Jerat Asmara Bos Muda

Jerat Asmara Bos Muda
BAB 26 •SISI GELAP SUKU DAN DESA


__ADS_3

james duduk bersama kristin sedang menyelesaikan beberapa dokumen.


james melihat panggilan dari charli di ponselnya, dia segera menjauh untuk berbicara.


james meminta maaf kepada charli karna sepertinya cristin tidak tahu sama sekali tentang sesuatu yang ber bau mistis.


maya duduk di halaman belakang vila sambil menghadap laptopnya.


" hei maya, bagaimana pekerjaanmu sebagai bendahara?" tanya charli mengagetkan maya.


"oh kak charli, tentu saya sedang berusaha yang terbaik, kenapa kakak malah memilih saya mengelola keuangan, sedangkan saya pernah berniat buruk hanya demi uang anda?" tanya maya merasa tak pantas.


" tak usah di fikirkan, semua manusia pernah berbuat salah" charli tersenyum dengan senyuman khasnya membuat hati siapa saja layu di buatnya.


"kakak 5 hari lagi ulang tahun mila, apa kakak tidak ingin memberinya sebuah kejutan?" maya mengingatkan charli.


dulu maya ingin sekali mendapatkan charli, tapi sekarang kebaikan charli dan mila membuat hatinya tersentuh dan berniat menjadi mak comblang mereka.


charli tertarik dengan ide maya, mereka berdua berdiskusi untuk menyiapkan kado buat mila.


charli berpamitan dan meminta maya melakukan semua idenya, charli punya cara tersendiri.


charli teringat tentang kalung pilihan tamara, charli segera melaju dengan lamborgininya.


sampailah charli ke rumah istrinya, membawa beberapa sembako dan tentu saja kalung indahnya.


"suamiku selamat datang" sambutan kata lembut inoa dengan perut yang mulai mengembung menambah kesempurnaan sebagai seorang istri.


charli memeluknya, dan menciumi nya,


"ayo masuk ke dalam malu di sini" inoa menarik charli masuk ke bilik dan melanjutkan kewajiban nya melayani suami.


satu jam berlalu, kerinduan terpuaskan dengan bermandikan peluh dari kedua pasangan.


charli mengajak inoa berkaca, menyibak rambut inoa dan memakaikan kalung yang di bawanya.


inoa sangat bahagia, ini adalah hadiah pertama pemberian charli.


"istriku, apa kau mau ikut aku ke dunia luar?" pertanyaan charli membuat inoa kebingungan dan tak bisa menjawabnya.


" kita tidak harus berada di kota, kita akan tinggal di bawah kaki gunung, dengan begitu anak kita akan mendapat kesempatan bersekolah dan menjaga hutannya" imbuh charli menjelaskan.


"suamiku, kau adalah kepala suku kita, aku percaya setiap keputusanmu semua demi kebaikan suku dan anak anak kita, tapi paling tidak kita harus berbicara dulu kepada para tetua" saran inoa.


"baiklah jika waktunya tepat dan aku sudah membangun rumahnya aku akan membicarakan ini dengan para tetua" charli lekas mencium leher inoa, membuat inoa terangsang dan meremas rambut charli.


sambil berdiri charli dan inoa melakukan hubungan suami istri.


melihat inoa kelelahan charli menyiapkan air hangat untuk inoa mandi.


charli ingin sekali melakukannya lagi sampai berkali kali, tapi demi kebaikan kandungan inoa, charli menahan hasratnya.

__ADS_1


charli malam ini menginap di rumah istrinya, malam tiba charli menghadap para tetua dan para pejuang yang sedang menggarap hewan hasil buruan.


sambutan hangat di rasakan charli dari semua penduduk.


charli bercengkrama dengan canda gurau bersama para penduduk.


melihat keramahan charli banyak sekali penduduk yang semakin simpati kepadanya.


tidak hanya pria, bahkan para wanita pun sangat simpati dan menghormati charli.


malam telah larut, charli masuk ke kamar istrinya untuk beristirahat.


####


pagi hari setelah sarapan, charli mengantar inoa mencuci pakaian di sungai bersama para wanita.


saat siang semua pria melakukan perburuan, hanya tertinggal sesepuh, anak anak dan para wanita saja di kampung ini.


charli agak canggung tapi tak tega melihat istrinya yang sedang mengandung mencuci pakaian seorang diri.


setelah mengangkat pakaian basah dan menjemurnya charli berkeliling kampung.


saat asik berjalan melihat lihat, charli di berhentikan seorang ibu ibu muda yang sedang menjemur pakaian, usia sekitar 30 tahun, tinggi 170 cm, dengan penampilan berisi padat.


wanita itu meminta tolong kepada sang kepala suku charli untuk mampir ke rumah nya.


charli menoleh ke kanan dan ke kiri, ingin masuk tapi takut karena para pria siang ini sedang berburu.


wanita itu memaksa dengan menarik tangan charli, charli tak kuasa menolaknya.


