
Setiap pagi cahaya matahari masuk melalui celah tirai jendela kamar lantai 2, burung burung juga selalu berkicau merdu, seolah mengusik tidur Cinta dalam kesendirian...
Arya dan Ken yang sedang bersiap untuk ke kantor, dan juga Citra bersiap untuk ke kampus, rutinitas setiap hari mereka bertiga.
.
.
''Kalian sudah bersiap?'' Cinta turun dari tangga menatap mereka bertiga.
''Sudah kak, ayo sarapan dulu'' ajak Ken
''Cinta...,kapan kau akan ke kantor?'' tanya Arya, karena sudah 1 minggu Cinta pulang tapi belum pergi melihat kantor pusat.
Cinta menarik nafas panjang ''Kau benar benar lupa siapa aku?!'' ucap dingin Cinta ''Baik lah..., hari ini aku pergi'' lanjut Cinta acuh ''Tunggu, aku ganti pakaian sebentar'' berbalik menaiki tangga. Lebih cepat lebih baik aku mengurus urusan kantor pikir cinta.
.
Sesampai di kamar Cinta memilih kemeja putih lengan pendek, dan blezer hitam garis garis mengkilap di padu rok hitam pendek dan sepatu hak tinggi hitam.
__ADS_1
.
''Kak cinta mau sarapan dulu gak?'' tanya citra saat melihat Cinta turun dari tangga.
''Nanti saja sayang, di kantor kakak sarapan'' jawab Cinta seraya tersenyum pada Citra ''Ayo arya!'' ajak Cinta menuju mobil yang sudah terparkir di depan rumah.
.
.
.
''Apa yang kau pikir kan Arya?'' tanya Cinta tanpa menoleh
''Kau tau apa yang aku pikir kan'' balas Arya tersenyum penuh arti
''Apa ada masalah di kantor selama aku tidak pulang?'' tanya Cinta mengalihkan pembicaraan
''Hah, kau selalu menghindar'' Arya tersenyum ''Sampai kapan kau akan begini?'' tanya Arya
__ADS_1
Cinta diam
''Berlari dan sendiri tidak akan membuat mu bahagia, bukan kah Aryan...'' belum sempat melanjutkan kata kata
''Kau pikir, apa dengan aku menikah lagi bisa membuat ku bahagia?!'' potong Cinta dengan tatapan jengah ''Kenapa tidak ada yang mengerti perasaan ku? tidak ada yang mencoba memahami hati ku!!'' jawab cinta kesal
.
.
Ciitt... bunyi rem mobil mendadak berhenti.
''Kau bilang tidak ada yang mengerti?'' tanya Arya tersenyum kecut ''Kau pikir kami tidak melihat perubahan mu? Hah!'' menatap jengah Cinta.
''Aku belum bisa, aku masih mencintai nya'' ucap Cinta lirih dengan air mata yang menetes tak tertahan.
''Itu bukan cinta! kau hanya merasa bersalah! jika kau benar benar mencintai Aryan mestinya kau tau apa yang di ingin kan nya!!'' Teriak arya menggema di dalam mobil ''Apa kau tidak lihat? Mata bibi menangis setiap malam hanya untuk mendoakan mu?!!'' Arya memelankan suara nya ''Setiap malam bibi menelpon ku, menyuruh ku membujuk mu kembali, tapi aku tau aku tidak bisa. Aku bukan Aryan! aku adalah Arya, aku tidak menyalahkan mu yang pergi di hari pertunangan kita. karena aku tau itu sulit bagi mu...'' jelas Arya panjang lebar dan tanpa Arya mengerti ucapan yang lama tertahan di hati di ungkap kan nya ''Aku memang mencintai mu, tapi aku tau bukan aku pemilik hati mu'' Arya menarik nafas panjang menatap jalan di depan ''Aryan pernah meminta ku untuk terus membuat mu bahagia, tapi aku gagal'' Ucap Arya sembari menjalan kan mobil.
Cinta hanya diam, menyeka air mata nya, dan mereka kembali terdiam. Ada rasa lega di hati Arya, karena mengatakan apa yang selama ini terpendam.
__ADS_1
Bersambung...