JANGAN PAKSAKAN CINTA

JANGAN PAKSAKAN CINTA
BAB 10 ''Kejadian Naas''


__ADS_3

Setelah Han dan Arya keluar dari ruang kerja nya, Cinta terduduk lemas menangis menguapkan gemuruh di hati nya. Dia juga tidak mengerti, kenapa kata kata Han begitu menyinggung perasaan nya, begitu menyakiti hati nya. Kini apa yang di kata kan Arya tadi pagi kembali terngiang di ingatan nya, apa kami tidak lihat perubahan mu? apa kau tidak tau kalau Bibi menangis tiap malam hanya untuk mendoakan mu? Kata kata itu berputar bergantian di pikiran Cinta membuat nya teringat akan hari di malam Aryan pergi meninggal kan nya untuk selama nya.


.


.


.


Kejadian naas


.


Pesta ulang tahun Cinta.


Cinta tampak tidak tenang menanti suami nya pulang, karena waktu sudah menunjukan pukul 22.00. Tidak ada kabar, membuat hati nya semakin cemas dan gusar.


.


''Ibu, kenapa mas Aryan belum sampai ya?'' tanya Cinta khawatir.


''Sabar nak, mungkin Aryan lagi d jalan'' jawab ibu menenangkan menantunya.


Tapi Cinta tidak sama sekali tenang, dia terus menatap pintu gerbang menanti mobil pujaan hati nya memasuki lingkungan rumah.


.

__ADS_1


.


Kring...Kring...


Bunyi Hp Cinta mengagetkan nya dalam penantian.


Cinta menatap layar, panggilan masuk dari Arya.


''Arya!! kalian di mana? kenapa belum sampai? ini sudah jam berapa? bukan kah...'' Cinta tak dapat melanjutkan kata katanya.


''Kami di rumah sakit! Aryan kecelakaan!!'' potong suara di seberang.


Cinta menjatuhkan Hp nya, berlari menuju mobil sambil melepaskan alas kaki nya, karena dia ingin berlari secepat mungkin, dia tidak menangis sepanjang jalan dia hanya berfikir mungkin mas Aryan hanya tergores, mungkin mas Aryan mengerjainya, mungkin..., dan kemungkinan yang di karang nya sendiri...


Akhirnya ibu memutuskan menelepon Arya


''Arya apa yang terjadi?'' ibu menelepon


''Bibi, Aryan kecelakaan'' jawab Aryan


Ibu terdiam, menjatuhkan Hp dari genggamannya. Ken dan Citra saling tatap penuh kebingungan...


.


.

__ADS_1


Akhirnya mobil Cinta berhenti tepat di pintu masuk UGD, dia turun dari mobil tanpa alas kaki, dan saat dia membuka pintu dan melihat ada Arya yang berdiri di depan pintu ruang operasi dengan pakaian penuh dengan warna merah, wajah Arya memancarkan kesedihan sekaligus kepanikan.


Cinta berjalan gontai menghampiri Arya menatap nya minta penjelasan.


''Saat dia menerima telepon dari mu, kami masih makan malam bersama klien, dia tampak tidak tenang akhirnya dia pergi. Aku sudah melarang nya'' Arya menarik nafas lanjut menjelas kan ''Sebelum dia pergi, dia hanya bilang Hari ini istri ku ulang tahun, jadi kedatangan ku lah yang membuat nya bahagia, dia langsung membawa mobil dengan kecepatan tinggi, karena aku khawatir aku mengejarnya tapi aku kehilangan jejak'' Arya mulai menangis.


''Kenapa kau menangis?!!!'' teriak Cinta menggema di ruang UGD ''Jangan menangis!!! suami ku tidak akan apa apa'' ucap Cinta terduduk di lantai nyaris pingsan.


Ibu, Ken dan Citra mencoba menenangkan, tapi Cinta tak bergeming tidak ada air mata, pandangan nya kosong.


Dokter keluar dari ruang operasi


''Keluarga pasien'' tanya dokter seraya melepaskan sarung tangan.


''Saya istrinya'' jawab Cinta ''kami boleh masuk???'' tanyanya penuh harap.


Dokter menghela nafas panjang...


''Maaf kami sudah berusaha'' jawab dokter penuh penyesalan ''Pasien terlalu banyak kehilangan darah, dan benturan keras di dada nya berakibat fatal, maaf kan kami'' ucap dokter menundukkan kepala.


Cinta jatuh tak sadarkan diri...


Bersambung...


Tolong tinggal kan jejak ya 😊

__ADS_1


__ADS_2