JANGAN PAKSAKAN CINTA

JANGAN PAKSAKAN CINTA
BAB 11 ''Menangislah''


__ADS_3

Cinta yang masih tak sadarkan diri membuat Ibu, Arya, Ken dan Citra khawatir...


Saat Arya dan Ken ingin mengurus jenazah Aryan, Cinta sadar kan diri.


Tak peduli jarum infus yang masih melekat dia cabut begitu saja, tak peduli tetesan darah yang mengalir di tangan nya, tak peduli dengan panggilan Ibu dan Citra. Dia hanya berjalan, berlari sekuat tenaga, berteriak bagai orang tak lagi waras.


''Dimana suami ku?!!!'' teriak nya pada setiap orang yang di jumpai nya ''Dimana suami ku?!!!'' teriak nya dengan tatapan kosong.


Dari kejauhan dia melihat Arya.


''Arya!!!'' menghampiri Arya ''di mana suami ku??? di mana dia???'' tanya Cinta marah menarik kerah baju Arya.


Arya hanya menunjuk ke arah kamar jenazah.


Cinta menatap Arya marah, benci tak percaya.


''Bohong!!! kau bohong!!! dia tidak mungkin meninggal kan ku!!! katakan di mana dia Arya!!!!'' Cinta makin tak terkendali, dia menarik lengan baju Arya hingga robek menyisakan sedikit cakaran di tangan Arya, Cinta tak bergeming, tak menangis dia terus mendorong tubuh Arya ''Katakan pada ku!!! kau sembunyikan di mana suami ku?!!!''


Plak..!!!''


Tamparan keras di pipi Cinta


Arya yang sudah tidak tahan menarik Cinta ke kamar jenazah, menunjukkan jenazah Aryan yang masih sedikit mengeluarkan darah.


''Kau lihat!!! kau lihat dia?!'' teriak Arya melepaskan genggaman tangan nya pada Cinta.

__ADS_1


Cinta mendekati jenazah Aryan, menyentuh bibir pucat nya, memegang tangan dinginnya, memeluk tubuh nya, mencoba membangunkan Aryan.


''Mas... bangun...'' ucap Cinta lirih tanpa air mata ''Bangun la sayang..., suami ku tercinta'' ucap Cinta lagi.


Ibu dan Citra yang menyaksikan semua, tak sanggup lagi menahan air mata, Citra dan Ibu menangis saling berpelukan.


Sementara Arya memilih meninggal kan mereka, ada rasa sesak di dada nya. Merasa bersalah karena tak mampu mencegah Aryan pergi, dia pun menangis dalam kesendirian.


''Kak...,hentikan...jangan ratapi kepergian kak Aryan'' Ken mencoba merangkul Cinta ''Jangan buat kak Aryan tidak tenang'' Ken masih berusaha menenangkan Cinta.


Sementara Cinta tetap tak bergeming, tetap tanpa air mata.


''Kakak mu sedang tidur Ken, jangan berisik'' ucap Cinta menutup mulut Ken dengan satu jari nya.


Ibu melihat kelakuan Cinta akhirnya mendekatinya.


''Cinta...'' ibu memanggil ''Kemari lah'' memeluk Cinta ''Menangis la..., jangan kau tahan nak'' ucap ibu dalam isak tangis ''Biar kan anak ku Aryan pergi dengan tenang'' ucap ibu menangis di iringi isak tangis Cinta yang pecah, dia menangis sejadi jadi nya, meluapkan kesedihannya menangis hingga tak lagi sadarkan diri...


.


.


.


Cinta menyeka air mata nya, mencoba memahami arti dari kebahagian..., dia menatap photo mendiang suami nya Mas...,aku akan mencoba menemukan kebahagian ku lagi, tenang lah...,terimakasih telah ada di hidup ku. Sampai kapan pun aku tetap mencintai mu...gumam Cinta dalam hati.

__ADS_1


Kring...kring...


Panggilan masuk dari Ibu


''Hallo bu...'' jawab Cinta


''Hallo nak..., apa kabar mu? apa kau sudah makan?'' tanya ibu


''Cinta baik bu, aku sangat merindukan ibu, Ibu sendiri sudah makan atau belum?'' tanya Cinta


''Ibu sudah makan, kau sedang apa nak?'' Ibu


''Cinta lagi di kantor bu...'' jawab Cinta


''Oh, jadi kau sudah masuk kantor lagi?'' jawab ibu merasa bahagia.


''Iya bu...'' jawab Cinta


''Yah sudah kalau begitu, jaga kesehatan mu, jangan terlalu lelah, dan ingat jangan telat makan ya...'' ucap ibu menasehati.


''Iya ibu ku sayang..., ibu jangan khawatirkan Cinta lagi ya, aku akan tepati janji ku pada ibu'' jawab Cinta sambil menatap senyum foto Arya.


''Baik lah nak...'' jawab ibu Oh tuhan..., kirim kan lah laki laki yang baik untuk menantu ku harap ibu lirih, ada rasa sedikit tenang di dada nya.


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2