Jerat Asmara Bos Muda

Jerat Asmara Bos Muda
BAB 33 •BAGAI DI SAMABAR PETIR DI SIANG BOLONG


__ADS_3

Bagai di sambar petir di siang bolong, itulah ungkapan yang tepat untuk perasaan Charli saat ini


Bukan Inoa melainkan sosok ines yang tampak di pelupuk mata nya, Charli segera merapikan pakaian Ines dan membantunya duduk di tepi ranjang


"Maaf kan aku Ines, ku kira kamu adalah istriku Inoa" ucap Charli membuyarkan suasana hening


Ines hanya menunduk "Tak apa Arung" jawab Ines tersenyum


"Kenapa malam begini kamu masuk ke kamarku?" tanya Charli mencurigai niat Ines


"Arung, saya berniat ke dapur untuk mengambil air minum, saya belum hafal tempat nya, ketika masuk ke sini di sini gelap, jadi Ines meraba-raba untuk mencari gelas" Alasan Ines menjawab keraguan Charli


"Baiklah bisakah kau keluar sebelum Inoa masuk ke sini?" Permintaan lembut Charli menggandeng Ines keluar kamar


Charli segera mengintip ke ruang depan, di lihatnya Inoa dan Mila sedang asik mengobrol dengan senyum tergambar di wajah mereka, sesaat kekhawatiran Charli terobati


Charli menyusul Ines ke dapur "Ines bisakah kau maafkan aku dan melupakan yang terjadi?" ucap charli berdiri di samping Ines


"Arung jangan khawatir, Ines akan melupakannya, Ines juga sudah memaafkan Arung, bukannya Ines menolak kehendak Arung, tapi Ines tak ingin melakukannya tanpa izin tua Inoa" jawab Ines menyentuh tangan Charli


Charli segera mendekap tangan Ines "Terimakasih" ucap Charli menatap wajah Ines


Wajah dewasanya memberi kesan keindahan tersendiri bagi pria yang memandang, di tambah tubuh yang sintal dan pantat yang menjulang ke atas membuat daya tarik tersendiri bagi para pria


Charli meninggalkan Ines di dapur dan kembali ke kamarnya


Ines menyusul Mila dan Inoa untuk ikut mengobrol


Mereka bertiga terlihat asik dalam obrolan


Di pagi hari Charli terbangun dan bersiap untuk ke kantor


"Kakak bisakah Mila tidak ikut ke kantor? Mila ingin mengajari para wanita menggunakan kulkas dan televisi" ucap Mila


Charli tersentuh dengan kepedulian Mila, tentu saja mengizinkan nya dengan senang hati "Oh iya Mila, tolong hubungi Wanda untuk mencari ahli pertanian dan pengrajin rotan, masalah gaji mereka bicarakan dengan Maya" imbuh Charli dan berlalu pergi


Charli menatap dua mobil bawahannya menunggu di luar pagar


"Sejak kapan Kalian di sini?" tanya Charli menurunkan jendela mobilnya

__ADS_1


"Sejak semalam Tuan, nona Wanda memerintah kan kami menjaga anda atas saran kak Bufon" jawab salah satu pengawal


"Baiklah, satu mobil ikut aku, dan yang lain bangunlah pos penjagaan di sini" perintah charli


Charli mampir ke vila menjemput Maya dan mengajaknya ikut ke kantor.


"Bagaimana pekerjaan para hacker Bufon?" tanya Charli memandang James dan Bufon di ruang kantor


"Semua lancar tanpa kendala Tuan" Jawab Bufon


Charli duduk di kursi nya, membolak balik semua berkas dan laporan hasil kerja bawahan nya mengamati satu persatu di bantu Maya


"Bagus, semua berjalan lancar" Batin Charli


di sisi lain, Mila sedang asik mengajari para wanita untuk menggunakan peralatan elektronik


"Kak Inoa, bolehkah saya bertanya sesuatu?" tanya Mila dengan lembut


"Tentu saja tua Mila" jawab inoa


"Apa arti dari kata panggilan tua di depan nama saya?" lanjut Mila bertanya


Inoa menyangka Mila adalah istri pertama Charli, mangkanya dia memanggilnya dengan sebutan Tua yang berarti untuk menunjukkan rasa sopan Inoa kepada Mila.


