Jerat Asmara Bos Muda

Jerat Asmara Bos Muda
BAB VI •kepanikan BIMA SANJAYA


__ADS_3

BUK... BUK.. BUK..BUK..


#SUARA TENDANGANKU MEROBOHKAN KE 4 PERAMPOK..


"Kau boleh juga anak muda!!!!" teriak seorang lagi dengan wajah codet di bagian mata, seperti bos dari mereka.


slash....langkah kaki yang nyaris tanpa suara..tiba tiba aku merasakan hawa dingin yang sangat kuat keluar dari orang ini,hampir membuatku tak bisa bernapas.


aku merasakan ancaman yang besar, seketika itu ku melihat sebuah pukulan terarah ke dadaku, untung aku masih bisa melindungi dadaku dengan kedua tanganku,,


pukulan yang sangat kuat, hingga membuat aku terpental dan menabrak mobil taksi.


# jika tadi tanganku tidak membloking serangannya, sudah pasti tulang rusukku patah..#


" hahaha...boleh juga kau!!!" katanya sambil tertawa dan ke4 anak buahnya sudah berdiri.


" kalian minggir, kalian bukan lawannya, aku sudah lama tidak bertemu orang kuat seperti dia" imbuhnya seraya melebarkan kedua tangannya,memberi tanda kepada anak buahnya.


#jika aku tidak serius aku bisa benar benar mati# aku pun bersiap dengan kuda kuda.


lagi lagi hawa yang lebih dingin lagi terasa, DUARRRRR.


Tendangannya berhasil ku hindari tapi membuat mobil taksi sampai ter geser.


aku membuka gerbang ke 3 dan dia mulai menyerang, kali ini aku bisa melihat gerakannya dengan jelas,.


***DUMMMM......**


dengan sekuat tenaga kami beradu pukulan..


kami sama sama terhenti dan saling beradu pukulan lagi... DUMMM


DUMMM...DUMMM...


membuat kami sama sama terpental, aku terpental sekita 10 langkah ke belakang, dia hanya 2 langkah ke belakang.


perbedaan yang jauh, jika ku teruskan aku bisa kalah, ini kesempatanku, aku berlari menjauh untuk menyelamatkan diri, tapi mereka semua mengejar ku, ,,


mereka terus mengejar, aku membawa mereka ke gang gang sempit untuk menghambat pengejaran.


aku terus berlari tak tau arah dan tujuan,,


aku berhenti di sebuah bukit kecil yang masih rindang akan pepohonan, ,


aku mengingat kata kata BIMA SANJAYA tentang black card emperor.


aku takut aku keluar dari javania, aku memutuskan untuk berhenti, dan tidak berlari lagi.


"akhirnya kau berhenti bocah" sahut seorang pengejar.


"yah,, saya tidak bisa lari lagi, saya putuskan untuk menyerah " kataku mengangkat kedua tangan.


" perkataan bodoh, aku tidak lagi ingin harta atau apapun " katanya


"baiklah, terus apa yang kau inginkan? " tanyaku


"sudah 12 tahun aku menguasai dunia bawah tanah, belum pernah bertemu pemuda sekuat dirimu, aku ingin kau bertarung denganku !! " jawabnya bersemangat


°aku tidak melihat ke 4 anak buahnya, mungkin memang mereka tak sanggup mengikuti, aku melihat dia sangat bersemangat dan bahagia.


#apakah ini perasaan orang2 kuat.#

__ADS_1


" baiklah, aku akan melawan MU, tapi jika aku kalah, bisakah kau membiarkan aku pergi dan tidak membunuhku? " tanyaku ber negosiasi.


"jangan bodoh, kekuatan seseorang akan meningkat pesat saat di ambang kematian, aku ingin merasakan itu, dan aku ingin kita bertarung sampai akhir" jawabnya


"jika kau membunuhku apa kau tidak takut" kataku sambil menunjukkan black card di tanganku.


"BI...BIMA SANJAYA" ucapnya di barengi dengan kaget di wajahnya.


"apa hubunganmu dengan bima sanjaya? " imbuhnya bertanya.


"aku adalah tuan dari bima sanjaya, jika aku menghancurkan kartu ini kau tau sendiri akibatnya" ancamku


"tuan??... hahaha jangan membuat aku tertawa bocah, aku mengenal bima sanjaya lebih dari 25 tahun, dia adalah bos dari para bos, tidak mungkin dia memiliki bos lain." jawabnya


"mari kita buktikan kalau begitu" aku ingin melihat bagaimana kau menghadapi bima sanjaya.


°saat aku ingin mematahkan black card emperor.


"jangan patahkan kartu itu tuan," terdengar suara dengan angin dingin, yang tiba tiba berdiri di belakang dan memegang tanganku,


°aku tidak merasakan hawa kehadiranya, apakah vava?##batinku bahagia.


" bromo, apa yang kamu lakukan,hingga membuatmu menyerang tuan mudaku ?"


katanya seraya melangkah ke depanku.


"vava,,," kataku kaget, bagaimana dia menemukanku.


"sangat menarik, satu tuan dari bima, satunya tangan kanan bima, aku sangat beruntung tak sia sia aku mengejar sampai di sini,hahaha" tawa bromo


"keberuntunganmu sudah habis bromo," vava bergerak dengan kecepatan yang luar biasa, keduanya saling baku hantam, hanya hembusan angin yang dapat kurasakan, ini di luar kemampuanku, hingga inderaku tak mampu untuk mengikuti gerakan mereka,,


DUM..DUMMM... DUMMM,,, KROSEK, WUSSSS, DUMMM .... DUM...


mereka memakai senjata# batinku yang tak bisa melihat gerakannya, hanya bisa mendengar setiap gerakan mereka.


sekitar satu jam vava dan bromo bertarung, hingga titik *******, merek berdua berhenti dan sama sama terduduk, aku berlari ke arah vava, kulihat dia memegang bagian paha dengan belati yang masih tertusuk.


kulihat ke arah bromo dia tertusuk di bagian perut dengan belati yang masih tertinggal..


aku menarik belati dari paha vava, dia hanya menyeringai kesakitan tanpa mengeluarkan suara, kulihat belati ini beracun..


