JANGAN PAKSAKAN CINTA

JANGAN PAKSAKAN CINTA
BAB 9 ''Presidir''


__ADS_3

Mas...,aku sudah kembali, duduk di sini di kursi yang dulu pernah kau duduki. Maafkan lah aku mas, yang tidak mengerti keinginan mu... karena bahagia ku hanya ada pada mu, aku akan mencoba memenuhi keinginan ibu mu, tapi aku tak bisa berjanji. Tenang la mas, jangan khawatirkan aku lagi..., aku akan perlahan memperbaiki hati ini. Jika saja malam itu aku tidak merengek me nelphone mu mungkin kah kau masih di sini? Kata hati cinta seraya menatap photo laki laki tampan di dinding ruangan....


.


.


.


Setelah drama panjang antara Han dan Arya, akhirnya Arya mengalah dan menemani Han menuju ruang presidir.


Arya tau, sebenarnya Han hanya penasaran siapa presidir yang sesungguh nya, karena dari awal mereka menjalin kerja sama, Han tidak pernah bertemu presidir, dan memasuki ruangannya, dan dia hanya dapat bertemu dengan Arya yang berstatus Sekertaris Presidir. Kini ikatan kerja sama yang mereka jalin sudah berubah menjadi sebuah ikatan pertemanan.


.


.


.


Tok... tok...


Suara ketukan pintu mengagetkan Cinta...


''Masuk...!'' jawab Cinta

__ADS_1


ketika pintu di buka...


''Selamat pa-gi i-b-u pre-si-dir'' ucap Han terbata bata melihat siapa yang di depan nya apa dia??? ternyata Cinta adalah presidir Arya? dan Laki laki yang di foto itu apakah suami nya? tunggu, bukan kah dia janda??? kenapa dia masih memajang foto mantan suami nya??? gumam Han dalam kebingungan.


''Ada apa?'' tanya Cinta dengan tatapan dingin melihat raut wajah kebingungan Han.


''Hm...,itu...anu...aku...eh maksud saya'' jawab Han terbata bata ''ingin minta tangan persetujuan proyek ini'' Han menyerahkan map yang dia pegang, sambil melirik Arya di samping nya.


''Bukan kah seharusnya Arya bisa menangani ini?'' tanya cinta sembari membolak-balik kan kertas kertas dalam map


''Bu cinta, dia butuh persetujuan mu untuk mensponsori pembangunan nya, dalam arti kita juga turut serta untuk proyek ini'' jelas Arya datar, memposisikan diri sebagai sekertaris sesungguhnya.


Cinta masih membaca apa yang tertulis di atas kertas kertas itu, sementara Han menatap tajam pada Arya, tapi Arya tidak mempedulikannya.


''Untuk memberi kebahagian'' jawab pendek Han menatap mata wanita dingin di depan nya.


Arya sedikit terkejut dengan ucapan Han.


''Maksud mu?'' tanya Cinta tak mengerti


''Apakah kau tidak akan merasa bahagia jika bisa membuat orang lain bahagia?'' jawab Han.


Raut wajah cinta berubah pias.

__ADS_1


''Kadang kalau kita lihat orang tersenyum itu juga satu rasa bahagia, bukan??? Lanjut Han.


Cinta menahan gemuruh di hati nya, kata kata Han seolah tajam menusuk hati nya.


''Semua orang pasti akan lebih tenang dan senang saat berada di taman yang berbunga''


Han tertawa.


''Hahaha, jadi alasannya memang untuk memberi orang kebahagiaan kan??'' Han tersenyum, menatap bingung ekspresi wajah Cinta.


Dan Arya, hanya diam memperhatikan perubahan wajah Cinta. apa kata kata Han melukai mu? gumam Arya.


Apa? kebahagian? membuat orang lain bahagia? mungkin kah aku lupa? cara membuat orang lain bahagia? mas Aryan, Ibu, Ken, Citra dan Arya? kenapa aku jadi begitu angkuh? merasa diri tidak terluka?? pikiran Cinta kemana mana, air mata nya hampir saja tumpah.


''Hallo??!'' ucap Han mengagetkan lamunan Cinta.


''Tolong keluar!'' usir Cinta.


Han dan Arya saling tatap menatap tanda bergeming.


''Arya!! tolong bawa dia keluar!!!'' teriakan Cinta menggema di ruangan.


Teriakan Cinta membuat dua orang pria ini terkejut, dan memutuskan untuk keluar dari ruangan, dan mereka masih tidak mengerti apa yang terjadi. Han mencoba meminta penjelasan pada Arya, tapi Arya tak menghiraukannya dan pergi menuju ruangan kerja nya. Sedang kan Han masih tidak mengerti, berjalan perlahan meninggal kan kantor.

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2