
ayah mila mengepalkan tangan ( membulatkan tekat) saat charli memasuki pintu, ayah mila berlari kecil menuju charli.
brugg...
ayah mila mendekap erat,memeluk tubuh charli dan menangis.
"maaf kan sikap oom tempo hari nak charli, oom Tak bisa membayangkan apa yang terjadi jika nak charli tidak di sini" ucap rizal menyesali yang terjadi.
mila dan ibunya serta kedua adiknya hanya terdiam di dalam senyuman, mereka bahagia saat melihat ayahnya yang sangat egois mengakui kesalahnnya.
charli terenyuh dengan oerubahan sikap ayah mila.
" om,,, saya tidak perlu memaafkan om rizal, saya tidak marah kepada om rizal, saya juga tidak melakukan apa apa, saya hanya melakukan yang saya bisa" ucap charli.
" baiklah kedepanya mungkin kita bisa jadi keluarga nak charli," ayah mila melepaskan pelukan dan memandang charli dengan penuh kagum.
" ayah, kak charli mau mandi, dia kecapek.an " ucap mila.
"oh iya tante sudah siapkan makan malam, mari makan bersama," ajak ibu mila.
" terimakasih tante, charli sudah berjanji kepada kepala desa akan makan malam di sana" charli meminta maaf.
" mila ikutan kan? " tanya ibu mila dengan khawatir.
mila tak menjawab lekas pergi mandi.
setelah siap siap..
charli menunggu di teras rumah, mila melangkah keluar, mila memakai gaun berwarna hijau, sangat elegan, dan sangat memikat.
charli sempat tertegun melihat mila berpakaian seperti seorang bidadari,
"baru kusadari kau memang cantik mila" sanjung charli
mila tak menjawab lekas pergi masuk ke mobil.
#########
seaampainya di rumah kepala desa, seorang gadis menyambut mereka,,
" selamat datang kak charli " ucapnya dengan lemah lembut dan menyodorkan tangan yang putih bersih kepada charli.
" terimakasih, " jawab charli seraya menjabat tangannya.
" saya cristin, anak pak kepala desa, salam kenal kakak" ucapnya dengan genit, seolah sedang menggoda charli.
mila melihat pemandangan mereka berjabat merasa sedikit kesal,,
" ya salam kenal" jawab charli mengendurkan tangan, tapi cristin masih belum melepasnya.
EHEMMMMM...
suara mila membuat cristin melepaskan tanganya.
mila melirik ke arah charli dengan tatapan aneh, charli yang melihat mila hanya tersenyum.
mila dan cristin seumuran, mereka sekolah satu kelas, dan mereka juga seorang sahabat, tapi kehadiran charli seolah mengubah kenyataan.
mereka masuk rumah kepala desa, di sana ada kepala desa dan istrinya, mereka sudah menunggu untuk makan malam.
saat makan malam, cristin duduk di samping charli, dan mila duduk di sisi yang lain bersama ibu mila, dan pak kepala desa duduk di sisi yang lain.seolah seperti sudah tersusun dan terncana.
mila sedikit kesal seolah di jauhkan dari charli, cristin melayani charli mengambilkan nasi, lauk dan sebagainya, membuat mila semakin merasa kesal.
setelah selesai makan malam, kepala desa bercerita banyak tentang anak gadisnya, prestasi, pekerjaan dan sebagainya.
" oh kebetulan kalian ada di distrik A, si cristine besok juga di panggil kesana untuk bekerja sebagai manajer." ucap kepala desa.
" putri anda sangat berbakat seperti anda pak kepala desa " sanjung charli
" nak charli, bisakah bapak minta kontak nak charli, rencananya minggu depan bapak hendak mengantar cristin berangkat kerja, sekalian ingin mampir ke rumah nak charli" ucap kepala desa dengan berharap,
" tentu saja, tapi anda bisa menghubungi mila tentang kontak yang anda maksud, anda membutuhkan kontak mila untuk pendanaan pembangunan sekolah dan yang lainya" tegas charli malas mengurusi hal yang tak penting.
pak lurah sedikit kesal, tetapi juga tak berani memaksakan kehendaknya terhadap charli.
cristin sengaja duduk membaur dan mengobrol dengan charli.
tetapi mila di sibukkan oleh obrolan ibu cristin, seolah olah memang sengaja menjauhkan mila dari charli, dan memberi kesempatan kepada cristin mendekati charli.
mila mersa semakin kesal, tapi tak bisa berbuat banyak.
setelah agak malam, charli berpamitan untuk pulang, kepala desa menawarkan mereka menginap, tapi dengan tegas mila menolak.
sepanjang perjalanan mila tidak berkata sedikitpun, juga tidak memandang charli.
setelah sampai di rumah mila bergegas masuk ke kamar ibunya.
charli merasa ada yang aneh, mungkinkah mila cemburu kepada charli?? mungkinkah mila benar benar jatuh cinta kepada majikannya??
