
di lantai vila charli duduk berdua ditemani mila, mila mengucapkan terimaksih kepada charli atas perubahan statusnya, yang tadinya hanya ART sekarang berganti asisten pribadi.
"sekarang kamu bisa membantu ekonomi keluargamu mila" ucap charli sambil meminum anggur yang mila tuangkan.
"iya kak, terimakasih atas kebaikan kak charli" dengan terburu buru mila meminum anggur, menutupi kegugupanya.
bagaimana tidak gugup, dia yang satu hari lalu hanya pembantu rumah, sekarang di angkat menjadi asisten pribadi, bukan hanya pekerjaanya yang semakin ringan dan gaji makin besar, tapi juga sebagai gadis seusianya sudah pasti melihat pria yang baik, kaya, dan perhatian memberi kesan tersendiri di hatinya.
yang tadinya mila tak bisa membayangkan perbedaan derajatnya, kini itu tidak mustahil lagi, karna dia sudah pasti setiap hari berada di sisi charli.
mila bertanya tentang apa yang terjadi saat charli dan vava tidak kembali beberapa hari yang lalu.
charli menceritakan kisah perjuangan bertahan hidup mereka malam itu.
karna sedikit pengaruh alkohol, charli pun menceritakan semuanya dan niatan hatinya untuk membalas mereka yang membunuh vava.
"kakak," kata mila seraya memeluk badan charli dari samping
" aku yakin kak vava sudah berterimakasih atas perjuangan kak charli" imbuh vava.
" bagaimana bila besok kita mengunjungi makam kak vava," imbuhnya lagi melihat charli tidak merespon.
" ide yang bagus, aku yakin kamu pasti bisa mengatur jadwalku tanpa membuang waktu dengan percuma" jawab charli dengan senyum bahagia, tak menyangka mila mencetuskan sesuatu yang sangat ingin charli lakukan.
" iya kak, mila akan berusaha semampu mila, dan mila akan melindungi kakak demi kak vava" kata kata mila membuat charli tertegun memandangnya.
charli tau vava sedikit mabuk sampai berbicara seperti itu.
" baiklah asiatenku, aku akan pasrahkan waktuku padamu" ucap charli dengan nada bercanda.
sanda gurau menjadi hiburan charli malam itu, hingga vava tak sanggup lagi karna mabuk.
° charli menggendong tubuh vava ke kamar, lalu meninggalkanya keluar, karna kamar charli di bawah, ada 6 kamar di bawah di khususkan bagi pria dan 4 kamar di atas charli khususkan untuk para wanita.
ke esokan paginya.
semua orang sedang sibuk memasang berbagai perlengkapan terutama untuk keamanan, seperti cctv dan ruang kerja di jadikan ruang pengawasan oleh james.
dan berpuluh orang di belakang mulai membangun bangunan baru yang charli minta kepada james, yang nantinya akan di jadikan kantor kerja.
ada juga yang sedang sibuk membawa perlengkapan pindah mereka seperti abi dan maya.
" tuan, saya membawa 2 orang pembantu, dan 2 orang tukang kebun, juga 4 satpam untuk menjaga pintu masuk" ucap james membuyarkan lamunan charli.
" baik paman jams, lakukan yang perlu di lakukan, masalah gaji mereka bukan masalah buatku" ucap charli.
" ngomong ngomong tuan, kita kekurangan pengawal pribadi untuk wanita, alangkah baiknya pengawalnya juga wanita, jika di izinkan saya akan merekrut beberapa orang lagi untuk itu" tutur james
" ok paman jams, silahkan lakukan semua yang kita perlukan, berikan data mereka kepada mila untuk kedepannya" jawab charli terkagum kagum dengan kepintaran james.
" baik tuan" jawab james.
charli dan mila mengunjungi makam vava.
setibanya di makam, mila menangis terisak isak.. membuat charli terbawa suasana.
__ADS_1
" semoga kau tenang di sana vava, aku berjanji setelah aku memiliki kekuatanku sendiri aku akan membinasakan sekomplotan bromo sampai ke akar akarnya" ucap charli sambil terduduk
" kak vava, saya berjanji akan menjaga kak charli dengan seluruh jiwa raga saya" kata mila membuat charli mengingat kata kata mila semalam.
charli merasa ada sepasang mata sedang mengawasi mereka dari kejauhan.
tapi charli tidak memperdulikanya.
karna merasa lapar, charli mengajak mila makan di kedai sederhana tak jauh dari makam.
sepanjang jalan, mila sibuk dengan handphon nya.
charli menatap mila dengan raut wajah yang aneh.
"ada maslah?" ucap charli sambil mengunyah makanan.
" tidak kak charli" jawab mila.
beberapa menit kemudian.
" apa diet? " tanya charli
" siapa? " jawab mila gugup
"kamu" tegas charli sambil meminum jus mangga.
" oh saya, tidak tidak saya tidak diet kak " mila terlihat gugup.
charli menghela nafas " jika ada yg bisa kakak bantu bilang saja, kakak pasti bantu"
tiba tiba handphon mila berbunyi, karna charli kesal dengan jawaban tidak tidak nya mila, charli lekas mengambil hp mila yang dari tadi di biarkan berdering.
" halo" kata charli.
