
*Sebelumnya*
"Assalamualaikum zal,senang bertemu kembali" ayu berpamitan pada Izal.
"Wa'alaikumsalam" jawab Afrizal.
Ayu pun bergegas menghampiri mamah dan ayah yang diseberang jalan,Ayu merasa kasian kepada Afrizal karena Afrizal saat setelah membantu kakek wajahnya langsung murung sebelum Ayu memanggilnya.
"Ada apa mah?" Tanyaku pada mamah didepan rumah yang dijual pada kami.
"Dari mana saja kamu? mamah sama papah nyariin kamu tadi loh" mamah sedikit marah pada ayu karena tidak berpamitan saat mereka berdua sedang mengobrol tentang rumah yang akan dibeli.
"E.. tadi cuma jalan-jalan doang kok mah sama nyariin cemilan diseberang jalan." jawab ayu kepada mamahnya. mamah menatap dengan tidak percaya akan omongan dari ayu.
"Ayo masuk,kita lihat-lihat didalamnya." Kami pun masuk ke dalam rumah bersama sang pemilik rumahnya.
Rumahnya begitu besar dan halamannya pun luas."mah,apa ini terlalu luas untuk kita?" Tanyaku pada heran karena kenapa harus memilih rumah mewah ini.
"Ya,karena ayah kamu ingin membuka panti asuhan disini" mendengar alasan itu aku merasa bangga kepada ayah yang ternyata tidak memikirkan dirinya dan keluarganya saja tapi orang lain.
"Rumah ini punya 50 kamar yang di setiap sudut ruangan" jelas sang pemilik rumah tersebut dan menunjukkan pintu kamar yang berderet.
"50 kamar?" Ayah terkejut langsung menanyakan kembali jumlah kamar di rumah ini. "Iya pa,ada 50 kamar dan satu kamar diisi 4 anak" jelas sang pemilik rumah.
Karena terlalu heran ayu pun bertanya," ini dulunya tempat apa ya pak?" Tanya ayu kepada sang pemilik.
"Dulunya disini tempat panti asuhan karena bangkrut akhirnya tempat ini ditutup dan dari tahun kemarin saya menjual rumah ini tetapi saya baru dapat pembeli di tahun ini yaitu anda." balasnya.
Dulu waktu aku masih kecil aku mendengar di sekitar sini ada panti asuhan tapi aku belum pernah melihatnya dan kini aku beri melihatnya sekarang. Sungguh,aku kaget sebelumnya karena aku belum melihatnya sekali pun tetapi saat baru melihatnya secara langsung, ayahku malah ingin membeli dan membangun panti asuhan lagi di sini,tujuannya ialah satu membuat anak yang ditelantarkan atau yang sudah yatim piatu bisa merasakan hangatnya kasih sayang dari orang tua.
__ADS_1
"Di sini bagian belakang pak,di sini ada taman sama kolam yang dulunya dibuat tempat bermain anak-anak" sang pemilik menunjukan halaman belakang rumah. Ayu dan orang tuanya terkejut karena melihat halaman belakangnya yang begitu luas dan juga disekelilingnya dipenuhi oleh hijau pepohonan.
"Dulu disini ada berapa anak yang tinggal di rumah?" Tanya ayah pada sang pemilik."Ada sekitar 60-70 anak" jawabnya. Ayah pun terkejut kenapa kamar berjumlah 50 kamar tapi anak yang ditinggal jumlahnya ada 60-70 pikirnya.
"Kenapa kok bisa melebihi kapasitas kamarnya pak? Terus kenapa muat buat 60 anak?" Tanya ayahku heran. "Kan setiap kamar kami isi 4 anak" jelasnya. "Oh iya,maaf pak saya lupa kalau sekamar bisa 4 anak hehe" ayah merasa malu karena lupa sama penjelasan dari sang pemilik rumah.
Ayu dan mamahnya pun berjalan keluar gerbang meninggalkan ayah yang sedang bernegosiasi harga rumah ini dengan pemilik dan aku bersama mamah menunggu di depan gerbang.
"Ayu,tadi kamu kemana?" Ayu terkejut mamah menanyakan hal itu.
"Ayu tadi ketemu teman lama ayu mah" jawab ayu.
"Siapa??" Lanjutnya, "Afrizal,ingat gak mah?" Ayu pun balik bertanya kepada mamahnya. Ayu merasa kalau mamahnya lupa tentang Afrizal,Ayu pun mencoba untuk mengingat nama ibunya.
