
Cinta masih tenggelam dalam perasaan sendiri, menatap piring salad yang sudah kosong mencoba menguat kan hati, dia sendiri tidak percaya, akhirnya dapat mengatakan Aryan sudah meninggal, laki laki yang selama ini masih di Cintai nya, meskipun ada sedikit kelegaan, tapi tetap saja ada kesedihan yang terpendam, ruang kosong dalam hati nya yang terkunci rapat bergema, seakan ada angin segar yang membuat hati Cinta sedikit tenang.
Arya yang melihat perubahan Cinta pun tersenyum ke puas an, menangkap sirat Cinta mulai membuka hati, mungkin terlalu cepat berfikir seperti itu. Tapi dia menyadari Cinta benar benar berubah setelah mendengar ucapan Han tadi pagi.
Han yang menatap Cinta dengan penuh rasa bersalah, tidak menyangka wanita di depan nya ini memiliki luka yang begitu dalam di balik sikap dingin yang ia tunjuk an.
''Maaf kan aku'' ucap Han perlahan ''Aku sungguh tidak bermaksud...''
''Tidak apa apa...'' potong Cinta seraya tersenyum paksa.
Pemandangan ini sudah biasa di lihat Arya, Cinta memang seperti itu, selalu mencoba menutupi apa yang terlihat dari raut wajah nya.
Tapi tidak dengan Han..., dia benar benar merasa bersalah, akhirnya dia memilih pergi lebih dulu.
''Maaf..., sepertinya aku harus pulang lebih dulu'' ucap Han sambil berdiri.
''Hey...,kau mau naik apa?!'' pekik Arya..., tapi Han tidak menoleh, dia tetap berjalan meninggal kan restorant.
Cinta yang hanya diam, menatap punggung Han yang menjauh menghilang kenapa dia? tanya hati Cinta.
.
.
.
.
.
__ADS_1
.
Di dalam taksi
Han menatap luar jendela, ada rasa yang kembali timbul, setelah sekian lama rasa itu terpendam kini rasa kesedihan atas kehilangan orang yang di cintai nya kembali timbul. Han membayang kan, sekeras apa Cinta melupakan, hingga membuat nya bisa menjadi orang lain. Sama seperti nya dulu...
Han yang dulu sangat berbeda dengan yang sekarang.
Han yang dulu, sangat diam, dingin, dan tegas.
Han yang sekarang, ceria, ramai, dan cengengesan.
Karena Han menutupi luka nya, dia tidak ingin bersedih sepanjang waktu, meratapi kepergian adik perempuan tercinta nya.
.
.
''Kakak!'' teriak anak remaja wanita 17 tahun.
''Ada apa tuan putri?'' Jawab Han seraya memakai dasi.
''Kakak nanti kita jalan jalan ke taman ya'' jawab adik nya
''Kenapa kau suka sekali ke taman?'' tanya Han
''Karena di taman yang penuh dengan bunga, akan selalu membuat kita tenang dan bahagia'' jawab Dinda mendekat dan memeluk kakak nya ''Memang susah kalau punya kakak sedingin Es'' lanjut nya mencubit hidung kakaknya ''Gak peka! hahaha wekk'' ucap nya lagi mengejek.
''Hey...,awas kau ya gadi kecil nakal'' jawab Han berlari mengejar adik nya.
__ADS_1
.
.
.
.
Han tersenyum kecut, mengingat kenangan manis saat dia bersama adik nya.
''Kita ke taman kota pak'' ucap Han.
''Baik tuan...'' jawab sopir.
Di taman kota.
Han menatap, alat alat berat yang sedang be kerja, ada yang menyemen, menjalan kan alat alat berat, membuat saluran air, menanam pohon dan berbagai macam warna bunga.
Dinda...,
lihat lah... kakak sendang membuat taman untuk mu, kau senang kan? apa kau tau kakak mu yang tampan ini tidak sedingin dulu lagi. Kau pasti sekarang tersenyum menatap ku kan? jangan mengejek ku lagi, kalau kau mau aku membawa calon kakak ipar mu. Han tersenyum.
Han bergumam dalam hati nya.
Baik lah karena aku sudah di sini aku akan menjadi mandor mereka hari ini.
Gumam han tersenyum lebar, berjalan mengitari mengawasi pekerja.
Bersambung...
__ADS_1