__ADS_1
#####
charli langsung masuk kamar dan tidur, tetapi di sisi lain mila menangis di kamar ibunya, ibu mila tidak tahu apa yang terjadi begitupun ayah mila.
ayah mila bergegas keluar kamar, dan tidur di sofa.
ayah mila tau mila tak akan berbicara banyak dengan ayahnya, dia hanya mau berbicara kepada ibunya.
" ada apa nak? " tanya lastri.
mila terus menangis, menceritakan kejadian yang sesungguhnya tentang status charli dan mila, dan juga mila menceritakan rasa kesalnya saat di rumah kepala desa, mila tak tau kenapa dia sangat kecewa, kesal, dan hanya tangisnya yang mampu ia keluarkan.
ibu mila membelai lembut rambut mila.
" nak kamu jatuh cinta kepada charli" ucap lastri.
mila tak mampu berkata dan tak tau apa yang harus ia lakukan dan katakan.
" nak jangan kesal kepada nak charli, jika memang kamu mencintainya, berjuanglah untuk mendapatkanya, lakukan yang terbaik yang kamu bisa, ibu akan selalu mendoakanmu , ibu tidak marah akan kebohonganmu " ucap lastri lembut memberi dorongan psikologis kepada mila.
mila terlelap tidur di kamar ibunya.
ibu mila berniat tidak akan menceritakan apapun kepada ayah mila.
###################
ke esokan paginya, charli duduk di teras sedang menelepon leo,
mila datang membawa kopi.
" kak, kopinya" ucap mila
" duduklah mila" ucap charli seraya melirik ke arah mila.
" kita harus segera kembali ke rumah" imbuh charli.
" apa ada masalah kak charli? " tanya mila.
"ya, hanya masalah kecil" jawab charli " tapi jika kamu masih ingin di sini aku akan kembali terlebih dahulu.
" tidak, di sisi kakaklah pekerjaan saya, saya tidak akan meninggalkannya" jawab mila.
" tapi aku tak tau harus bagaimana minta maaf kepada dina dan dini" kata charli
mila teringat janji charli kepada adiknya, mila tak menyangka charli memikirkan janji sekecil itu.
setelah bercerita dan berpamitan mereka berangkat kembali ke distrik A.
sangat mudah karna saat ini kedua adik mila sedang berada di sekolah,
#sesampainya di distrik A, charli bergegas ke kantor..
" mila nanti sore aku menjemputmu, aku ada urusan lain, kamu selesaikan masalah di kantor aku akan menyelesaikan masalah di areal baru kita." ucap charli seraya menutup jendela..
"baik kak,," jawab mila.
charli melanjutkan perjalanan di tengah jalan dia menelepon james.
" james susul aku di gunung bad suku badiu, ajak leo, kalian berdua saja, suruh wanda menjaga mila di kantor." charli menutup telepon.
sesampainya di kaki gunung bad, bandi dan rombongan sudah menyambut mereka.
" ada apa kak bandi, tadi paman bima memberiku kabar tentang kakek simbad" tanya charli tergesa gesa berlari mendekat.
" adik charli, matamu" kata bandi seraya mengisyaratkan charli untuk berhenti.
" ada apa kak bandi? " charli sedikit kebingungan
" tidak, mari ke puncak, ayahku sedang sakit dia ingin berbicara kepadamu" kata bandi
" mohon tunggu sebentar kakak, saya sedang menunggu teman." charli memohon.
setelah james dan leo datang, mereka berjalan ke puncak, tapi hanya charli yang di ijinkan masuk ke perkampungan.
itulah peraturannya, hanya mereka yang terpilih yang diperbolehkan masuk ke perkampungan..
" akhirnya kau datang, anakku,," ucap kakek tua simbad memegang tangan charli.
" matamu sudah sehat, bahkan hutan ini memberikan restu mata itu kepadamu. " imbuh kakek simbad.
" apa maksudnya kakek, " tanya charli kebingungan.
" begini, suku kami di percaya hutan untuk menjaga keasrian hutan, kepala suku di sini bukanlah pilihan manusia atau anak dari kepala suku yang menjabat, hutanlah yang memilih siapa yang pantas menjadi kepala suku, dan hutan telah memilihmu," jelas simbad.
" saya masih belum mengerti kakek" tanya charli semakin bingung.
" matamu adalah mata kepala suku yang di pilih hutan ini, saat kau mendapat mata itu, di saat itulah aku kehilangan pandanganku. " jelas simbad
charli tertegun tapi juga paham apa yang terjadi,,
__ADS_1
" aku memberikan gelar kepala suku kepadamu, dan sebagai syaratnya karna kau orang luar, kau akan menikahi salah satu anak gadisku, itulah kenapa kau ku panggil kesini." jelas simbad membuat charli semakin kebingungan.
