
Setelah makan malam itu, Cinta dan Han bersikap biasa saja, layaknya tak pernah terjadi sesuatu. Han memilih menunggu dalam diam.
Sedangkan Cinta tetap tak menyadari perasaan nya sendiri.
Sudah 2 minggu berlalu, mereka tetap tidak ada kemajuan yang pesat.
Dan pagi ini Cinta mendapat pesan dari Ibu nya.
''Nak...,ibu sedang di jalan menuju kota X. Pulang lah untuk makan siang di rumah. Ibu merindukan mu ❤️ '' pesan yang masuk ke Hp Cinta.
aku juga sangat rindu ibu dalam hati cinta.
Tidak terasa sudah 3 bulan lamanya Cinta meninggal kan Ibu nya dan menetap sendiri di kota X, Arya juga sudah 2 bulan pergi tidak ada kabar.
Waktu masih menunjukan pukul jam 9 pagi, Cinta masih di sibuk kan berkas berkas yang harus di periksa nya. Jadwal hari ini cukup padat, tapi karena Ibu mengabarkan akan datang jadi Cinta men cancel, dan mengundurkan nya untuk besok.
Cinta sedang bersiap untuk pulang
Tok tok...
Ketukan pintu membuat Cinta berhenti sebentar dengan aktivitas nya.
''Masuk'' jawab datar.
''Selamat pagi Ibu presidir'' senyum pamer gigi dari Han ''Eh...kau mau kemana?'' tanya Han melihat Cinta membereskan barang barang nya.
''Pulang'' jawab lebih datar.
''Yah kok pulang? padahal aku mau mengajak mu makan siang'' ucap Han kecewa.
__ADS_1
''Kau gila ya? ini masih pagi!'' jawab Cinta jutek menunjuk jam dinding pukul 10.30.
Han hanya menghela nafas kecewa.
''Mak ku antar?'' usaha terakhir Han.
''Tidak usah'' jawab Cinta berlalu membuka pintu.
oh Tuhan...,kenapa aku harus tertarik pada wanita ini. gumam Han kesal.
dddrrr dddrrrt.
''Jemput aku sekarang'' pesan masuk di Hp Han. Arya?.
.
.
.
''Ibu'' Cinta datang menghampiri dan memeluk ibu nya.
''Cinta, anak ku'' balas ibu menciumi pipi dan kening Cinta ''Kau tampak berbeda'' ucap ibu ''apa kau sedang bahagia?'' tanya ibu.
''Tentu aku bahagia karena ibu sudah di sini'' ucap Cinta memeluk ibu lagi.
''Kakak sudah tidak sedingin dulu bik'' cela Ken dari ruang makan.
Ibu menatap Cinta yang melototi adik nya.
__ADS_1
''Jangan dengarkan Ken bu'' menggandeng tangan ibu bergelayut manja.
''Hmz kak Cinta manja sekali'' sambung Citra
Ken dan Citra tertawa terbahak bahak.
Cinta mendengus kesal, melototi adik adik nya.
Ibu hanya tersenyum melihat tingkah laku mereka bertiga, sudah lama Ibu tak melihat Cinta seperti ini. Jika apa yang di katakan Ken itu benar, Ibu berharap laki laki itu dapat menyembuhkan luka di hati menantu nya itu.
''Hey...,sudah sudah hentikan!'' melerai Cinta yang menggelitik adik adik nya.
''Hahaha iya kak ampun! maaf kan aku'' ucap Citra terkekeh kekeh meronta.
''Sudah Cinta, ganti la dulu pakaian mu nak'' suruh ibu menarik pelan Cinta.
''Awas kalian'' Cinta melototi kedua adik nya.
Ibu, Ken dan Citra hanya terkekeh melihat Cinta pergi dengan kesal.
''Sudah lama ibu tidak melihat Cinta seperti itu'' ucap Ibu pelan menatap bahu Cinta yang menjauh menaiki tangga. Tanpa ibu sadari ada bulir air mata haru yang jatuh tak tertahan.
Ken dan Citra menatap haru Bibi mereka, memeluk nya bersama.
''Kak Cinta sudah berubah bi'' ucap manja Citra.
''Iya bi, jangan khawatirkan kak Cinta lagi'' sambung Ken.
Ibu menatap mereka, mengacak rambut kedua nya mencium mereka bergantian.
__ADS_1
''Terimakasih'' ucap nya lirih.
Bersambung...