Mila bengong "Apa kak Inoa tak mempermasalah kan jika kak Charli punya lebih dari satu Istri?" tanya mila penasaran


"Tentu tak masalah Tua, sebagai seorang istri di suku kami hal seperti itu sudah biasa" jawab Inoa dengan lembut dan sedikit tersenyum


"sungguh besar hati kak Inoa" Batin Mila "kak Inoa, apakah anda tidak merasa cemburu atau merasa marah karena cinta kak charli terbagi?" tanya Mila lagi


"saya percaya kepada suamiku, berapa pun istrinya dia akan berlaku adil dan membagi kasih sayang secara adil" jawab Inoa dengan nada lembut


Mila merasa Inoa sangat istimewa, sempat mata Mila berkaca-kaca mendengar kata-kata lembut Inoa


"Jika kak Charli nanti memiliki anak dari beberapa istri, dan kak Charli bertindak tidak adil, atau kak Charli meninggalkan kak Inoa demi wanita lain bagaimana perasaan kak Inoa" tanya mila dengan nada serius


Inoa memegang kedua tangan Mila "Tua Mila, untuk apa memikirkan sesuatu yang tidak perlu, jika suamiku kelak meninggalkan aku demi wanita lain maka aku sebagai istri harus menghargai keputusan suamiku, demi kebahagiaan nya" jawab Inoa dengan lembut membuat Mila merasakan betapa tulus dan sucinya perasaan Inoa


Inoa menceritakan keadaan suku sebelum kedatangan Charli dan sudah kedatangan nya

__ADS_1


Charli memberi kebebasan bagi para wanita, dan aturan adat lama yang memberatkan wanita di hilangkan oleh Charli


Mila bercerita bahwa tebakan Inoa adalah salah, karena sebenarnya mila belum menikah dengan Charli, Mila hanya bekerja kepada Charli dan meminta kepada semua wanita untuk tidak memanggilnya dengan sebutan Tua lagi


Inoa tertawa dan meng iyakan permintaan Mila "jika nanti Mila menjadi istri suamiku, Mila harus memanggil aku Tua Inoa" candaan Inoa membuat wajah Mila memerah


mereka pun melanjutkan belajar kepada Mila


Suara deruan knalpot mobil mengaum depan kantor Charli


Wanda berlari menuju lift dan menghadap Charli secara langsung


Charli menyuruh Maya meninggalkan ruangan, hanya ada Wanda, Bufon, dan James


setelah mendengar penjelasan Wanda, Charli segera mengajak James dan Bufon pergi untuk menghampiri Leo


Menurut kata Wanda, Leo berada di sebuah kota di pulau seberang, jadi Charli harus naik pesawat untuk pergi kesana


Karena keadaan Charli yang buru-buru Charli hanya meminta Wanda memberi tahu Mila bahwa nanti Charli akan menelponnya


James memesan tiket dan menunggu keberangkatan pesawat bersama Charli dan Bufon


Bufon dan James bersikap tenang seperti biasa, tapi Charli terlihat sangat gelisah


Charli merasakan desiran darahnya bergejolak tak karuan, memikirkan apa yang di dapat oleh leo tubuh charli merasa lemas dan pingsan


James dengan teknik pertolongan pertamanya membuat Charli tersadar sesaat "James apapun kenyataannya saya harus ada di sana melihat dengan mata kepalaku sendiri, tolong antar aku ke tempat Leo" ucap Charli dengan nada lemah di telinga James


James membawa Charli ke ruang UGD bandara


setelah 30 menit menunggu, dengan di bantu kursi roda dengan infus yang masih terpasang karena keadaan Charli masih lemas harus di bantu infus, Charli memaksa terbang ke pulau seberang, James tak berani menghentikan kehendak Tuan nya


...jangan lupa dukung dengan follow author...


...like,komen, and vote...


...semoga hari kalian menyenangkan...


...dan selamat membaca...

__ADS_1


__ADS_2