" kak ..." belum selesai mila bicara, charli menggerak kan tangan, mengisyaratkan mila diam.
" siapa ini " kata penuh emosi terdengar dari seorang pria di ujung telepon.
" saya,?.." kata charli
" iya kamu, siapa lagi " jawab suara di seberang dengan nada tak senang.
" oh saya temanya mila, kenapa? " tanya charli ingin tahu penyebab emosi pria di seberang, mila hanya tertunduk dan terdiam.
" saya ingin berbicara dengan mila, kamu jangan ikut campur " ancam suara di seberang
" bicara saja , nanti saya sampaikan" tegas charli.
" oh... kurang ajar sekali kamu, saya peringatkan jangan ikut campur atau keluarga mila akan menyesal" ancam pria di seberang lagi.
" ya nanti saya sampaikan kepada mila, jangan ikut campur dengan pria bernada kasar seperti anda." jawab charli memancing emosi pria di seberang telepon.
" baik, baik, kamu sudah buat saya marah, katakan pada mila, jika sore ini dia tidak pulang ke rumah maka akan saya pastikan keluarganya tidak bisa tinggal lagi di sini" ancamnya lagi.
" ya nanti saya sampaikan, ada seorang pria dengan nada kasar, dan bisa nya hanya mengancam perempuan" jawab charli memprovokasi.
__ADS_1
" hahaha,, benar benar hebat kamu, jika kamu benar hebat kenapa kamu tidak kesini saja dan menyelamatkan keluarga mila, saya kasih tau kepadamu, meski 10 orang sepertimu datang, tidak mengubah apapun, hanya mila yang bisa menyelamatkan keluarganya." jelas pria di seberang dengan sombongnya.
" nak, siapapun kamu tolong sampaikan kepada mila, tetaplah di sana, jangan pedulikan kami" suara perempuan dari seberang telepon dengan nada merintih.
√plaak..." apa yang kamu katakan ratih, inilah kesempatan kita" suara seorang pria dan suara tamparan terdengar di seberang telepon, karena telepon di loud speaker oleh charli mila bisa mendengar suara tamparan itu dengan jelas, mila lekas berdiri.
" ayah, jangan sakiti ibu, mila akan pulang sore ini, tunggu mila" kata mila seraya meneteskan air mata.
charli sedikit paham dengan situasinya.
charli tak tahan melihat air mata mila menetes, lekas menekan tombol akhiri panggilan.
charli menarik mila ke pelukannya, " menangis lah"
seketika mila menangis tapi dengan suara yang sangat kecil, seisi kedai menatap mereka dengan rasa yang aneh.
"maaf mengganggu makan saudaraku semuanya, sebagai tanda minta maaf, aku akan membayar semua makanan yang kalian pesan secara penuh, dan akan membeli stok makanan di sini selama satu hari," kata charli dengan mengangkat kartu gold diamond pemberian bima.
karna jika mila tersadar dia di tonton orang sebanyak ini, dia pasti sangat malu.
pemilik kedai berlari mendekat kepada charli.
"wahhh... gold diamond, saya dengar hanya ada beberapa orang yang memiliki kartu itu di kota ini" bisik bisik orang di sekitar
" seorang sultan hanya makan di kedai, sepertinya mustahil" bisik yang lain.
" alah dia hanya tidak mau kehilangan muka di depan pacarnya" bisik bisik masih berlanjut.
" benar, sepertinya begitu, kita tunggu saja, bisa saja kartu itu boleh mungut atau mencuri" imbuh yang lain
" dia hanya ingin terlihat keren tapi sebenarnya sedang bunuh diri" tawa tawa kecil memenuhi ruangan.
charli yang bisa mendengarkan perkataan mereka dengan jelas lekas menelpon james.
"james, tolong bawa 3 mobil dengan sedikit pengawal ke kedai pangsit di depan pemakaman umum" bima langsung mematikan telepon.
#makin riuh suara tawa mengejek orang orang di sekitar, mila tak berani menarik diri karna tangan james yang memeluknya terlalu erat.
" tuan menu kami perhari hanya sekitar 400 porsi, apa anda serius ingin membayarnya.?" tanya pemilik kedai
kedai sekecil ini biasanya hanya mampu menghabiskan 150 porsi, tidak mungkin stok perhari mencapai 400 porsi, bagi pemilik kedai inilah keuntungan tambahan, atau aji mumpung.
"ya, berapa yang sudah laku hari ini?" tanya charli.
" hari ini baru terjual sekitar 40 porsi dengan hitungan pengunjung yang hadir sekarang" pemilik kedai mendekat dengan membawa mesin EDC (Elektronik Data Capture).
pemilik kedai menggesekkan kartu dan meminta charli menekan nomor pin.
"kreeek.. kreeekkk kreeekkk" suara mesin ADC mengeluarkan bill transaksi.
"terimakasih tuan, pembayarannya berhasil" jawab penjaga toko bahagia.
semua orang menatap tak percaya, orang yang berdiri dengan celana jeans pendek dan hanya pakai kaos oblong mampu mentraktir mereka, bahkan memborong setok makanan di toko.
belum selesai kekaguman mereka, james datang dengan 6 mobil rolls_roise phantom.dengan pasukan penuh.
__ADS_1
jangan lupa komen nya , biar penulis makin bersemangat.