
Semua orang yang di rumah ini, sudah mendengar kabar kehamilan istri tuan mereka. Mereka turut bahagia mendengar itu. Dalam suasana bahagia ini Aira tidak lupa mengabari kedua orang tuanya dan juga menyampaikan permintaan maafnya karena belum sempat untuk pulang ke rumah.
Kedua orang tua Aira sangat bahagia mendengar mereka akan menjadi kakek dan nenek. kedua tuanya juga sangat memaklumi ketika Aira belum sepet mengunjungi mereka, yang terpenting Aira selalu mengabarinya melalui telpon itu sudah cukup. kedekatan Aira dan kedua orang tuanya tetap terjalin walaupun melalui ponsel. Bukan hanya kedekatan Aira bersama dengan orang tuanya tapi juga kedekatan Kenzo dengan mertuanya
Kenzo mengijinkan Aira untuk pergi mengunjungi orang tuanya, tapi orang tua Aira menyuruh aira untuk tetep di rumah suaminya. Walaupun suaminya mengijinkannya untuk datang tapi kewajiban Aira sebagai istri itu harus di utamakan, pikir kedua orang tua Aira.
Cukup mendengar kabar melalui sambungan telepon itu sudah cukup mengobati rindunya. Dan sekarang mereka berharap kedatangan anak menantu berserta cucunya.
Hari ini, Kenzo tidak berangkat berkerja. mengalam morning sickness membuat dirinya lemas di pagi hari, dan ia memutuskan datang ke kantor ada siang hari saja.
" Sayang, Aku ingin makan dimsum ayam" Ucap Kenzo menggelengkan kepala pada leher istrinya.
" Mau dimsum tapi malah ke lain"
" Tapi ini juga menggoda"
" Mas, minggir dulu. aku bikinin dulu dimsum ayamnya"
" Gak aku mau yang ada di pinggir jalan itu" Kenzo mengambil ponselnya dan menghubungi asistennya.
__ADS_1
***
Pagi-pagi sekali Andre disibukkan dengan berbagai berkas di atas mejanya. Tapi itu tidak membuat untuk mengeluh, walaupun beberapa hari ini sang tuan selalu menumpahkan Pekerjaan padanya.
Andre menyandarkan tubuhnya di kursi, dia menghela nafas panjang. tak lama kemudian pintu ruangannya di buka oleh seorang, yang tak lain Dany dan Alex.
" Kamu sangat giat sekali Andre" Deny duduk di kursi yang ada di depan Andre dan di susul dengan Alex.
" Apa tuanmu, tidak pernah bekerja Samapi berkas ini menumpuk disini?"
" Ada apa tuan?" Tanya Andre dingin tanpa mengalihkan perhatiannya dari berkas itu.
" maaf tuan, jika anda tidak memiliki kepentingan lebih baik anda meninggalkan ruangan saya"
" Ciih, kalau buka karena saham kami tidak akan datang kesini!"
" Maksud anda apa tuan?" Alex memberikan andre paper bag yang berisi sebuah kostum. dan Andre membuka nya " kostum badut?" Ucap Andre keheranan.
" iyaa, itu kostum badut"
__ADS_1
" Lalu, apa urusannya dengan saya?"
" Kamu harus memakainya Andre "
" Tidak!!"
" Ini perintah dari tuanmu, kamu harus memakainya!!"
" Sampai kapanpun saya tidak akan memakainya" Andre tetep tidak mau, ia tidak mau menjatuhkan harga dirinya.
" Ayok lah Andre, ini demi kami. kamu tahu, tuan mu itu akan memberikan kami saham perusahaannya untuk kami berdua, jadi kamu pakailah kostum ini nanti kamu akan mendapatkan imbalannya "
" Cih, anda pikir saya tuan Mikael yang bisa anda kelabui!"
Deny dan Alex terus merayu Andre untuk mengunakan kostum badut itu, akan tetapi Andre yang teguh pendirian pun tak cepat goyah. ia tetep mempertahankan harga dirinya.
Andre tak habis pikir pada tuanya, bisa-bisanya sang tuan mempertaruhkan saham perusahaannya dan akan diberikan pada kedua temannya ini dengan percuma dan syaratnya menyuruhnya mengunakan kostum badut itu.
Andre mengingat apa yang di katakan tuan Mikael tempo hari lalu, lalu Andre berkata di dalam hatinya, bener kata tuan Mikael, sebaiknya tuan Kenzo tidak bergaul bersama dengan tuan Dany dan tuan Alex untuk saat ini, aku berharap ini pertama dan terakhir mereka menunjukkan kegilaannya ini.
__ADS_1
****