"Mamah kok lupa ya nak"balasnya yang membuat ayu terkejut mendengar jawaban dari mamahnya.
"Kalau ibu hmm ibu Ike masih ingat?" Ayu mencoba mengingatkan nama teman lama dan tetangga rumah waktu masih di sini.
Ayu melihat ayah berjalan menuju ke depan menghampiri kami berdua.
"Gimana pah?" Tanya mamah dengan rasa penasaran ayu pun ikut merasa penasaran.
"papah,menawarinya dengan 250 juta tapi pemiliknya ingin 500 juta mah" jawab ayah dengan wajah kecewa karena ini satu-satunya tempat yang dekat sama dengan orang tua dari ayah.
"Ya udah kita cari tempat lain aja pah" mamah menenangkan ayah yang sedang kecewa karena gagal membeli tempat panti asuhan di tempat asalnya. Kami sebenarnya adalah orang asli desa Sukaraja tapi 5 tahun lalu ayah ayu mendapatkan kerja di kota yang akhirnya ayu dan orang tuanya pindah disana meninggalkan kakek nenek di sini.
Saat kami akan masuk ke dalam mobil,pemilik rumah itu memanggil ayah. Dia berlari dari depan rumah sampai depan gerbang.
"Pak... Pak..."
__ADS_1
"Ada apa pak? Apa ada sesuatu milik kami yang ketinggalan didalam?" Ayah pun bertanya karena pemilik rumah berlari dari dalam mengejar kami.
"Aku terima tawaran bapak dengan 300 juta ya" pemilik itu kembali bernegosiasi dengan ayahku.
"300 juta pak??" Tanya ayah kembali.
"Iya,kalau itu bapak mau kalau tidak ya sudah saya akan jual ke orang lain.gimana pak??" Pemilik mengatakan ini negosiasi terakhir.
"Hmm baiklah saya akan membeli rumah ini dengan 300 juta" ayah langsung menyodorkan tangannya bertanda akan ada persetujuan dan akhirnya pemilik pun bersalaman dengan ayah yang didalam mobil. ayu tersenyum karena mendengar ayah akan membeli rumah ini.
Setelah itu,ayu dan orang tuanya pun mampir ke rumah nenek kakek. Setelah sekian lama mereka sekeluarga belum mengunjungi rumah nenek- kakek di sini dan ini bisa menjadi kesempatan ayu bertamu ke rumah Afrizal, mereka pun telah sampai di depan gang rumah. "Alhamdulillah,akhirnya aku kembali ke sini" kata ayah didepan gang menuju rumah kakek dan nenek karena merasa bersyukur bisa kembali dengan keadaan berhasil. "Ayo,masuk ke rumah nenek-kakek" ayah pun dengan semangatnya mengajak ayu dan mamah menuju ke rumah.
"Assalamualaikum bu,pak" ayah langsung mengetuk pintu sambil memberi salam.
"Wa'alaikumsalam ya allah Salim,cici dan cucuku ayu" nenek yang membuka pintu rumah dan begitu terkejut melihat kami datang. Dari belakang,kakek menengok ke depan di ruang tamu, "ya allah,nak. Kapan kamu sampai ke sini huhu" kakek yang melihat anaknya yaitu ayah ayu langsung memeluknya dengan rasa haru.
"Ayo duduk dan rapihkan barang di kamar" nenek menyuruh mamah pada ayu untuk meletakkan barangnya di kamar. Ayu yang ingin sekali bertemu Afrizal akhirnya pamit ke mamah untuk ke rumahnya.
" Mamah,aku izin mau ke rumah Afrizal" izinnya kepada mamahnya.
"Ya udah,ati-ati ya" akhirnya mamah mengizinkan ayu untuk ke rumah Afrizal. "Makasih ya mah" ayu tidak banyak basa basi langsung bergegas keluar rumah dan berjalan ke rumah Afrizal.
Sementara itu,
"Ibu,kenapa tidur di sini??" Tanya aku kepada ibu yang tertidur di kursi kayu ruang tamu.
"Haha ibu mungkin kelelahan jadi ketiduran nak" ibuku selalu berkata lelah tapi hati selalu semangat.
"Ibu,aku berjanji akan membuat ibu bahagia nanti bu. Aku tak ingin ibu terus merasa lelah dan capek seperti ini." Saat aku sedang berbicara dengan ibuku ada seorang yang mengetuk pintu Tok... Tok... Tok aku menghampiri dan membuka pintunya ternyata itu adalah Ayu.
__ADS_1
"Assalamualaikum zal".