
Aku menghampiri pintu dan membuka pintu ternyata dia ayu okta safira.
"Assalamualaikum zal." salamnya saat Aku membuka pintu.
Aku kebingungan dan ada rasa senang melihat Ayu ternyata bertamu ke rumah.
"Wa'alaikum salam" jawabku.
"Wa'alaikum salam,eh ada temannya afrizal ya", ibuku langsung menghampiri ayu yang masih didepan rumah. "Ayo masuk duduk" lanjutnya, "iya bu" ayu masuk ke dalam duduk di kursi kayu kami di ruang tamu rumah kami.
"Maaf ya kursinya kaya gini hehe" Afrizal berusaha mencari topik pembicaraan," iya gapapa kok zal" jawabnya dengan senyum. Aku yang tak kuat dengan senyumnya lalu menutup muka karena tersipu malu melihat senyum indahnya sampai dadaku terasa berdebar - debar .
"Ada apa zal?" Tanyanya heran kepada tingkah lakuku yang aneh karena tiba-tiba menutup muka saat ayu berbicara padaku. "Ah gapapa kok yu." ucapku sambil membuka tanganku karena sudah hilang tersipu malu ku.
Aku pun akhirnya menanyakan perihal dia berada kembali ke desa ini. Aku cuma mendengar ayahnya akan membeli rumah di seberang jalan sekolahnya.
"Bukannya kamu udah tahu?" Dia keheranan karena Aku menanyakan hal yang sama.
"Oh iya,aku sama orang tuaku akan tinggal di sini lagi." Lanjutnya dengan senangnya menjelaskannya padaku , "ke.. kembali tinggal di sini?" Tanyaku.
"iya,karena ayahku disuruh mengelola panti asuhan atau lebih pantas membangun panti asuhan di desa oleh bosnya untuk membantu anak-anak yang ditelantarkan dan yang yatim piatu jadi tadi waktu kita ketemu lagi di jalan tadi sebenarnya itu bukan mau beli rumah tapi mau beli panti asuhan yang sudah tidak beroperasi lagi. Maaf aku terlalu berbicara panjang lebar hehe."
"Gak apa-apa kok,jadi ayah kamu mau membuka panti asuhan disini?? Whoa aku do'akan semoga bisa beroperasi selamanya sampai kamu nanti" mendengar penjelasan dari ayu aku langsung merasa kagum pada ayahnya.
Dari belakang ibuku sedang membawa minuman ke arah kami. "Maaf ya de,cuma ini air putih saja" sambil menaruh gelas yang isinya air putih, "ga usah repot-repot bu,aku cuma sebentar kok" jawabnya. Aku melihat ayu sekarang lebih dewasa dari sebelumnya walau pun kami seumuran tapi aku sangat merenungkan hal ini teringat bahwa diriku selalu masih merepotkan ibu.
"Ibu ike sehat?" Tanya ayu pada ibuku.
"Alhamdulillah sehat nak" jawab ibuku dengan penuh kebingungan karena anak itu memanggil namanya.
__ADS_1
"Kenapa ibu bingung? Ini kan ayu okta yang waktu itu pernah jadi tetangga kita. Dia sekarang baru balik lagi ke sini" ucapku karena melihat ibu kebingungan.
"Ayu anaknya ibu cici?" Ibu pun tanya balik padaku. "Iya" balasku pada ibuku, mendengar itu ibuku langsung melihat ayu dan mengatakan,"kamu sekarang cantik ya nak setelah 5 tahun tak bertemu hehe" ibuku memuji karena kecantikan ayu, "Makasih ya bu,ibu juga cantik kok" balasnya dengan senyum.
"Bisa aja kamu nak,ya udah ibu mau keluar membeli cemilan untuk kalian" ibu bergegas keluar rumah menuju ke warung meninggalkan kami berdua di ruang tamu.
Kami berdua pun hanya diam dan cuma menatap satu sama lain. "Ah.. jadi ada apa yu?" Akhirnya aku memberanikan membuka percakapan,ini pertama kalinya aku mengobrol dengan orang lain setelah sekian lamanya tidak ada yang mau mengobrol denganku.
"Aku ke sini mau mengajakmu jalan-jalan nanti malam,k...kamu bisa gak?" Ayu menjawab dengan sedikit grogi entah kenapa kami berbeda dengan yang dijalan tadi.
Saat aku akan menjawab pertanyaan dari ayu ternyata ibuku yang dari warung sudah pulang dan langsung menaruh cemilan di hadapan kami.
"Silahkan nak ayu,silahkan di makan" ibu mempersilakan ayu untuk makan cemilan yang dibelinya.
"Ahh iya bu,makasih ya bu" jawabnya.
