
charli dalam kebingungan menghadapi tamara, baru pertama kalinya bagi charli ada wanita seberani tamara.
mengungkapkan maksudnya tanpa malu malu.
"tuan, ini adalah cincin terbaik di toko ini" ucap pelayan menunjukkan sepasang cincin dengan berlian tertata melingkar, sangat indah.
"kenapa harus sepasang?" batin charli kebingungan, situasi ini membuatnya semakin kebingungan.
"kakak memang senang menunjukkan sesuatu dengan sebuah tindakan, bukan hanya kata kata saja" ucap tamara menyodorkan jari jari lentiknya.
charli semakin kebingungan di buatnya, terpaksa memakaikan cincin kepada tamara.
tamara terlihat sangat bahagia, charli mengantongi salah satu cincinnya, tamara tidak mengetahuinya karena sedang asik dengan cincin barunya.
buru buru charli menyelesaikan administrasi nya dan mengajak tamara makan di suatu tempat di pinggiran pemukiman lokal distrik A.
"ditempat ini banyak kuliner lokal,dengan rasa yang manja" ucap charli melirik tamara seakan tak setuju makan di warung kecil pinggir jalan " ayo turun" charli membuka pintu.
charli berjalan meninggalkan tamara yang sedang mengamati seakan bingung dengan tempat ini.
semua orang melihat charli yang baru turun dari Bugatti nya, karna jarang sekali ada mobil mewah makan di tempat ini.
charli hendak masuk ke warung soto.
"kakak" ucap tamara menghentikan langkah charli.
tamara menarik tangan charli, inilah yang di harapkan charli, sepertinya dia tidak senang makan di pinggir jalan.
charli tersenyum kecil, usahanya pasti berhasil.
"di sini, aku masih ingat tempat ini, dulu aku sering makan di sini kak charli" tamara berhenti, mengajak charli duduk di bangku di bawah pohon.
di warung ini tempat makannya di bawah pohon beringin, dengan tempat duduk yang biasa, bahkan tanpa atap, tamara pergi memesan makanan.
charli tertegun, usahanya tidak berhasil, charli sengaja mengajak makan di pinggir jalan supaya tamara malu dan menjauhi dirinya, tapi kenyataannya bukan malu malah memilih tempat yang tanpa penutup.
"kakak, ini adalah tempat favoritku, tak banyak perubahan dari tempat ini" jelas tamara.
" kamu senang makan di tempat ini?" tanya charli penasaran.
"tentu saja, paman penjual ini sangat ramah, sebenarnya karena tuntutan pekerjaan lah aku harus hyper bukan hanya dari makan,pakaian, dan yang lainya, semua demi melambungkan perusahaan dan karirku." cerita tamara membuat charli sadar betapa susahnya menjaga image.
sebenarnya charli juga merasakan apa yang di rasakan tamara, charli yang sekarang sangat bertentangan dengan keinginannya, charli yang dulu yang low profile terasa lebih nyaman baginya daripada charli yang sekarang,tapi mau bagaimana lagi, charli harus merubahnya demi kedua orang tua dan ambisinya sendiri.
demi membangun kekuatan dan membalas dendam kematian vava, charli terpaksa membohongi dirinya sendiri.
saat teringat vava charli juga mengingat inoa.
di kampung inoa charli bisa menjadi dirinya sendiri. saat ini itulah obat baginya.
charli melirik sekeliling, melihat semua orang memandangi mereka.
__ADS_1
siapa yang tidak kenal tamara di kota ini, dari semua kalangan masyarakat mengenalnya.
satu persatu orang orang memberanikan diri mendekati mereka.
"kakak tamara bolehkah anak saya berfoto dengan anda?" tanya seorang ibu muda membawa anaknya.
" oh.. tentu saja kenapa tidak?" ucap tamara membuat semakin banyak orang mendekat untuk meminta berfoto " tapi hanya anak anak yang boleh, orang dewasa tidak boleh" imbuh tamara menyadari banyaknya orang yang mendekat.
orang dewasa mulai mundur, hanya mengambil beberapa foto dengan ponselnya lalu pergi meninggalkan tamara.
sekitar 5 anak meminta foto bersama, kemudian tamara bisa melanjutkan makannya dengan charli.
