JANGAN PAKSAKAN CINTA

JANGAN PAKSAKAN CINTA
BAB 17 ''Jangan Berharap''


__ADS_3

Di perjalanan Han melirik Cinta yang terlihat sedikit tidak nyaman...


Ada apa dengannya, kenapa dia cepat sekali berubah, tadi masih baik baik saja pikiran Han melayang.


''Han...'' panggil Cinta tanpa menoleh.


''I-iya???'' jawab Han sedikit terkejut.


''Jangan berharap lebih'' ucap Cinta pelan dengan wajah dingin nya.


Han hanya diam.


apa? apa dia bilang? apa dia menyuruhku menyerah sebelum berperang? apa dia mendengar obrolan ku dan Ken tadi? pikir Han menerka nerka.


''Aku tidak ingin menyakitimu'' lanjut Cinta masih tetap menatap luar jendela.


''Rasa suka, sayang dan cinta itu hak milik semua orang, aku tidak meminta mu memberi ku harapan, jadi kau tak perlu merasa bersalah'' jelas Han panjang lebar memberanikan diri.


Cinta hanya diam menarik nafas panjang, memejam kan mata.


''Apa kau pernah merasa kehilangan?'' tanya Cinta lirih.


''Aku tau rasa nya kehilangan orang yang paling kita cintai'' jawab Han lirih.


Cinta menatap nya ''Apa kau sangat mencintai nya?'' tanya Cinta lagi.


Han hanya tersenyum, balas menatap Cinta sekilas.


.


.


.

__ADS_1


Akhirnya mobil berhenti tepat di depan lobi kantor Cinta.


''Terimakasih'' kata Cinta sebelum membuka pintu mobil.


Han hanya tersenyum menganggukan kepala.


Cinta menatap mobil Han yang melaju meninggal kan nya dan menghilang dari pandangan kenapa dia tidak menjawab pertanya an ku? ada apa sebenarnya dengan dia? apa dia juga sudah pernah menikah? pikir Cinta menerka nerka. Hal yang tidak pernah terjadi selama dia menjadi janda.


.


.


.


Mobil han terus melaju membelah jalan raya, dan kemudian berhenti di area pemakaman umum.


Han berjalan mendekati, makam yang di batu nisan bertulis nama Adinda, Han duduk di samping makam membelakangi makam yang bertuliskan nama Aryan di batu nisan.


.


.


''Kakak, kau pulang jam berapa?'' pesan masuk di Hp Han.


''Sedikit malam, tunggulah di kampus saja nanti aku pasti menjemput mu'' pesan terkirim dari Han.


Dinda yang khawatir, kakak nya akan kemalaman menjemput akhirnya memutuskan untuk menaiki taksi yang ada di pangkalan seberang jalan kampus.


Karena Dinda berfikir sudah cukup malam jadi dia berlari menyebrang jalan, bersamaan dengan mobil Aryan dengan kecepatan tinggi, bunyi rem menderu memekakkan telinga, Aryan yang mencoba menghindari gadis itu membanting stir hingga menabrak pohon besar di pinggir jalan. Sementara adinda tertabrak mobil yang berlawanan arah, dan dia terpental sekitar 10 meter.


Adinda meninggal di tempat, karena benturan hebat di kepala dan kehabisan darah.


Itulah gambaran rekaman CCTV di lokasi kejadian.

__ADS_1


.


.


.


Han mengusap air mata nya yang menetes tak tertahan.


Dinda maafkan aku... ucap Han dalam hati.


.


.


.


Di kantor.


Cinta masih di sibuk an dengan tumpukan tumpukan kertas di depan nya, di kaget kan suara ketokan pintu.


Tok... tok...


''Masuk...''


''Maaf bu, hari ini ada pertemuan dengan klien di kafe X'' ucap Nina sekertaris staff.


''Baik, siap kan segala nya'' perintah Cinta.


''Baik bu'' jawab nina menundukan kepala lalu keluar ruangan.


Cinta meraih Hp di meja ingin menghubungi Han tapi dia ragu, akhirnya dia memutuskan untuk pergi sendiri menemui klien.


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2