Jerat Asmara Bos Muda

Jerat Asmara Bos Muda
BAB 13 •KELUARGA MILA BAG II


__ADS_3

tangan charli menyentuh selimut dan menaikkannya hingga batas leher, charli lekas menelpon keadaan leo dan kawan kawan.


leo sedang memukuli bawahan santoso, santoso yang kaget ada pengacau yang mengacaukan usaha remang remangnya lekas menelpon semua bawahan untuk berkumpul.


sekitar 50 orang bawahan santoso yang bersenjata tajam.


tapi leo dan kawan kawan memiliki senjata api, yang membuat santoso gemetar.


"siapa kalian?" tanya santoso gemetaran.


" kau sudah menyinggung tuan kami santoso! " kata seorang di belakang, berperawakan kekar dengan 2 pengawal.


orang ini adalah BARON si tangan besi, pemimpin terbesar organisasi bawah tanah di distrik D.


bagi yang berkecimpung di dunia gelap dan bawah tanah distrik D tak ada yang tak mengenal BARON.


" tu..tuan baaaaron, siapa kah gerangan yang saya singgung dengan kebodohan saya hingga anda sampai repot repot datang kesini" tanya santoso berkeringat dingin.


dengan cepat baron menendang dada santoso, hingga santoso kesulitan bernapas.


" kau masih belum sadar akan kesalahanmu!! " teriak baron dengan pijakan ke kaki santoso (kreeeekkk) suara tulang kaki santoso patah.


santoso melolong di hadapan seluruh anak buahnya tanpa perlawanan.


" ampun tuan baron, ampuni saya, saya mohon " santoso memohon dan bersujud kepada baron.


" santoso, ke 4 orang yang kau anggap pengacau adalah empat pilar bos besar dari distrik A, kau tak pantas tau namanya, kau hanya kecoak di sekumpulan gajah " ucap baron.


teringat distrik A, santoso mengingat mila adalah pembantu di distrik A. apakah mila bekerja kepada bos besar yang di maksud baron? apakah yang menerima telpon kemarin bos besar dari baron? kepala santoso terasa mau pecah mengingat kata kata kasar yang sudah ia lontarkan kemarin.


" di atas langit masih ada langit, seharusnya kau berhati hati santoso " ucap baron.


" tuan baron tolong ampuni saya, saya bersedia melakukan apa saja, jika anda bersedia mengampuni nyawa saya kali ini." santoso memohon kepada baron.


"tuan leo, apa yang harus saya lakukan kepada kecoak ini? " tanya baron kepada leo.


semua anak buah santoso terperangah kaget, seorang baron yang di segani di distrik D tertunduk sopan di hadapan orang lain yang hanya pilarnya bos besar.


seperti apa bos besar yang di maksud baron? semua orang penasaran.


" menurutku, jika nyawa santoso saja masih belum cukup untuk membuat tuan kami puas, paling tidak semua nyawa orang di sini itu sedikit melegakan tuan kami." ucap leo, seraya menembak salah satu kaki santoso, lagi lagi santoso melolong.


seluruh anak buah santoso bersujud kepada leo setelah mendengar perkataan leo.


" ampuni kami tuan, ampuni nyawa kami" ucap seluruh anak buah santoso.


" ya... saya akan tanya dulu kepada tuan kami, tunggu saja saat nyawa kalian di ambil" ancam leo.


leo sangat ahli mengintimidasi dengan kata kata hingga dia di panggil leo.(bagaikan singa, suaranya sangat mengintimidasi)


" apa sudah selesai leo? " tanya charli di seberang telepon.


leo menceritakan semuanya, dan


" mereka harus kami apakan tuan? " tanya leo.


" katakan pada mereka, 1 besok santoso menemui aku di rumah orang tua mila, harus dengan satu kaki patah, 2. seluruh anak buahnya ikut tapi dengan satu jari terpotong oleh mereka sendiri, 3.bawa semua aset rampasan santoso, 4.kelak di masa depan mereka harus menuruti perintahku. aku charli vanhouten memerintahkan kuliti hidup hidup yang tak menuruti 4 saratku." suara charli bagai petir yang menggelegar.


segera seluruh anak buah santoso memotong jari kelingking mereka masing masing dengan sajam yang mereka bawa sendiri.


" tuan kami menunggu kalian besok, jangan membuatnya marah atau kalian tau sendiri akibatnya!!!! " tegas baron.


segera semua orang membubarkan diri.


###############


###############


ke esokan harinya ayah mila mendatangi beberapa warga meminta bantuan jika santoso datang, tak luput kepala desa pun ikut.


sekitar 20 warga sudah bersiap siap menyambut kedatangan santoso.

__ADS_1


sederet mobil gerombolan santoso datang, charli hanya duduk di kursi belakang sambil meminum kopi.


"banyak sekali, sepertinya santoso tak akan mau berunding zal" kata seorang warga. kepada ayah mila.