"kau sangat terkenal ya?" ucap charli.
" kakak terlalu memujiku, sebenarnya sangat melelahkan kakak, tapi lagi lagi ini semua demi pekerjaan dan karir, ya terpaksa aku harus lakukan" ucap tamara santai.
"semangat lah" ucap charli.
"tentu, kak" balas tamara.
sebuah mobil mercedez berhenti tak jauh dari mereka, terlihat seorang pemuda tampan turun dan menghampirinya.
" akhirnya aku menemukanmu tamara" ucap pemuda yang sok akrab.
"oh toni" balas tamara melanjutkan makan.
"tamara ayo kita pergi, aku sudah memesan sebuah kamar vip untuk makan malam" jelas toni
"aku sibuk" balas tamara.
"ini sudah pantas buatku, lebih baik kau pergi toni!" balas tamara dengan nada kesal.
"sudahlah, tinggalkan gembel yang hanya bermodal jas ini, lihatlah dia hanya mampu mengajakmu makan di pinggir jalan, ini kurang higienis, tempat kumuh ini hanya pantas untuk seorang gembel" ucap toni menunjuk jarinya ke wajah charli.
pemilik warung merasa jengkel dengan perilaku toni, membuat semua orang terganggu, tapi pemilik warung tidak berani menyinggungnya.
toni adalah putra kepala polisi diatrik A.
"cukup toni!!!! jaga ucapanmu kepada kak charli" tamara meradang berdiri dan berhenti makan.
charli berdiri, " tunggu di sini tamara" ucap charli melangkahkan kaki meninggalkan tamara.
"hei lihat, dia ketakutan kepadaku, hingga dia pergi meninggalkan teman wanitanya, pria macam apa yang kau bela tamara!!!!"
ucap toni memprovokasi.
tamara kembali duduk, dia tidak tahu apa yang akan di lakukan charli, tapi tamara yakin charli sedang melakukan sesuatu.
"kenapa kau malah duduk di sini, ayo naik ke mobilku" ucap toni hendak meraih tangannya.
brakkkkkkkkkkkk... tit tit tit
__ADS_1
alarm mobil toni berbunyi keras karna benturan dari depan.
sesaat lalu, charli mengambil bugatinya yang terparkir agak jauh, memarkirkannya di depan mobil toni, dan memundurkannya membuat mobil toni ringsek di bagian depan.
toni kaget dan menghentikan tangannya yang berniat menarik tangan tamara "hei siapa yang berani melakukan ini" teriak toni.
charli turun dari bugatinya, menghampiri tamara, membayar makanannya dan mengajak tamara pulang.
tapi itu membuat toni makin kesal, " tunggu jangan harap kau bisa lolos dariku!!! aku akan memenjarakan mu" bentak toni menghentikan langkah charli.
"baru mobilmu, jika kau ulangi lagi bukan mobil tapi wajahmu yang akan ringsek" ancam charli.
" kau salah memilih lawan bung, aku anak kepala polisi, kau pasti akan menyesal" ancam balik toni yang sedang menelpon seseorang.
" oh buktikanlah jika itu memang bisa kau lakukan!" tantang charli dingin, menunggu apa yang akan di lakukan toni.
sebuah mobil polisi datang dengan empat orang anggota.
tentu kejadian ini membuat orang di sekitar tertarik dan mulai memvideokan nya.
hahahaha" tawa toni dengan bangga.
para polisi menghampiri toni, menanyakan yang terjadi dan melangkah mendekati charli untuk bertanya.
charli dengan santai menantikan mereka.
apa siasat charli untuk melawan toni???
kita nantikan bab berikutnya....
...jangan lupa dukung penulis...
...dengan cara...
...like, komen, vote dan follow...
...selamat membaca...
...terimakasih...
v
v
v
v
v
v
__ADS_1
v
v