
Mobil Cinta melaju membela keramaian jalan raya, dia sedikit kesal kenapa harus bertemu Robi. Pasti dia sedang merencanakan sesuatu pikir Cinta...
Buus...ssthh...
''Kenap mobil ini'' umpat Cinta yang bingung merasa mobil nya tidak beres dan menepikanya dan turun melihat ban depan yang sudah kempet ''Ah sial!!'' maki Cinta menepuk kap mobil kesal.
Bersamaan dengan itu, di arah berlawanan mobil Han melintas dan melihat Cinta sedang mencoba menghubungi seseorang
''Cinta?'' ucap Han memutar balik mobilnya.
Tin..tin..
Cinta menoleh melepas kaca mata nya Han? gumam nya
''Ada apa? kenapa mobil mu? memang nya kau dari mana?'' tanya Han bertubi tubi.
Cinta menarik nafas panjang, melengos ''Kau tidak liat ban mobil ku kempet?'' jawab Cinta menunjuk ban dengan kaki nya.
Han hanya menganggukan kepala,
''Naik lah dulu, nanti aku telpon mobil derek'' Han turun dari mobil dan membuka pintu belakang.
''Kau mau jadi supir?'' jawab Cinta melengos membuka pintu depan, duduk dengan wajah kesal.
Han masih bengong. Kenapa dia begitu cepat sekali berubah, sebentar bentar dingin, sebentar bentar jutek Akh...gerutu hati Han sambil menggaruk belakang kepala yang tidak gatal.
Cinta melirik Han,
''Hey! masuk!!'' teriak Cinta dari dalam mobil.
''Hahaha... maaf maaf...'' Han masuk ke mobil dan mulai menjalan kan nya.
__ADS_1
Hening sejenak...
kenapa dia tampak begitu kesal? agkrh...dia benar benar membuat ku gila. Han.
apa yang sebenarnya di rencanakan Robi, dia benar benar tidak menyerah. Cinta.
''Dasar gila'' ucap Cinta pelan tanpa sadar.
''Apa??'' Jawab Han melirik Cinta yang sedang menatap luar jendela.
''Bukan kau'' jawab Cinta acuh.
Han menarik nafas panjang. kemudian hening lagi.
''Apa kau sudah makan?'' tanya Han hati hati.
''Apa aku terlihat sudah kenyang?'' jawab Cinta datar.
Cinta melirik Han kenapa dia? tanya Cinta dalam hati.
''Kau kenapa?'' tanya Cinta mengagetkan Han.
''Ti-tidak apa apa'' jawab Han mencoba tenang ''Kau bisa sedikit normal tidak?'' lanjut Han hati hati, dia melihat wajah Cinta kini menahan amarah.
''Maksud mu? aku tidak normal?!!'' nada penuh penekanan dengan tatapan mata menzholimi.
''Bu-buka begitu, kau terlalu dingin'' ucap Han lagi, dia sudah bersiap akan makian Cinta.
Cinta hanya tersenyum sinis.
''Jadi kau mau makan atau tidak?'' Han lagi dengan nada sedikit kesal.
__ADS_1
Cinta melirik.
''Jadi kau sedang mengajakku makan siang bersama?'' tanya Cinta masih tetap menatap keluar jendela.
''Anggap lah begitu'' jawab Han sudah sangat kesal.
''Maksud nya?'' tanya Cinta.
Han menepikan mobil, mengunci pintu, dan menatap Cinta.
Cinta balas menatap dingin, padahal dalam hati nya ada sedikit rasa ketakutan melihat Han yang sudah kesal.
Han yang sudah sangat kesal, ingin sekali melampiaskan nya, tapi tiba tiba wajah Adinda melintas di kepala nya. Han memalingkan muka nya, menyandar kan kening nya di kemudi teringat ucapan Adinda.
''Kakak, jangan terlalu jutek dan dingin, nanti tidak ada wanita yang menyukai mu. Hahaha'' ucap Dinda..
Tawa Dinda bergema di telinga Han, dia sangat merindukan tawa itu.
Cinta menatap tak mengerti
''Han...'' panggil Cinta pelan sembari menyentuh bahu Han pelan.
Han tersadar, dan mengangkat kepala nya, terlihat wajah sedih nya, tanpa menoleh Han kembali menjalan kan mobil nya.
Cinta menata Han tak mengerti.
''Aku antar kau pulang'' ucap Han datar tanpa ekspesi.
Cinta hanya diam, sesekali melirik laki laki di sampingnya. Kenapa dia jadi sangat dingin...
Bersambung...
__ADS_1