
Tandai bagian yang typo guys 🙏
Hari ini Aira sama sekali tidak pergi ke kantor, ia memilih pergi ke apartemen lamanya, yang dulu ia singgah semasih kuliah. Ia berdiam diri di sini, ingin melupakan masalah sejenak.
Disini lain, Kenzo yang baru saja terbangun dari tidurnya. Ia merasakan kepalanya sangat pusing, mungkin efek dari mabuk semalam. Hari tidak lah pagi lagi melainkan sudah sore, membuat cahaya matahari sangat lah terik.
Setalah membersihkan dirinya, Kenzo pergi menemui Andre di kantor. Melihat tuanya datang pun, Andre langsung berdiri.
" Anda membutuhkan sesuatu tuan?" tanya Andre yang melihat tuanya sudah ada di dalam ruangannya.
" Kenapa dia tidak ada di meja kerjanya?" bukannya menjawab Kenzo malah melempar pertanyaan pada Andre. Andre tahu siapa maksud tuanya, pasti tuanya ia sudah melihat CCTV.
" nona Aira tidak masuk berkerja hari ini tuan"
" Kenapa dia tidak berkerja? bukankah ini bukan hari libur?"
" Karena anda tuan, karena anda!!" gumam Andre, wanita mana coba yang akan terima jika dikatakan wanita murahan seperti yang di lontarkan tadi pagi oleh Kenzo pada istrinya, ya walaupun dia menyatakannya dalam keadaaan mabuk.
" Apa anda tidak mengingat apa yang anda katakan pada nona Aira tadi pagi tuan?" tanya Andre agar tuannya ini sadar atas perbuatannya.
" Emangnya aku berkata apa tadi pagi padanya?" Kenzo mencoba mengingat apa yang terjadi tadi pagi.
__ADS_1
" Anda mengatakan kalau nona Aira itu, perempuan murahan dan menamparnya. "
" ****.... "
****
Deringan telpon, membuyarkan lamunan Aira. dari tadi pagi ia sengaja mematikan hpnya agar ia mendapatkan kesunyian, tersendiri.
" hallo "
" Aira kamu di mana? buk Ros terus mencari kamu dari tadi, kalau tidak masuk kantor izin, biar ibu ros tidak marah " ucap Selfi dari sebrang telpon itu.
" Maaf karena aku kamu harus mendengar Omelan buk Ros "
Aira terdiam.
" Hallo, Ra kamu di sana? Hallo?"
" aku tutup dulu telponnya" Mendengar itu langsung membuat Selfi merasa khawatir pada Aira. sedangkan aira masih terpukul dengan apa yang di ucapkan Kenzo padanya, ia tak ingin orang tahu masalah ini.
Sedangkan di sisi lain, Kenzo melihat CCTV di rumahnya, ia melihat apa yang ia lakukan pada Aira, terlihat Jelas disana, Aira tidak mengatakan apapun tapi dirinya lah yang memulainya, dan mengatakan yang tidak seharusnya ia katakan.
__ADS_1
Melihat Aira menangis, terasa hatinya sesak melihat itu. " Apa yang aku lakukan" gumam Kenzo.
" Dimana dia sekarang?" Tanya Kenzo pada Andre.
" nona sekarang ada di apartemennya tuan"
" Antar aku kesan sekarang!!"
" Apa anda yakin ingin menemui nona Aira, saran saya sebaliknya jangan tuan!!"
" Antar aku kesana !!!"
" Baik tuan" Jawab Andre pasrah, percuma memberikan saran pada tuannya ini, karena ia tidak akan mendengarkannya.
Sesampainya di apartemen Aira, kedua pria itu terdiam sampai di depan pintu, tidak ada yang mau menekan bel itu. Andre hanya dia saja, ia hanya mengikuti apa yang tuannya lakukan.
" Tuan " Andre memanggil Kenzo, karena sudah cukup lama mereka berdiri disini, dengan pikiran berbeda-beda. Kenzo melihat ke arah Andre.
" Apa tuan akan berdiri di sini sampai nona membuka pintu?" ucap Andre, lebih tepatnya ejekan atau sindiran yang keras untuk tuanya. karena banyak sekali yang ia harus kerjakan, tapi tuannya malah membuang waktunya untuk berdiri di depan pintu ini, seperti tidak ada kerjaan sama sekali.
Mendengar itu pun Kenzo pun tersadar, ia mulai menekan tombol bel itu, beberapa kali. sampai pada akhirnya Aira membuka pintu itu. Aira yang mengetahui siapa yang datang pun langsung menutup pintu tanpa berniat untuk membukanya kembali.
__ADS_1
***
makanya kalau ngomong itu di pikir dulunya, soalnya kalau ucapan sudah terlontarkan tidak bisa di tarik lagi. selamat berjuang mendapatkan maaf tuan Kenzo yang terhormat!!!!