"tuan pergi dari hutan ini, pertarungan ini menarik perhatian mereka, segera tuan pergi" kata vava sambil ku sandarkan di sebatang pohon.


"belati ini beracun, dalam 2 jam aku tetap akan mati, segera tuan pergi" imbuh vava


"aku tidak akan meninggalkanmu" kataku seraya berjalan ke arah bromo.


"tu...an... cepat... pergi!!!!!" kata vava terbata bata.


"bromo,berikan obat penawar racun, aku akan mengampuni nyawamu, " kataku serius kepada bromo yang tak sanggup berdiri kulihat satu kakinya patah dan beberapa tusukan di perut,


" hahaha sayang sekali, tidak ada obat bagi racun scorpion, relakan saja, dia pasti mati." katanya dengan tawa yang tak ingin ku lihat.


hahaha .....HAHAHA... .HAAAAHAAAHAA. .... HAHAHA ... HAHAHAA.. tawa bromo terngiang ngiang di kepalaku,aku merasakan panas di dada, sangat panas hingga seakan dadaku terbakar,membuatku sulit bernapas.


makin panas dan panas, panas menjalar ke seluruh tubuh, tubuh ku gemetaran, aku merasakan amarah yang sangat besar, terus dan terus tawa bromo seakan jadi pemicu ...


aku tidak pernah semarah ini, kenapa aku marah, pikiranku berkecamuk tak terasa tanganku mengepal, dan aku mengayunkan tinjuku ke arah bromo.. duMmmmmmmm... suara dentuman membuat bromo tak bernyawa dengan kepala yang terpisah dari badan dan hancur terbentur pohon besar di belakangnya, pukulanku seakan meng getarkan seisi hutan.


aku.. apa yang aku lakukan..

__ADS_1


" tuan... pe.." teriakan vava membuyarkan lamunan ku.


kulihat dia sudah tak sadarkan diri, vava...


aku berlari, aku ikat atas dan bawah bagian paha vava yang tertusuk, karena baju joging ku agak melar itu memudahkanku.


aku mengoyak celana jeans vava, ku lihat biru di bagian tertusuk terus menyebar,


aku mendekatkan mulutku ke arah paha vava, aku menghisap lalu ku ludahkan ku hisap lagi dan ku ludahkan lagi,,


" jika kau terus menghisapnya kau akan mati anak muda," terdengar suara serak dan agak tua.


° aku melihat seorang kakek berdiri dengan beberapa orang yang mengikuti di belakangnya.


°aku tak bisa melihat dengan jelas, pandanganku agak kabur, dan sinar matahari mulai menghilang pertanda hari mulai gelap,


°aku tidak peduli aku terus menghisap racun di paha vava.


" hentiakan!!!! " tiba tiba kakek itu di sampingku dan memegang pundakku.


"lepaskan aku pak tua" ucapku


" itu sudah cukup meringankanya, jika kau terus menghisap racun itu, kau akan mati gadis itu juga akan mati " ucapnya.


"kau tidak bisa menghilangkan racun nya, racun itu sudah menjalar ke seluruh tubuh nya " imbuhnya


"tapi usahamu sudah cukup memberi waktu untuk kalian hidup sekitar 6 jam, sebelum racun itu benar2 sampai ke jantung." imbuhnya lagi aku hanya tertegun


"apakah aku bisa menyelamatkanya pak tua? " tanyaku


"aku tidak bisa! " jawabnya


tapi aku menangkap hal lain di matanya.


° aku berlutut di kakinya, ,


" tolonglah pak tua, aku akan memberikan apapun jika anda bisa menolongnya" pintaku memohon.


"aku tidak bisa anak muda " katanya lagi


" aku mohon selamatkan dia saja, aku yakin anda pasti bisa, tidak usah pedulikan saya, tolong selamatkan dia " aku terus bersujud dan memohon.


" tidak bisa ayah" kata salah seorang dari rombangan di belakang.


" aku mohon tuan,, aku mohon cukup selamatkan dia saja, dan aku berjanji jika aku mati, bima sanjaya pasti akan memberi apapun yang kalian minta." aku tetap memohon,di dalam hatiku mereka mampu menolong nya.


" apalah arti seorang pelayan seperti dia untukmu? " kau masih memiliki beribu ribu pengawal, untuk apa kau memohon untuknya " tanya pak tua.


" dia manusia, ketika kami mati tidak ada lagi pengawal dan tuan yang ada hanya aku dan dia" jawabku


" tetap tidak bisa ayah, dia orang luar!!!!" kata orang dari rombongan itu.


°di sisi lain, bima sanjaya gelisah memandangi telepon. di kantor komputer..


"sialan, kenapa vava belum mengirim kabar, !!!" teriaknya.


"james kerahkan semua pasukan sisir koordinat terakhir kartu, sisir semua meski harus mengorbankan nyawa, sisir meski di luar perbatasan, jangan berhenti sampai kita menemukan tuan muda." perintah bima kepada james sang tangan kanan.


aku akan mengurus ijin yang akan kalian langgar.


bima sanjaya sangat marah, "aku bersumpah akan aku habiskan sampai ke akar akarnya,, mereka yang berani menyakiti tuan muda" sumpah serapah keluar dari mulutnya.

__ADS_1


jangan lupa komen ya ges ya..


__ADS_2