JANGAN PAKSAKAN CINTA

JANGAN PAKSAKAN CINTA
BAB 21 ''Boleh kah Aku Menunggu''


__ADS_3

Pukul 20.00 mobil Han memasuki restoran bintang 5 di kota X yang cukup terkenal.


Han membukakan pintu mobil untuk Cinta, mempersilahkan dia keluar dan menuju restoran.


Rasanya ingin sekali aku menggandeng tangannya pikir Han.


''Sedang apa kau di sana?'' ucap Cinta yang melihat Han masih berdiri di samping mobil.


Han hanya tersenyum melangkah menghampiri nya.


Mereka di sambut pelayan menundukan kepala tanda hormat.


''Minta meja untuk 2 orang'', ucap Han pada pelayan.


''Mari silahkan...'' tuntun pelayan memasuki ruangan terbuka VVIP.


Ruangan ini berada di atas danau buatan sehingga menyajikan pemandangan yang romantis, terlihat bulan sabit yang di temani bintang bintang bertaburan di atas langit, di daratan juga ada jembatan yang di hiasi lampu kelap kelip, juga pohon pohon yang di hiasi lampu lampu lentera, dan suara musik yang terdengar mengalun lembut, jalan raya besar yang cukup jauh juga terlihat dari sini berliku liku hilir mudik lampu kendaraan melaju, menambah nilai plus tersendiri.


''Kau pintar memilih tempat'' ucap Cinta memandangi sekelilingnya.


Han hanya tertawa.


''Kau mau makan apa?'' tanya Han.


''Steak dan air lemon hangat'' jawab Cinta.


''Oke sama kan saja'' ucap Han pada pelayan.


''Kau suka tempat ini?'' tanya Han


''Lumayan nyaman'' Cinta masih tanpa menoleh dia tetap memandang keluar, melihat lampu lampu di jalan yang beliku liku itu. Ada rasa tenang dan nyaman di hati nya.


''Apa kau sering kesini?'' tanya Cinta.

__ADS_1


''Dulu iya...'' jawab Han.


''Dengan orang yang kau cintai?'' sekali ini Cinta menatap Han dan dia sendiri tidak mengerti mengapa harus bertanya seperti itu.


Pelayan datang membawa makanan mereka.


''Makan lah dulu'' ucap Han tersenyum menatap wanita di depan nya.


''Han...'' panggil Cinta


''Hmz...'' Han menatap Cinta ''ada apa?''


''Jawab pertanyaan ku'' tatapan dingin.


''Kau benar benar ingin tau?'' menata Cinta yang sedang menatap nya tanpa ekspresi ''Nanti kau tidak percaya'' lanjut Han.


Cinta hanya melengos, meminum air lemon nya.


''Apa?'' Cinta tak mengerti.


''Kau terlalu jutek, acuh dan dingin hahahaha'' Han.


Cinta hanya diam menghela nafas berat.


''Kau wanita pertama yang ku ajak kemari'' lanjut Han.


Cinta masih diam menatap tak percaya.


''Sungguh'' Han meyakinkan.


''Hentikan! rayuan mu tak mempan untuk ku'' jawab Cinta mulai jengah. Tapi jauh di lubuk hati nya, ada kesejukan yang tak sadari oleh nya.


''Sudah ku bilang kau tak kan percaya'' ucap Han lagi.

__ADS_1


Cinta hanya diam, mengiris steak nya dan menyantapnya.


Hening beberapa saat.


''Cin...'' panggil Han lembut, Cinta hanya menatap nya tanpa ekspresi ''Boleh aku menunggu mu?'' balas Han menatap Cinta.


Cinta terdiam, memalingkan wajah nya ber pikir, apa harus secepat ini? padahal jelas masih ada rasa takut untuk kehilangan lagi dan takut mengecewakan atau di kecewakan.


''Aku tidak memaksa mu'' ucap Han lirih.


''Sampai kapan kau mau menunggu?'' ucap Cinta tanpa menoleh ''Sedangkan kau tau, aku masih memakai cincin pernikahan ku, dan foto mas Aryan masih ada di ruang kerja dan kamar ku'' jelas Cinta panjang lebar, ada sedikit rasa sesak di dada nya.


''Aku tidak menyuruh mu melupakan Aryan'' ucap Han.


''Lalu apa?'' tanya Cinta.


''Anggap aku teman mu, bercerita lah pada ku, jangan jadi kan diri mu orang lain'' jawab Han menatap lembut.


Cinta tersenyum sinis.


''Apa yang kau harap kan, jika bukan balasan?'' tanya Cinta dengan nada sedikit tinggi.


Han tersenyum kecut, dan menggelengkan kepalanya.


''Cinta yang tulus, tidak akan pernah berharap balasan!'' jawab Han penuh penekanan.


''Berhentilah bicara omong kosong!'' Cinta mulai jengah.


Han hanya menatap nya, tersenyum kecut.


aku benar benar harus berusaha seperti kata Arya dan semangat seperti kata Citra pikir Han dalam hati dan tersenyum sendiri.


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2