"Ibu mau ke belakang dulu ya" pamitnya pada kami berdua yang sedang duduk di ruang tamu. Saat ibu sedang berjalan menuju ke belakang ayu langsung menanyakannya kembali tentang tadi,Ibuku kali ini seperti bahagia sekali karena mungkin masih ada yang bertamu dirumah ini.
Aku menjawab, "Ya,tapi kemana?" karena aku tidak tahu kemana tujuan yang ayu inginkan.
"Kita pergi ke pasar malam" jawabnya. "Tadi waktu dalam perjalanan ke sini aku melihat ada pasar malam,gimana?kalau iya nanti habis isya kita ke sana" Lanjutnya.
"Ahh baiklah,tapi jangan kemalaman ya kan besoknya aku harus sekolah" ucapku karena mendengar perkataan itu ayu pun langsung gembira dan tersenyum lebar dengan manis.
"Kalau begitu aku pulang dulu ya zal,aku mau beres dulu di rumah kakek." Seketika itu ayu langsung berpamitan padaku ya mungkin karena dia baru sampai di sini langsung bertamu ke rumah.
"Ibu ike,aku pamit pulang ya" ayu memanggil ibu yang sedang mencuci baju di kamar mandi.
Ibu dengan bergegas meninggalkan cuciannya dan langsung menghampiri ayu yang sudah siap untuk pulang. "Eh iya nak,hati-hati ya" kata ibu , "Oh iya,aku lupa mencium tangan ibu." ayu sekarang berubah dari yang dulu suka langsung menghilang entah kemana tapi sekarang dia berpamitan dengan sopan.
__ADS_1
"Assalamualaikum,nanti habis isya jangan lupa ya zal" katanya untuk mengingatkan janji yang dibuatku padanya.
"Wa'alaikum salam yu,insya allah aku tidak akan lupa" kataku dengan tegas dan menyakinkan ayu untuk mempercayainya.
Ayu tersenyum padaku lalu ia pulang sendiri tanpa perlu diantarkan olehku sampai dirumah kakeknya,Aku merasa kecewa karena dipikiran ku hanya cara untuk memiliki ayu. Tetapi aku cuma berdiri di depan pintu melihat ayu yang berjalan menjauhi rumahku.
Dan akhirnya,malam pun datang. Setelah menunaikan sholat isya di masjid aku langsung bergegas pulang dan mengganti baju karena aku tak mau si ayu menunggu lama dan supaya pulang dari pasar malam tidak terlalu malam.
Saat Aku sedang berganti pakaian dikamar terdengar ketukan pintu dari luar.
Tok...tok...tok...
"Assalamualaikum" salamnya sambil mengetuk pintu.
Aku pun selesai mengganti pakaian dan siap untuk jalan-jalan dengan kawan lama ku yang sudah kembali.Aku pun membuka pintu dan menjawab salam darinya.
"Wa'alaikum salam" betapa terkejutnya aku ketika melihat ayu yang dandan dengan cantiknya dibalut hijab berwarna pink yang menutupi kepalanya dan baju berwarna putih berjaket biru dan memakai celana panjang yang membuat siapa saja melihatnya pasti langsung salah tingkah olehnya dan juga jantungnya berdebar kencang seperti yang dirasakan ku.
"Ah maaf ya zal,aku baru sampe" katanya dengan lembutnya yang membuat pipiku menjadi merah seketika karena si ayu. aku pun menggelengkan kepala untuk tidak terus menatap ke ayu.
"Ah aku juga baru juga siap-siap kok yu" balasnya.
Aku melanjutkan perkataan ku ,"Ayo kita jalan ke pasar malam." Tetapi ayu malah menghentikan afrizal dari langkahnya dan mengatakan," kita pamit dulu sama ibumu".
"Bu..." Sapa Nya sembari menunggu kedatangan ibuku dari dalam rumah. Akhirnya,ibuku berjalan menuju ke arah kami. "Udah mau jalan nih?" Tanyanya pada kami,"iya nih bu,aku sama izal jalan dulu ya bu. Assalamualaikum" ayu pun mencium tangan ibuku. "Ibu,kami jalan dulu ya bu!" kata afrizal sambil mencium tangan ibunya,"iya nak,hati-hati dijalan ya" balasnya sambil mengelus rambutnya.
"Assalamualaikum bu." salam dariku dengan ayu sambil melangkahkan kaki meninggalkan ibuku dirumah.
"Wa'alaikum salam." balas ibu.
__ADS_1
Kami berdua pun berjalan meninggalkan rumah menuju ke pasar malam yang ada di desa seberang. Kami pun berhenti di halte menunggu angkutan umum yang menuju ke desa berikutnya.