
''Maafkan aku'' ucap Han memecah keheningan.
Cinta hanya memilih diam, sampai mobil berhenti di depan rumah Cinta.
Cinta langsung turun, tanpa berkata apa apa, menutup pintu dengan kasar.
Han hanya menghela nafas, menyesali sikap nya tadi.
Beberapa hari kemudian.
Di kamar Cinta.
Di bawah pancuran air yang mengalir membasahi tubuh nya, Cinta memikirkan kenapa Han tidak datang menjemput nya beberapa hari ini, lalu teringat ekspresi Han saat di mobil kenapa dia sangat sedih, apa benar aku bersikap sangat dingin? pikir nya dalam hati.
Selesai mandi dia menjalan kan ritual wanita normal, memoleskan segala jenis perawatan tubuh dan wajah.
Cinta menatap lekat wajah di dalam cermin, memikirkan apa wajah nya benar benar terlihat jutek dan dingin, kemudian dia melihat di pantulan cermin terlihat jelas foto pernikahan nya yang menempel di dinding kamarnya, di foto itu dia melihat wajah cantik dan manis yang sedang tersenyum bahagia. Benar benar memancarkan kebahagian.
Sebenarnya Cinta tak menyadari perubahannya sendiri, dia mulai memikirkan apa yang yang di kata kan Han, padahal selama ini dia benar benar tak akan ambil pusing dan peduli dengan ucapan laki laki lain pada nya. Han adalah laki laki pertama yang membuat Cinta merasa nyaman setelah kematian Aryan, tapi Cinta belum menyadari nya.
dddrrttt...dddrrrttt...
''Mau kah kau makan malam dengan ku?'' Pesan masuk di Hp Cinta.
Yang ternyata dari Han.
Setelah Cinta membaca isi pesan dan pengirim nya, tanpa ia sadari ada garis senyum di wajah nya.
__ADS_1
''Y'' balas Cinta, masih acuh.
Biasanya Cinta tidak akan pernah mau di ajak pergi, tapi tidak malam ini.
Dia benar benar berdandan dan memilih baju terbaik nya, walau pun dia merasa semua biasa saja.
''Kakak mau kemana?'' tanya Ken melihat Cinta menuruni tangga.
''Cantik sekali kak, mau kemana'' ucap Citra kagum.
''Biasa saja, kakak hanya mau keluar mengecek proyek'' jawab Cinta acuh, tak sadar bahwa diri nya sudah berdandan layak nya orang yang mau pergi makan malam romantis.
Ken dan Citra saling menatap.
Ting tong....
Tidak lama kemudian pelayan datang...
Cinta hanya menganggukan kepala, tetap tanpa ekspresi.
Sementara Ken dan Citra saling tatap dan saling senyum.
Apakah kak Cinta sudah membuka hati nya Citra.
Wah boleh juga Han, menaklukan hati kakak hanya hitungan hari. Ken.
''Apa yang kalian pikir kan?'' tanya Cinta tiba tiba sudah di depan mereka berdua ''Jangan jadi orang gila'' ucap nya lagi sambil mencubit pipi Citra.
__ADS_1
''Aaww'' jerit Citra memegangi pipi nya.
''Kakak pergi dulu'' ucap Cinta berbalik ''Jangan berpikir yang aneh aneh'' ucap nya lagi seraya berjalan.
Han hanya tersenyum melihat Ken dan Citra yang menyemangatinya dari belakang punggung Cinta.
semangat kak Han semangat ucap Citra tanpa suara.
good job bro, semangat ucap Ken tanpa suara dan memberi 2 jempol nya.
''Kau gila? senyum senyum sendiri'' ucap Cinta acuh berjalan menuju mobil.
Han menunduk menahan malu, dan memandang Cinta, menatap nya dari belakang kau cantik sekali gumam hati nya.
''Jadi pergi atau tidak?'' tanya Cinta berbalik menatap Han yang masih berdiri di tempat semula.
''Ja-jadi...'' balas Han berlari kecil menghampiri Cinta.
Han membukakan pintu mobil depan sambil tersenyum memamerkan gigi.
Cinta hanya menghela nafas dan menggelengkan kepala dia seperti senang sekali gumam Cinta dalam hati.
Kini mereka berdua sudah di dalam mobil, Han terlihat sangat bersemangat, karena merasa Cinta memberi harapan pada nya. Tapi secepat mungkin perasaan itu di tepis nya, karena mengingat kata kata Cinta tadi beberapa hari yang lalu.
Bersambung...
Bantu support ya kakak dan adik adik π
__ADS_1
Jangan lupa tinggalin jejak ya π
Sebelum dan Sesudah nya aku ucapkan terimakasih π