"arung saya ingin bercerita" ucap wanita mendekati charli.


(arung adalah panggilan lain untuk kepala suku di sini)


begitu charli meng iya kan, ines nama wanita tersebut, bercerita bahwa suaminya sudah meninggal saat berburu.


janda anak satu ini bercerita dengan mata berkaca kaca.


di desa ini saat mendapat buruan, daging di bagi khusus para tetua, keluarga kepala suku, dan sisanya keluarga para pemburu.


setiap janda dan anaknya sudah pasti tidak pernah mendapat daging hasil buruan.


bila ingin makan daging mereka harus berburu sendiri.


ines menangis, jika ibu seorang janda meninggal, maka anaknya sudah masuk dalam tanggung jawab pejuang.


oleh karena itu banyak dari wanita suku badiu yang tidak kuat dan memutuskan untuk bunuh diri atau lari keluar gunung.


ines mendekap lengan charli, meminta tolong untuk di bawa keluar gunung.


charli terpaku dengan cerita ines, inilah alasan setiap wanita dewasa suku badiu sangat senang saat mereka di pinang atau di nikahi.

__ADS_1


"ARUNG,sebenarnya bisa saja saya menjadi keluarga pemburu, tapi saya harus meminta salah satu pemburu untuk menikahi saya" jelas ines.


charli merasa sedih atas peraturan yang menjerat bagi wanita suku badiu, hati charli tertarik untuk mengubah adat suku.


tapi bagaimana caranya? charli sedang berfikir keras.


"ines, bersabarlah, saya akan berusaha mengubah adat kalian, saya akan berjuang untuk memuliakan wanita" charli menggenggam tangan ines.


ines membuka sedikit kakinya, menampakkan bulatan paha yang putih mulus.


membuat charli sedikit salah tingkah, ines menggerakkan tangan ke pinggang charli..


"ines, apa yang mau kau lakukan?" tanya charli.


"arung tolong nikahi aku, anakku tidak akan merebut gelar kepala suku dari keturunanmu, ku pastikan dia akan menjadi pelayan anak arung dan tua inoa" ines memohon dan merapatkan dadanya.


(tua adalah sebutan bagi istri utama kepala suku)


ines semakin merekatkan dadanya ke lengan charli, tangan ines meraih tangan charli dan meletakkan di pahanya yang sedikit terbuka.


charli merasakan kelembutan kulit paha seorang janda, sebagai pria normal tentu sentuhan itu membuat darah charli mendesir dan menjalar ke bagian urat urat pahanya.


charli menarik tangannya, memegang wajah ines dengan kedua tangannya " hentikan, ku janjikan hak wanita di suku ini akan sama dengan hak para pria, tidak perduli status apapun" charli tak kuasa menahan rasa iba.


ines menghentikan segala upaya nya, dan membiarkan charli meninggalkan rumahnya.


seolah kata kata charli adalah hukum mutlak yang tak berani ia tolak.


charli melangkah menyusuri kampung, memanggil anak anak untuk ikut ia jalan jalan, charli tak ingin kejadian seperti yang di lakukan ines terulang.


rasa hormat semua warga melihat kehadiran charli membuat hati charli semakin cinta dengan suku ini.


semua wanita berlomba lomba memberi charli hadiah seperti kain rajut, tas rajutan tangan, topi, gelang, dan makanan, tak sedikit yang mengajak charli mampir ke rumah mereka tapi charli dengan lembut menolaknya.


bahkan para ibu ibu menawarkan anak gadis mereka untuk di nikahi secara terang terangan.


anak anak berhenti secara bersamaan.


salah satu membisiki mereka, ini tempat terlarang arung.


Charli melanjutkan langkahnya seorang diri, menyibak semak semak, terlihat seperti goa kecil, tak ada suara apapun.


charli melanjutkan langkahnya menyusuri goa.


charli mendengar erangan seorang wanita.


membuatnya penasaran, keadaan goa yang gelap gulita membuat hati charli sedikit ketakutan.


...jangan lupa dukung penulis...


...dengan cara follow author...

__ADS_1


...like,komen, dan vote...


...selamat membaca and thank you...


__ADS_2