JANGAN PAKSAKAN CINTA

JANGAN PAKSAKAN CINTA
BAB 15 ''Berusahalah''


__ADS_3

Beberapa hari kemudian


''Cinta...,apa kau besok akan ke kantor?'' tanya Arya dalam perjalanan pulang ke rumah.


''Iya...tentu saja! bukan kah kau belum mau memimpin nya?'' jawab balik Cinta.


''Kau mau aku carikan sopir?'' melirik Cinta yang menatapnya seakan berkata jadi kau keberatan aku pulang pergi bersama mu!!


''Tidak...,tidak...,tidak jangan menantap ku seperti itu!'' lanjut Arya cepat, lalu tersenyum mengingat kata kata Han ''Terzholimi''


''Kau senyum apa? jangan GR'' tegas Cinta ''Aku tidak perlu sopir'' lanjut nya.


''Hey...oke baik lah'' Arya menganggukan kepala ''Besok aku harus pergi ke kota Y, ada proyek yang lama belum aku cek'' jelas Arya.


''Apa kau pergi bersama Han?'' tanya Cinta tanpa memalingkan wajah.


Arya terkejut dia tidak menyangka Cinta akan bertanya tentang Han, kemudian Arya tersenyum lagi.


''Kau gila ya?! dari tadi tersenyum sendiri!'' cerca Cinta kesal.


''Hahaha, maaf kan aku'' jawab Arya ''tidak aku pergi sendiri, Han masih ada proyek yang lebih penting di sini'' Lanjut Arya tersenyum penuh makna.

__ADS_1


Sementara Cinta berpikir Proyek yang lebih penting? jadi itu yang membuat nya tidak datang menemui Arya beberapa hari ini? jangan bilang kalau pembangunan taman itu yang lebih penting? Gumam Cinta dalam hati Hey cinta! apa kau tidak punya pekerjaan menanyakan tentang laki laki selengek an itu! maki diri sendiri.


.


.


.


Sementara di tempat lain Han memang sedang mengawasi pembangunan Taman kota, tiba tiba batuk ''Uhukhuk'' kenapa aku merasa ada yang menghibahi ku pikir Han.


Saat Han hendak pulang dan menuju mobil yang terparkir, dia melihat ada Arya sedang duduk di kap mobil nya melambaikan tangan.


''Cat nya masih basah'' Jawab Han acuh.


''Alasan! ayo turun!!'' cerca Han tak terima dan menarik tangan Arya.


''Hahaha...'' Arya tertawa seraya menuju kursi taman.


''Kau gila ya?!'' tanya Han heran ''Sepertinya suasana hati mu sedang bahagia, apa mantan tunangan mu sudah kembali?'' cerca Han.


''Iya sudah! tapi kau merebut nya! Hahaha'' jawab Arya menunjuk Han dan tertawa.

__ADS_1


''Wah! kau benar benar gila!'' mendorong bahu Arya tak mengerti.


Arya tersenyum, memulai ceritanya...


Bagaimana Aryan bertemu dengan Cinta, cara Aryan melamar Cinta, dan betapa bahagianya Cinta di pesta pernikahannya. Sampai menggambarkan kesedihan Cinta saat di tinggal kan Aryan.


Tapi Arya tidak menceritakan bahwa Cinta adalah mantan tunangan nya yang meninggal kan nya saat acara pesta berlangsung. Terlalu memalukan dan kecewa jika dia sendiri yang bercerita.


Han hanya mendengarkan dengan baik, membayangkan hancurnya hati Cinta di saat ulang tahunnya dia harus kehilangan orang yang membawanya ke dalam dunia penuh warna, lalu meninggal kan nya seketika itu juga dunia nya hanya tersisa warna gelap saja.


''Besok aku akan keluar kota'' akhir cerita Arya ''Jadi buat lah Cinta mendapat kan kebahagian nya'' lanjut Arya


Han tidak mengerti maksud Arya,


Apa yang di pikir kan Arya, apa dia tidak lihat sikap dingin Cinta saat beberapa kali bertemu dengan ku?! dasar gila. gumam hati Han.


''Tidak akan mudah'' jawab singkat Han ''Aku benar benar tahu rasa kesedihan dan bersalahnya dia, belum lagi rasa kehilangan yang sangat dalam'' lanjut Han.


''Maka dari itu berusahalah'' Arya menepuk bahu Han ''Dia tidak sedingin dulu'' ucap Arya pelan menatap langit berbintang.


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2