Jangan Salahkan Cadarku

Jangan Salahkan Cadarku
74


__ADS_3

Tiga hari berlalu, menghadapi tingkah Kenzo yang selalu aneh membuat Aira khawatir tentang kondisi kesehatan suaminya.


Pagi-pagi sekali Kenzo telah bangun dari tidurnya, dan dengan cepat berlari menuju kamar mandi. Ia memuntahkan semua ia perutnya, Aira yang mendengar suara Kenzo yang muntah pun terbangun.


" Mas kamu kenapa?" Tanya Aira khawatir, kekhawatirannya sangat besar, apalagi melihat perilaku aneh suaminya ini selama tiga hari ini.


Hoek Hoek


Kenzo terus memuntahkan isi perutnya, bukanya sangat pucat dan tenangnya habis.


" Mas tidur dulunya, aku ke dapur dulu buatkan teh teh tawar" Kenzo tidak merespon apa pun, ia meringkuk lemas di atas kasur. Tidak membutuhkan waktu yang lama, Aira kembali dengan membawa secangkir teh hangat di tangan nya.


Ketika Aira masuk ke dalam kamar, tidak menemukan suaminya disana, dan kembali ia dengan suara dari kamar mandi.


" Astaga mas, Kita ke dokter aja ya mas. kamu pucat sekali"


" Tidak, Aku mau peluk kamu" Kenzo memeluk Aira dengan erat, wangi tubuh wanita ini membuat ia nyaman.


" Mas, minum dulu tehnya, kamu pucat sekali. " kata Aira, menyentuh pipi suaminya.


" Aku mau peluk kamu dulu!! " Kenzo kembali memeluk tubuh mungil istrinya. Aira pun membiarkan Kenzo, setelah puas memeluk istrinya akhirnya Kenzo melepas pelukannya.


" Sekarang minum ya, biar kamu ada tenaga!" Kenzo meminum teh tawar itu.

__ADS_1


" Sayang gak ada rasanya "


***


Semua orang yang ada di rumah ini sudah tahu kondisi Kenzo, awalnya Nyonya Elma mengira Kenzo mengalami morning sickness, tapi mendengar apa yang di katakan Andre, Kenzo beberapa hari ini sering Jaja sembarangan membuat ia panik dan langsung menyuruh dokter Linda datang ke rumah.


" Bagaimana keadaan suami saya dok?" Tanya Aira yang menemani Kenzo di periksa oleh dokter Linda..


dokter Linda tersenyum " Anda tenang saja nona, tuan Kenzo tidak apa-apa. sebaiknya anda juga di periksa nona, karena apa yang di alami tuan Kenzo, itu karena anda nona."


" Maksud dokter?"


" Kemungkinan besar anda sedang berbadan dua nona"


" Kamu hamil sayang?" Tanya Kenzo melihat aira kebingungan.


" Hah?"


" Sebaiknya anda periksa ke dokter kandungan, agar hasilnya akurat" Dokter Linda undur diri, karena ada pasien kecelakaan yang harus ia tangani.


" Apa bener ada bayi disini?" Tanya Kenzo mengelus perut rata istrinya. Aira hanya diam saja, ia tidak ingin memberikan harapan besar pada suaminya.


Sesuai apa yang dikatakan dokter Linda, Aira pergi ke dokter kandungan dan ditemani oleh suaminya. Sesampainya di rumah sakit, Aira langsung menuju ruang dokter yang di maksud oleh dokter Linda.

__ADS_1


" selamat tuan dan nyonya, anda akan menjadi orang tua"


Mata kedua pasutri itu berkaca-kaca.


" Sayang disini ada bayi" kata Kenzo mengelus perut Aira. " Terimakasih Sayang "


" Kalau boleh tahu berapa usianya?"


" Usianya masih muda, dua Minggu. Dia sangat sehat"


Setelah cukup lama kedua pasutri ini berbincang dengan dokter seputar kehamilan. akhirnya mereka pun pulang, dan mereka di sambut oleh nyonya Elma.


" Bagaimana nak? Apa yang di katakan dokter?" Tanya nyonya Elma..


" kata dokter, mama akan jadi nenek" Ucap Aira bahagia.


" Benarkah" Kenzo dan Aira menganggukan kepalanya. "Selamat sayang" nyonya Elma memeluk Aira dan bergantian memeluk Kenzo." Sebentar lagi kalian akan jadi orang tua, dan mama akan menjadi nenek" nyonya Elma tidak bisa menyembunyikan rasa bahagia nya.


" baik-baik disana sayang "


***


Semoga suka!!

__ADS_1


__ADS_2