" anak gadisku hanya satu namanya inoa, adik dari bandi, mau tidak mau kau harus menikahinya dan memimpin suku ini ke jalan yang lebih baik." tegas simbad.
" saya... " belum selesai charli berbicara.
" adikku, apakah adikku inoa tak pantas untukmu? " tanya bandi membuat hati charli bimbang.
" aku tau keraguanmu anakku charli, pernikahan ini hanyalah simbol, dan setelah kamu menikahi inoa kamu diperbolehkan menikah lagi, di sini sudah hal wajar kepala suku memiliki lebih dari satu istri, tapi permintaanku, berikan paling paling tidak satu saja keturunan dari mu dan inoa, jika dia berhasil mendapatkan mata seperti matamu, maka kau tidak akan kehilangan pandanganmu, tolonglah suku ini anakku" simbad memohon.
" tolonglah suku ini adikku charli, wanita di sini sangat setia, adikku juga masih muda, dia berusia 20 tahun." bandi ikut memohon.
charli teringat, jika tidak diselamatkan oleh suku badiu, mana mungkin dia bisa hidup sampai sekarang.
sudah seharusnya membalas budi# batin charli.
"baiklah kakek, tapi saya punya persyaratan," jawab charli
" katakan anakku" jawab simbad.
" aku akan menikahi inoa, bolehkah inoa aku bawa ke dunia luar?" tanya charli.
"maaf sekali anakku, itu tidak mungkin" jawab simbad tegas.
"apakah setelah saya jadi kepala suku, saya bisa bebas keluar? " tanya charli lagi.
" tentu saja anakku, pada dasarnya kau memang orang luar" jelas simbad.
" bagaimana caraku merawat suku ini dan meneruskan kewajibanku di luar kakek,? " tanya charli.
" kakakmu bandi akan membantumu dengan jiwa raganya" jelas simbad.
" baiklah kakek, saya akan menikahi inoa, dan memperlakukanya sebagi istri yang akan melahirkan keturunanku, tetapi kepengurusan suku badiu aku serahkan kepada kakak bandi, itulah persyaratanku" jelas charli kepada simbad.
" bandi anakku, adikmu charli tidaklah serakah dan tidak melupakan kebaikan suku kita, bisakah ayah meminta tolong untuk membantu adikmu charli?" tanya simbad kepada bandi.
" saya siap ayah, keputusan dik charli adalah keputusan ayah" jawab bandi tegas.
" penggilkan inoa, langsungkan pesta pernikahan dan peresmian kepala suku baru." jelas simbad kepada bandi.
charli teringat mila, bergegas dia keluar menelpon wanda dan berbicara kepada james dan leo.
charli menceritakan semuanya kepada james dan leo,,
" kalian pulanglah, tapi jangan ceritakan apapun tentang kejadian ini, ini rahasia kita" ucap charli kepada leo dan james.
" baik tuan, " jawab james dan leo.
" paman james, jangan lupa besok pagi jemput aku " tegas charli dengan senyuman.
" baik tuan, paman akan jemput tepat waktu" james tersenyum dengan sikap charli yang terkadang tetap ingat status umur, di bandingkan status pekerjaan.
leo membawa mobil charli kembali ke rumah bersama james.
##################
di sisi lain, setelah rapat selesai dan masalah terpecahkan oleh kepintaran mila, dia sangat pintar bahkan dia tiap tahun mendapat beasiswa untuk kuliahnya.
mila merentangkan kakibdan tanganya di ruangan charli.
TOK..TOK..TOK..
" masuk" tegas mila, langsung berdiri mengira itu adalah charli.
" wanda??? " ucap mila heran, kenapa wanda yang datang di mana charli.
" nona mila, saya diperintahkan mengawal nona dan menjemput nona pulang." jelas wanda.
" dimana kak charli? " mila bertanya dengan kesal, karna charli sudah berjanji akan menjemputnya sore ini.
" tuan bilang urusanya belum selesai, mungkin lusa beliau pulang," jawab wanda.
mila semakin kesal, ,
" memang ada urusan apa wanda, kenapa dia tidak berbicara kepadaku tentang masalah ini" sahut mila kesal.
" maaf nona, tuan tidak menjelaskan detail perkaranya, beliau hanya berkata nona mila belum makan, saat saya menjemput nona saya di suruh memberi makanan ini" jawab wanda seraya memberikan bungkusan makanan.
mila yang tadinya kesal, tak menyangka di tengah kesibukan charli, dia masih memikirkan mila.
kesalnya pun hilang berganti dengan senyuman dan langsung memakan makanan yang di berikan wanda.
charli sangat pandai mengambil hati wanita.
atau memang sifatnya yang sangat perduli dengan orang di sekitarnya.
sifat itulah yang membuat semua orang di sekitarnya sering salah tingkah.
jangan lupa kritikanya saudara charli..
__ADS_1