JANGAN PAKSAKAN CINTA

JANGAN PAKSAKAN CINTA
BAB 23 ''Makan Malam''


__ADS_3

Di tengah asyik nya Ibu, Ken dan Citra tertawa bersama becanda gurau menceritakan yang selama ini mereka lihat dari Cinta. Dalam hati mereka masing masing terbesit rasa bersyukur ada laki laki yang dengan sabar mengetuk pintu hati Cinta yang lama tertutup rapat.


''Selamat siang bibi'' ucap Arya mengagetkan mereka bertiga, Ibu datang menghampiri.


''Anak nakal'' menjewer telinga Arya lalu memeluknya.


''Aawww..., bi sakit'' Arya mengerenyitkan dahi.


Han, Ken dan Citra hanya tertawa melihat tingkah Arya.


''Dia...???'' tanya Ibu menatap Han.


''Hallo bi, saya Han'' Han memperkenalkan diri.


''Rekan kerja ku bi'' sambung Arya.


''Laki laki yang aku ceritakan tadi bi'' Citra.


Han sedikit bingung menatap heran pada Citra.


Ibu hanya bereaksi menganggukan kepalanya tersenyum memandangi pria tampan itu.


''Ayo ikut makan siang bersama'' ajak ibu.


Han dan yang lain menganggukan kepala dan mengikuti menuju ruang makan.


Mereka tertawa bersama sama, Banyak hal yang ibu tanyakan pada Han tentang perasaan nya pada Cinta, dan tentang obrolan apa saja yang mereka bahas.

__ADS_1


''Aku yakin yang memulai pembicaraan terlebih dulu pasti kakak Han?'' tuduh Citra.


''Hahaha itu masih kau tanya'' sambung Ken.


Arya dan Han hanya tersenyum.


''Terimakasih nak..., kau sudah kembalikan Cinta kami yang hilang'' ucap ibu lirih menyentuh bahu Han.


''Tidak bi, aku tidak melakukan apa pun'' balas Han merendah sopan.


Tanpa mereka sadari Cinta mendengar semua yang di bicarakan. Tapi yang di perhatikan nya hanya mimik wajah ibu yang memancarkan ketenangan dan kebahagian yang lama menghilang.


Aku rindu tawa ibu yang seperti ini pikir Cinta tersenyum.


''Ibu...'' panggil Cinta menuruni tangga.


''Cinta kau sudah turun?'' tanya ibu menghampiri.


Semua menatap bingung dan haru. Han memahami itu.


''Hey ada apa?'' tanya ibu melepaskan pelukan pelan dan menatap Cinta ''Kau menangis?'' lanjut ibu.


''Tidak bu, aku hanya merindukan mu'' ucap Cinta tersenyum.


Senyum yang lama hilang kini kembali.


''Ayo kita makan'' ajak Cinta menggandeng tangan ibu.

__ADS_1


''Kau sedang apa di sini?'' tanya Cinta menatap Han pura pura tidak tahu apa yang di terjadi.


''Aku yang mengajak nya'' balas Arya.


''Kau juga ada di sini?'' menatap acuh Arya ''Untuk apa?'' masih acuh.


Arya hanya menatap acuh.


''Ibu yang mengajak mereka nak'' jawab ibu melihat Arya dan Cinta saling bertatap mata. Ibu membelai rambut Cinta ''Ayo semua duduk'' lanjut ibu.


Mereka menyantap makan siang bersama, berbincang dan tertawa bersama. Han sesekali menatap Cinta yang sedang asyik berbicara dengan ibu nya. Cinta menyadari tapi dia memilih tidak peduli, sebenarnya dia hanya pura pura acuh karena tidak mau membuat ibu nya berpikir yang tidak tidak. Dia sendiri tidak tau apa perasaan nya terhadap Han. Yang dia tau, hanya merasa nyaman saat bersama Han.


Padahal Cinta mengakui, Han cukup sabar menghadapi kekonyolan, kejutekan dan dingin nya sikap Cinta.


''Ibu..., aku tinggal sebentar ya?'' ucap Cinta.


''Kau mau kemana?'' tanya Han.


Semua orang menatap Han lucu, lalu terbahak bahak.


Cinta hanya menghela nafas, menggelengkan kepala tidak mengerti lagi apa yang di pikirkan Han, dan pergi menuju ruang kerja nya.


Han kikuk, malu sendiri.


''Hey kau kau kenapa?'' tanya Arya melihat rona merah di majah Han.


''Apa kau begitu menyukai anak ku'' tanya ibu tersenyum ''dia hanya ke ruang kerjanya'' ucap ibu menyentuh kepala Han lembut.

__ADS_1


Han hanya tersenyum tertawa menyembunyikan rasa malu nya.


Bersambung...


__ADS_2