
Setelah puas melepas kangennya pada sang istri, Kenzo kembali ke kantor selesai makan siang. Entah mengapa rasa kangen nya pada sang istri harus segara di lepas semenjak Aira hamil, Aneh tapi nyatanya, dan di alami oleh dirinya sendiri.
" Tuan ini dokumen untuk persentasi besok dan ini ada beberapa dokumen yang perlu anda periksa dan tanda tangani"
" Terimakasih Andre"
" Dan tadi nyonya Elma menelpon anda tapi anda tidak mengangkatnya, jadi beliau menelepon saya, mengabari kalau beliau pergi ke Singapore untuk urusan bisnis, beliau akan lama disana, belum bisa dipastikan kapan beliau menginjakkan kaki di tanah Aira"
" Pantas saja aku tidak bertemu dengannya" Ucap Kenzo, dia memang tidak melihat sang mama ketika ia pulang tadi.
" Terimakasih Andre, kerja mu sangat bagus!! Ngomong-ngomong apa perlu aku memberikan kamu waktu untuk berlibur?"
" Tidak perlu tuan, saya tidak membutuhkan itu"
" Lalu apa yang kamu butuhkan? katakan siapa tahu aku bisa mengabulkannya!"
" saya tidak butuh apa-apa tuan dan terimakasih atas tawaran anda "
" Apa kamu tidak ingin mencari seorang kekasih? apa kamu tidak ingin menikah? memiliki keluarga? "
Andre terdiam.
Jelas dia menginginkan itu semua, tapi untuk saat ini dia sangat memprioritaskan pekerjaannya dan masih belum memikirkan tantang wanita idamannya.
" Jangan bilang kamu tidak menyukai perempuan?"
" Saya masih normal tuan, hanya saja saya tidak sedang memikirkan itu semua, yang saya prioritaskan sekarang Pekerjaan saya, dan membantu anda, saya tahu anda sibuk mengurus istri anda saat ini, jadi saya akan selalu ada untuk anda kapanpun anda membutuhkan bantuan saya"
" Aku sangat terharu mendengarnya, terimakasih karena sudah setia padaku. aku akan memberimu bonus dan setelah istriku melahirkan kamu akan ku beri tiket liburan berdua dengan kekasih mu, terserah kamu mau mengunjungi negara mana, kamu bebas memilih"
***
__ADS_1
Malam harinya, Kenzo dan Aira sedang makan malam, mereka biasanya makan malam bertiga tapi sekarang mereka berdua makan malam berdua, karena nyonya Elma sedang perjalanan bisnis.
Selesai makan, keduanya pergi ke kamar untuk istirahat. Seperti biasa Kenzo akan memeriksa email yang di kirim Andre, sedangkan Aira ini menyibukkan diri dengan membaca buku yang kemarin dia beli.
" Sayang, sini. kenapa buku itu yang kamu perhatikan sedangkan aku tidak!"
" Bukan begitu mas, bukan kah tadi kamu sibuk dengan laptop mu!"
" Sekarang aku sudah selesai, jadi kemarin lah"
Aira naik ke atas kasur dan merebahkan tubuhnya di samping suaminya, Kenzo langsung memeluk tubuh Aira.
" Sayang"
" hmm"
" Apa dia baik?"
" Baiklah aku akan menanyakan langsung padanya" Kenzo mengelus perut Aira " Sayang apa kamu baik disana, papa sangat merindukan mu"
" Papa bohong, bagaimana bisa merindukan ku, sedangkan aku saja belum melihat dunia"
jawab Aira menirukan suara anak kecil.
" Ah kamu benar Sayang, tapi papa sangat merindukanmu dan papa juga sangat ingin mengunjungi mu!"
" Papa inget kata dokter gak?"
" Papa lupa sayang, yang mana?"
" Papa tidak boleh terlaku sering mengunjungi aku, Itu bahaya untuk kesehatan ku"
__ADS_1
" Begitu ya, tapi kalau cium bunda boleh kan"
" Gak boleh, Karena ada anak di bawah umur yang akan menyaksikan nya"
Kenzo mengkerut keningnya.
" Siapa ?" Tanya Kenzo menatap istrinya.
" Dia, dia kan dibawah umur. jadi tidak boleh melihat aktivitas orang dewasa " Mendengar itu, membuat dirinya sangat gemas pada istrinya ini.
" Aku kira siapa, gak papa dia lihat. toh dia tidak bisa mempraktekkannya "
" Maas!!!"
" bercanda kok, Sayang " Kenzo terus mengelus perut Aira dan beberapa kali mencium leher sang istri.
" Sayang, Kita kapan ya ke rumah umi dan Abi?"
" Besok kalau dia sudah lahir"
" Gak terlalu lama ya sayang?"
" Lama sih, tapi kamu ingat kan apa yang di katakan Abi, beliau mau kita dateng bersama cucu beliau! kalau gak beliau tidak mengijinkan kita untuk kesana"
" Tapi aku ingin mengunjungi beliau, aku tidak pernah Langi menginjak kaki ku disana, setelah pernikahan kita "
Keduanya terdiam..
" Nanti aku akan menyampaikannya pada Abi, semoga saja beliau mengijinkannya "
" Aamiin, semoga beliau mengijinkan "
__ADS_1
Tak lama kemudian, kedua pasutri itu akhirnya terlelap dan saling memberikan kehangatan.