakan ibu saat aku sudah lulus nanti. Aku berangkat dulu ya bu" pamit ku sekali lagi dengan mencium tangannya yang sudah mulai menua.


Aku pun berjalan menuju ke sekolah seorang diri sesekali aku melirik ke seberang jalan untuk melihat tempat panti asuhan yang ayu bilang padaku. Dan ternyata panti asuhan itu ada di tempat pada waktu pertama kali aku berjumpa kembali padanya.Aku berdiam diri melihat panti asuhan yang dihadapanku memikirkan kapan panti asuhan ini beroperasi kembali lalu aku pun melanjutkan perjalanan menuju ke sekolah.


Di depan gerbang sekolah aku melihat semua para siswa berdatangan dari berbagai arah,semua terlihat bahagia sedangkan diriku hanya murung karena ketika di sekolah diriku selalu saja mendapatkan tindakan yang kurang enak dari para murid lain yang seangkatan denganku.


Pada saat aku berjalan melewati beberapa kelas,aku tidak mendengar satu kata pun dari mulut mereka. Mereka semua terdiam saat aku berjalan dihadapannya biasanya mereka selalu membisikkan satu persatu perkataan yang tidak enak bagiku.


"Oii awas!!" Aku mendengar suara seseorang yang menyuruh murid lain untuk minggir dijalannya.Aku pun seketika menengok ke belakang dan ternyata itu adalah Dio Ananta orang yang selalu menghinaku.


"Oii zal...!" Sapa nya padaku.


Aku pun terdiam keheranan padanya karena dia seperti bukan dirinya lagi bagiku, dia sebenarnya teman ku waktu masih kelas 1 tetapi semua berubah.dia menjadi menjauhi ku dan malah sering menghina ku.


"Ada apa zal? Tenang aku tak akan menghinamu apa lagi melukaimu" jelasnya padaku. "Aku ingin membicarakan sesuatu baik-baik padamu tetapi hm karena disini masih ramai kita bicarakan nanti setelah pulang sekolah di lapangan belakang sekolah oke?" Lanjutnya.


"Ada apa ini? Kalian ingin menghajar ku di lapangan nanti?" Jawabku karena tak percaya terhadap omongan si dio tadi.


"Eits kita gak bakal kaya gitu lagi kok,akan tetapi kalau lu nanti mau jelasin tentang hal yang ingin gue tanyain pada lu. Hm mungkin kita bisa berteman kalau lu mau buka rahasia lu ke kami, bagaimana? Gue tetap nunggu intinya ya kalau lu gak muncul juga lu akan merasakan hal yang menyakitkan" dio mengancam ku dengan penuh pertanyaan dalam benakku.


"Rahasia? Emang aku ada rahasia apa? Sampai-sampai dia mengancam ku?" Tanyaku dalam hati.


"Oke,aku akan menemui mu di lapangan nanti" jawabku dengan tegas.


"Ouhh baiklah,gue nunggu kedatangan lu nanti. Ayo guys kita lanjut jalan-jalannya!" Si dio dan teman-temannya pun berjalan meninggalkan ku dengan sebuah pesan. Aku pun juga berlanjut menuju ke kelas untuk belajar.


Semua terlihat seperti biasa semua teman kelasku memandang sebelah mata kepadaku,aku ingin cepat-cepat pulang dan juga ingin mempercepat kelulusanku.


Jam pelajaran pun dimulai,kami semua menuju bengkel sekolah karena ini adalah pelajaran praktek. Semua langsung mengganti seragam sekolah menjadi seragam bengkel sekolah berwarna biru.

__ADS_1


Saat kami sedang mengganti baju tiba-tiba pak guru masuk ke kelas,


" Assalamualaikum semuanya" salam pak guru.


"Wa'alaikum salam" semua menjawab serentak.


"Semuanya sudah ganti baju?" Tanyanya pada kami.


"Sudah pak" jawab kami lagi.


"Kita hari ini akan mencoba praktek bongkar pasang mesin atau juga sering disebut dengan overhaul. Disini ada yang pernah melakukan overhaul sebelumnya? Waktu praktek kerja lapangan ada?" Lanjutnya menjelaskan kegiatan yang akan kami lakukan.


Semua terdiam mungkin kami semua di kelas ini belum ada yang pernah melakukan overhaul sebelumnya.


"Jadi belum ada yang pernah melakukan overhaul ya sudah,ayo kita langsung ke engine training yang ada di bengkel" pak guru pun mengajak kami menuju ke bengkel yang ada engine training nya.