" sepertinya anda memang harus memohon aampun sendiri kepada santoso saudara rizal" kata kepala desa kepada ayah mila.


sekitar 50 anak buah santoso datang dengan kelingking yang di perban, dan santoso datang dengan kursi roda, karena kakinya patah sebelah dan sebelahnya di tembak leo.


ayah mila berlari bersujud kepada santoso,


"tuan santoso ampuni saya dan jangan ganggu putri dan keluarga saya, saya janji akan melunasi hutang hutang saya" rizal memohon kepada santoso.


" minggir aku ingin bicara dengan mila," bentak santoso.


semua orang menyingkir,dan memberi jalan santoso, saat mila ingin melangkahkan kaki, charli menahan lenganya, mengisyaratkan untuk tetap duduk di samping charli.


ibu mila gemetaran sambil mendekap kedua adik mila.


" mila maafkan saya, saya sudah keterlaluan, mulai sekarang saya akan membebaskan semua hutang rizal ayahmu, dan saya tidak akan mengganggu keluargamu lagi, dan juga saya mengembalikan semua aset keluargamu yang saya sita, tolong maafkan saya" santoso menunduk di atas kursi roda.


mila tertegun kaget, dan semua orang juga yertegun., mila memandang charli yang sedang meminum kopi, dengan tatapan heran.


rizal lekas berdiri dari sujudnya setelah mendengar apa yang terjadi.


charli berbisik kepada mila.


" baiklah, aku akan memaafkanmu, tapi kamu harus menganggap semua hutang penduduk sini lunas, dan mengembalikan aset yang kamu sita dari penduduk sini" jawab mila tegas dengan tangan gemetar.


semua orang semakin terheran heran apalagi ayah mila, dia tertegun hingga mulutnya menganga.


para penduduk yang sedang mengintip dari tempat kejauhan pun ikut terheran heran oleh sifat berani mila, dan perubahan sifat santoso.


" aku tidak mau, itu adalah permintaanmu, tapi jika memang itu permintaan tuan besar vanhouten aku akan mengabulakanya, aku ingin mendengarnya secara langsung" ucap santoso.. membuat semua orang semakin terheran heran ternyata bukan mila yang membuat santoso ketakutan seperti itu.


kau sangat cerdas santoso, kau tidak mau kehilangan kesempatan, kau selalu memikirkan jangka panjang kehidupanmu.#batin charli


semua orang saling memandang, mencari tahu siapa tuan besar vanhouten ini, orang seperti apa dia.


ayah mila pun tercengang, siapa tuan besar vanhouten ini, kenapa mau membantu penduduk sini terutama keluarganya.


semua orang tertegun memandang ke arah charli, mata mereka seakan mau lepas dari kepala, heran dan heran kenapa charli berkata seperti itu.


santoso yang mendengar suara yang sangat mirip di telepon semalam lekas memandang anak buahnya di belakang, di ikuti semua anak buahnya bersujud secara bersama sama,,


pemandangan ini membuat semua orang yang hadir semakin terpukau, semua orang yang tadinya hanya berani mengintip kini berani keluar rumah dan mendekat ke rumah mila.


"tu..tuan besar vanhouten saya memohon maaf atas kebodohan saya tempo hari,sudikah kiranya tuan memaafkan saya" ucap santoso tertunduk di hadapan charli.


" keputusan mila adalah keputusanku juga tuan santoso, kenapa kau tidak mau memenuhi permintaan mila? " tanya charli lemah lembut.


" aku akan memenuhinya tuan, tapi di masa depan aku ingin bekerja sama dengan tuan vanhouten," jawab santoso.


" aku tidak mau, " jawab charli tegas.


" ma...maksud saya, di masa depan kami akan menuruti perintah tuan vanhouten , dan tolong berikan kami sedikit pekerjaan dan perlindungan tuan " kata santoso.


" baiklah, kabulkan permintaan mila, lepaskan para wanita yang sudah kamu jerat dengan tipu dayamu, tutup semua usaha remang remang mu, apa kau sanggup" desak charli.


semua orang makin terpukau oleh sosok charli, yang orang tau charli adalah calon menantu rizal kekasih dari mila.


"sungguh beruntung mila menemukan orang yang sangat luar biasa, bukan hanya tampan, tapi juga berpengaruh" bisik bisik para tetangga.


" tapi tuan, bagaimana usaha saya kedepanya, saya punya keluarga, dan semua anak buah saya juga punya keluarga " santoso memohon.


" kau bisa menghubungi temanku di distrik D, dia yang semalam ke rumahmu, harusnya kau tahu " tegas charli


" baik tuan, saya akan menghubunginya atas perintah tuan, saya mohon ijinkan saya pamit " santoso lekas membawa pasukanya pulang.


seperginya santoso, hiruk pikuk semua warga bersorak gembira , mereka mengucapkan banyak terimakasih kepada mila, ibu mila keluar dan memeluk charli, di ikuti dina dan dini, semua orang terharu bahagia hingga meneteskan air mata.


tak luput mila, mila memeluk charli dan menangis bahagia.

