
3 Tahun yang lalu...
Arya dan Aryan sedang asyik mengobrol tentang rencana pesta Tahun baru nanti malam.
''Arya, kali ini kau harus bantu aku'' ucap Aryan sambil penepuk bahu Arya
''Memang apa yang bisa ku lakukan?'' jawab Arya
''Persiakan semua, aku ingin melamar Cinta malam ini'' balas Aryan sambil tersenyum, senyuman orang di mabuk Cinta.
''Wah..., kau yakin?'' tanya Arya takjub ''Apa kau sudah bicara pada Bibi?'' lanjut Arya.
''Aku sangat mencintai nya, ibu juga pasti menyetujui nya. Kau tau saat pertama kali aku bertemu dengan nya, aku yakin dia pasti akan menjadi istri ku'' terang Aryan antusias dan sangat bahagia. ''Aku akan selalu membuat nya bahagia'' Lanjut Aryan seraya tersenyum menatap Arya ''Kau tau kan dia yatim piatu?'' tanya Aryan pada Arya, dan Arya hanya menganggukkan kepala ''Aku ingin membuat nya memiliki keluarga, aku bersyukur bisa mencintai nya '' jelas Aryan panjang lebar.
''Oke baik la, akan ku atur semua nya'' menatap Aryan yang tersenyum bahagia.
Aryan dan Arya adalah sepupu kandung, setelah ayah Aryan meninggal dunia, perusahaan sementara di pimpin ayah Arya...
Perusaan yang berjalan di segala bidang ini memang di bangun oleh ayah Aryan sendiri. Jadi setelah Aryan dewasa ayah Arya akan memberikan kepemimpinan nya pada Aryan.
__ADS_1
Setelah Aryan memimpin perusahaan dia mengangkat Arya sebagai Sekertaris nya yang sangat ia percaya.
Aryan memiliki sifat yang periang, simple dan rendah hati. Berbeda dengan Arya yang sedikit tertutup.
.
.
.
Pemandangan tak biasa tampak di depan halaman rumah megah berlantai 2 ini. lampu lampu berkelap-kelip melambangkan hati bertebaran di setiap pepohonan yang ada, ada juga lampu lampu yang di bentuk layak nya terowongan yang berbentuk hati ah gila, kenapa aku bisa membuat konsep seperti ini gumam Arya yang merasa sedikit malu dengan konsep nya. Di tengah halaman terdapat lahan yang di persiapkan untuk acara puncak, yang di hiasi meja bundar dengan kursi di kedua sisi nya yang terdapat di dalam lingkaran api lilin berbentuk hati oh Tuhan..., kenapa aku yang malu gumam Arya yang menepuk kening nya sendiri.
''Wah..., arya ternyata selera mu begitu menggelikan'' ejek Ken yang baru saja datang.
''Berhenti mengejek ku!'' balas Arya seraya menyikut perut Ken.
''Aww...'' Ken meringis lalu tertawa ''hahaha..., oke maaf kan aku '' Ken merangkul Arya ''Apa kau tidak mau memakai topeng?'' lirik Ken.
''Hei...!'' Arya hendak menonjok Ken.
__ADS_1
''Hahaha..., oke oke. maaf kan aku'' Ken mengantupkan tangan dan meminta maaf ''Kak Aryan pasti yang meminta nya kan?'' tanya Ken.
''Hmz..., dia benar benar menetapkan aku sebagai sekertarisnya malam ini'' jawab Arya tersenyum ''Kau tau apa yang akan di lakukan Aryan malam ini?'' tanya Arya pada Ken.
''Sepertinya aku tau...'' menyenggol bahu Arya dan menunjukan siapa yang baru saja datang.
''Hei...!'' sapa Aryan pada Arya dan Ken
''Mau apa kau kesini? kau bilang akan datang terlambat?'' tanya Arya mengerenyitkan kening nya.
''Hey asisten, tentu saja aku ingin mengecek hasil kerja mu'' Aryan melihat sekelilingnya ''Ternyata lumayan juga'' Aryan menepuk bahu Arya.
''Hey! kau sok skali, memang kapan aku mengecewakan mu?!'' balas Arya menepis tangan Aryan ''Lihat la dia, kalian sama saja'' Arya menunjuk Aryan dan Ken bergantian.
Tentu saja Aryan dan Ken tertawa terbahak bahak, karena melihat wajah malu Arya yang ia sembunyikan.
Aryan dan Ken tau, bahwa karakter Arya yang pendiam dan sedikit tertutup membuat konsep seperti ini jelas jelas menggelikan.
Bersambung...
__ADS_1