Semua pun berkumpul mengitari pak guru dan juga engine training. Kami pun mendengar dengan seksama penjelasan pak guru tentang cara bagaimana melakukan overhaul. Setelah,pak guru sudah menjelaskan semua ia pun menyuruh kita belajar cara membongkar bagian-bagian yang ada di engine dengan melihat contohnya di buku praktek kami.


"Saya nanti jam 8 ada rapat di kantor,saya titip pesan jangan ribut kalau saya tinggal dan juga terus pelajari apa-apa saja yang ada di buku itu. Ok semuanya?"


"Baik pak,tenang aja" jawab kami serentak.


"Oi oi... Pak guru enggak ada nih,enaknya ngapain cuy?" Ketua kelas begitu senangnya ketika ditinggal oleh pak guru yang mengajar.


"Hmm ke kantin yuk" satu siswa menjawab pertanyaan dari ketua kelas.


"Mending kita praktek saja biar bisa! Kan kita bentar lagi mau diadakan ujian praktek pasti kita disuruh bongkar-bongkar gini" satu siswa lagi menjawab pertanyaan dari ketua kelas.


Aku tak tahu apa yang sebenarnya yang dipikirkan oleh ketua kelas, dia seakan mengajak teman-teman untuk tidak belajar. Aku melihat dua sisi yang berbeda ada anak yang rajin dan juga anak yang tak mau menyia-nyiakan kesempatan.


"Ya sudah! Terserah kalian saja mau ngapain saya enggak ngatur kalian" ketua kelas pun membalas semua pernyataan dari kedua siswa tadi.


Semua siswa pun ada senang ada pun yang serius belajar. Dan ada satu siswa yang mulai membongkar satu engine training.


"E... Yang dibongkar mana dulu ya?" Dia seperti kebingungan mencari tahu yang dibongkar pertama dibuku praktek.

__ADS_1


Tiba-tiba ada satu siswa lagi yang datang membawa kunci-kunci yang diperlukan untuk membuka maupun mengencangkan.


"Ini kunci-kuncinya cuy" katanya sambil menaruh kuncinya dilantai dekat engine training, "kenapa?" Tanyanya melihat temannya kebingungan.


"Ini yang dibongkar mana dulu wid?" Jawabnya sambil melihat petunjuk di buku.


Mereka berdua pun mencari bersama yang harus dilakukan sebelum engine overhaul.


"Nah ini nih! Yang pertama bongkar dari cooling fan,bongkar rantai,buka cylinder head sama bongkar piston" salah satu dari mereka ada yang berhasil menemukan petunjuknya.


"Yosh ayo lakukan wid!" Setelah mereka menemukannya mereka langsung bersemangat untuk membongkar bagian-bagian engine.


Setelah mereka mau melakukan banyak yang teman-teman termasuk saya yang juga ingin melihat prosesnya.


Waktu kami melihat cara membongkar dengan benar tiba-tiba dari depan bengkel ada seseorang yang teriak ke arah kami.


"Woi..." Teriaknya dari depan.


Semua langsung menengok ke belakang melihat siapa yang berteriak tadi.


" Saya ke sini mau cari si Afrizal" anak itu berjalan menghampiri kami.


"Ada apa ya cari saya?" Jawabku yang langsung menghadang dia.


Semua teman-temanku hanya melihat dan bertanya-tanya.


"Kenapa lagi sih itu anak? Kaya banyak masalah banget" temanku pun bertanya-tanya dan mengomel diri sendiri.


"Lah dia udah pergi aja" lanjutnya.


Anak tadi menyerahkan surat kepadaku dan langsung pergi meninggalkanku. Dia bilang baca suratnya sekarang juga sebelum terjadi sesuatu padamu,aku pun langsung membaca surat itu dan ternyata isinya ancaman untukku kalau nanti sepulang sekolah tidak menemui si Dio di lapangan belakang sekolah.


"Ada apa sih sebenarnya?" Aku selalu bertanya-tanya apa yang ingin dio lakukan padaku ketika kami bertemu.


Aku pun langsung balik lagi ke bengkel tanpa menghiraukan surat tersebut.Saat aku berjalan teman-temanku saling bersahutan menyalahkan ku.

__ADS_1


"Wuh makanya jangan cari masalah terus jadinya sering dicariin anak kelas sebelah kan!" seorang temanku menyoraki aku dengan cukup keras sampai teman yang sedang praktek pun menoleh ke arahnya


"Iya" sahutku dengan tidak menghiraukan perkataan tadi. Lalu,aku pun melanjutkan membaca buku praktek.


__ADS_2