__ADS_1


hanya ayah mila yang tetegun malu, rizal malu atas apa yang di perbuatnya tempo hari, dengan semena mena dia meremehkan charli, tanpa bertanya dan mendengarkan penjelasan mila.


semua orang mengusulkan pesta besar atas kembalinya aset warga dan perginya santoso, sebagai ucapan terima kasih juga kepada charli.


dan kepala desa menyetujui usul warganya. dan akan mengadakan pesta 4 hari kedepan, karna mereka perlu menyiapkan segala sesuatu, dan tak bisa dadakan.


charli hanya mengangguk.


setelah makan siang bersama kepala desa, kepala desa mengajak charli dan mila berkeliling desa.


kepala desa tau, charli adalah seorang yang sangat mumpuni, tanpa turun tangan dia bisa membuat santoso bertekuk lutut.


bisa memikat hati charli desa ini pasti akan maju pesat.


sampai di sebuah sekolah dasar, bangunan dengan cat yang sudah memudar,dan banyak anak anak sedang bermain bola, charli menghentikan mobilnya.


" apa hanya ada satu sekolah di sini pak kepala desa? " tanya charli


" ya tuan charli, jika sudah masuk sekolah menengah anak anak harus berjalan atau bersepeda 6 kilo ke kecamatan." jawab kepala desa.


" apa aku boleh memugar sekolah ini? " tanya charli.


" sebenarnya itulah yang saya harapkan hingga mengajak anda berkeliling tuan charli " kata kepala desa dengan senyum bahagia.


" baiklah, untuk kedepanya anda bisa menghubungi mila untuk urusan ini , sekalian saya juga ingin membangun sekolah menengah di sini, saya minta anda bisa mengurus lahan surat dan izinya" jawab charli enteng.


"te..n tu tuan, saya akan mengurusnya." jawab kepala desa tak menyangka charli dengan mudahnya ingin membangun sekolah di sini.


mila merasa sosok charli semakin dan semakin membuatnya terpana.


hingga tanpa sadar mila membayangkan bila charli menjadi kekasihnya.


mereka melanjutkan perjalanan hingga ke pinggiran desa, yaitu tempat orang orang menumbuk kopi secara manual.


"tempat apa ini? " tanya charli.


" ini adalah lumbung pangan, di sini warga menumbuk kopi, beras untuk mereka jual, inilah satu satunya aset oenghasilan warga tuan charli " jelas kepala desa.


" mila besok kirimkan segala sesuatu yang di butuhkan, saya akan membangun pabrik penggilingan kopi dan padi, semua aku berikan untuk warga di sini" tegas charli.


" baik kak " sahut mila terbuyar dari lamunannya.


kepala desa makin terpukau dengan sosok seorang charli.


" tuan charli, sore ini bisakah kita makan malam di rumah saya, saya mengundang anda sebagai rasa terimakasih" kepala desa memohon kepada charli.


" baiklah, pak kepala desa" jawab charli.


karna kabar tentang charli sudah menyebar, setiap orang yang melihat mobil charli lekas memberi hormat dengan membungkukkan punggung mereka.


ada segerombol petani padi sedang mencangkul sawah.


charli menghentikan mobilnya,


turun dan memberi salam, semua orang penuh sopan mengobrol dengan suka cita mereka bersawah dengan mengandalkan kerbau dan cangkul untuk membajak lahan.


" baiklah bapak bapak, kedepanya saya akan berikan 3 buah mesin bajak, tapi dirawat dan di jaga, juga di pergunakan dengan adil, komisinya bisa di berikan kepada anak yatim yang mau bersekolah," kata kata charli membuat semua orang tertegun, tak percaya dengan yang mereka dengar.


kepala desapun menjelaskan niat charli yang ingin membangun sdua sekolah, dan dua pabrik penggilingan.


semua warga berjabat tangan dengan antusias kepada charli.


" nak charli, kamu tampan, muda , berwibawa dan sangat dermawan, beruntung sekali rizal bisa mendapat calon menantu seperti kamu" ketus seorang warga membuat wajah mila dan charli memerah.


" kapan kira kira kalian akan menikah,?" tanya kepala desa


" ah... hanya mila yang tahu " jawab charli seraya memandang mila.


mila hanya terdiam dan tersipu.


mereka melanjutkan perjalanan dan pulang ke rumah untuk mandi, kepala desa berpamitan seraya pulang dengan sepeda motornya.

__ADS_1


di depan pintu ayah mila menyadari kedatangan charli, ayah mila mengepalkan tangan dan berlari ke arah charli.. seketika bruggg....


"jangan lupa kritik dan saran di kolom komentar"


__ADS_2