JANGAN PAKSAKAN CINTA

JANGAN PAKSAKAN CINTA
BAB 8 ''Kenangan Cinta''


__ADS_3

Mobil terus melaju membelah kesibukan pagi hari di jalan raya. Cinta hanya memandangi ke luar jendela menerawang kejadian pagi hari sebelum hari itu berubah menjadi hari paling menyedihkan bagi nya.


.


.


.


Di pagi hari seperti biasa nya, dua insan yang sedang bahagia enggan melepaskan pelukan hangat mereka satu sama lain.


''Mas...,kau tau hari ini hari apa?'' ucap Cinta bergelayut manja dalam pelukan Aryan.


''Tentu istri ku sayang...'' jawab Aryan mencium kening istri nya.


''Lalu kenapa kau harus pergi?'' rengek Cinta lagi.


''Aku akan segera kembali sayang, ini hanya pertemuan biasa dengan klien'' Aryan mengerat kan pelukan nya pada Cinta ''Maaf kan aku ya?'' lanjut Aryan.


''Baik lah, tapi kau harus janji pada ku'' Cinta mendongak menatap Aryan ''Untuk cepat datang sebelum jam makan malam, Oke?'' ratap Cinta.


''Akan aku usahakan istri ku...'' kembali menindih tubuh Cinta, menciumi nya meninggal kan kecupan yang membekas di seluruh dada Cinta ''Aku akan bersiap'' ucap Aryan setelah selesai dengan urusannya.


Cinta yang tadi nya tidur juga ikut duduk di atas tempat tidur menarik tangan Aryan yang hendak melangkah ''Cepat lah kembali'' ucap Cinta tanpa ia sadari selimut yang ia pakai menutupi dada nya kini sudah turun turun dan melihat memperlihat kan segala hasil kerja Aryan.


''Hey..., apa kau sedang merayu ku?'' tatap Aryan dan Cinta hanya tersenyum menggoda. Tidak menunggu lama Aryan kembali menindih tubuh Cinta, menciumi nya, meremas bagian kesukaan nya dan akhirnya mereka kembali melakukan percintaan suami istri.

__ADS_1


.


.


.


''Aku akan menerima ke pemimpinan perusahaan di saat kau sudah menikah'' Ucap Arya memecah kan lamunan Cinta.


''Kenapa?'' jawab Cinta tak mengerti.


''Aku ingin membayar janji ku pada Aryan...'' balas Arya datar.


''Maaf kan aku'' ucap Cinta.


''Kita sudah sampai'' ucap Arya memasuki lobi perkantoran ''Kau sudah siap?'' menatap Cinta sebelum membuka pintu mobil.


''Iya'' jawab Cinta seraya turun dari mobil.


Mereka melangkah memasuki kantor, dengan formasi Cinta berada sedikit di depan Arya, para karyawan menundukkan kepala tanda hormat ''Wah itu ibu presidir kan? cantik sekali'', gumam salah satu karyawan sedikit melirik Cinta.


''Arya'' pekikan suara melihat semua orang menoleh kecuali Cinta yang terus melangkah memasuki ruangan nya.


''Han?'' tatap Arya ''Ada apa kau pagi pagi sudah di sini'' tanya Arya.


''Aku dengar presidir datang hari ini?'' jawab Han ''Aku ingin mengajukan proposal ini'' menunjuk kan amplop proposal pembangunan jembatan dan pembuatan taman.

__ADS_1


''Kau serah kan saja sendiri'' jawab Arya.


''Hey..., bantu aku'' menari bahu Arya ''aku belum pernah bertemu presidir mu'' tatap Han.


Arya hanya diam.


''Setidaknya kau temani aku masuk saja, oke?'' lanjut Han.


''Kenapa kau begitu ingin membuat taman?'' tanya Arya menaiki alis nya.


''Yah untuk bersenang senang memadu kasih lah...hahaha'' jawab Han asal seraya tertawa.


''Kau gila?'' balas Arya dengan tatapan jengah.


''Ayo lah..., nanti aku akan ceritakan. Oke?'' wajah Han memelas.


.


.


.


Di ruangan Cinta menatap semua tata letak, masih sama seperti dulu sebelum Arya tiada dan sebelum dia pergi. Foto foto mesra mereka masih terpampang jelas di meja kerja, mengingat kan kenangan nya kembali...


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2