
" cukup putraku!!! " bentak kakek tua kepada rombongan.
" ada satu cara, berhasil atau tidaknya kau sendiri yang menentukan," imbuhnya
" baik, apapun itu akan ku usahakan, aku ucapkan terimakasih sedalam dalamnya dan aku berjanji dalam kehidupanku yang selanjutnya aku akan membalas kebaikan anda " jawabku bahagia.
"di puncak gunung ini , ada satu suku ahli dalam pengobatan, tapi kau harus pergi sendiri kesana, aku tidak bisa mengantarmu" imbuhnya
"berapa waktu yang saya butuhkan untuk kesana pak tua? " tanyaku
"sekitar 5 sampai 6 jam, karna keadaanmu, yang kurang bagus" jawabnya
#aku punya waktu 6 jam, berarti aku tidak bisa kesana terus kembali kesini, aku harus membawa vava bersamaku, jika aku terlambat sedikit saja, kami bisa mati, sedangkan efek racun ini mulai terasa di tubuhku, bagaimana ini.#batinku
" pak tua, bisakah... " sebelum aku selesai berbicara,
" tidak bisa, hanya ini yang bisa aku bantu" kata paktua seraya pergi membawa rombongannya.
.......
aku harus bergegas, bertahanlah vava.
°aku menggendong vava di belakang, mengikatnya dengan sisa baju yang ku gunakan untuk membalut luka vava.
° sekitar 2 jam berjalan dadaku mulai sesak, sulit bernapas aku beristirahat sejenak,aku melihat vava mulai demam tinggi dan menggigil.
° aku memutuskan untuk terus berjalan.
sudah beberapa jam terlewat tanpa istirahat, kakiku mulai gemetar, setiap batuk ku selalu memuntahkan darah, pandanganku semakin kabur, sepertinya memang inilah akhir ku.
°akhirnya kaki ku pun tak sanggup lagi berjalan, mataku sudah tak sanggup lagi melihat, setiap ku buka mata hanya semakin sakit di kepala, aku merangkak dan meraba2 sepanjang jalan, tanganku menggapai apapun yang dapat untuk berpegangan.
"sampai kesadaranku mulai menghilang,,
"maafkan aku vava, ayah, ibu, kakak, aku belum bisa membalas kebaikan kalian.."
akupun sudah tak sadarkan diri.
##di tempat lain..
bima mendapat laporan dari anak buahnya,
"scorpion sialan, beraninya mereka" geram bima
"tuan, sepertinya tuan muda masuk ke hutan pedalaman gunung bad,, kami sedang menyisir seluruh bukit dan gunung di sana" kata james
" apapun itu, sisir hingga ketemu, tidak peduli itu suku pedalaman atau apapun singkirkan yang menghalangi, jika sampai tidak ketemu, aku dan kau adalah orang pertama yang harus menyerahkan nyawa kepada tuan besar" ucap bima seraya meremas hand phone
15 menit berlalu.
__ADS_1
"tuan,kami menemukan 1 mayat dengan belati vava tertancap di perutnya,tapi kami tidak mengenalinya karna kepalanya hancur lebur seperti terkena bom." lapor james
"hiraukan, cari tuan muda cepat" perintah bima
10 menit berlalu,
" tuan hanya ada jejak searah, dan itu bau tuan muda, menuju puncak gunung, kemungkinan vava bersamanya, tapi tim pencari berhenti karena.." belum selesai kata kata james
plakkk**
bima menampar wajah james dengan cepat ," cepat cari kenapa berhenti!!!!, singkirkan semua penghalang, hanya tuan muda, paham!!!!"
"tuan suku badiu, arahnya ke suku badiu ada perjanjian lama yang menghambat tim," jelas james
"siapkan heli, kita berangkat, suruh tim tetap menyisir, kerahkan seluruh timm ke arah itu, kita tumpahkan darah jika itu memang perlu! " jelas bima.
°di sisi lain..
" bandi, aku sudah katakan, dia akan sampai kesini bukan? , terkadang kita perlu bertaruh sedikit untuk kesenangan" kata pak tua sambil tersenyum kepada anaknya bernama bandi badiu, ahli waris suku badiu dan beberapa orang yang membawa tubuh charli dan vava.
"apa sebenarnya alasan ayah, hingga mau menolong orng luar,?" tanya bandi
"kau bisa melihatnya, pukulan pemuda itu, mengguncang hutan kita, hutan kita memanggil pemuda itu.." jelas pak tua
" aku tidak mengerti ayah," jelas bandi
"bandi anakku, jaman sekarang sudah banyak berubah, sudah waktunya aturan lama suku kita juga di rubah, aku ingin kau membawa perubahan itu, aku ingin membawa suku kita keluar dan ikuti perubahan zaman." jelas pak tua.
"kita bisa membunuh setiap pembalak yang masuk seperti biasa ayah" jawab bandi
"setiap kita bentrok dengan mereka, bukankah tidak sedikit dari kita yang gugur karena persenjataan mereka yang canggih, jika di teruskan ayah takut kita akan kehabisan pejuang dan suku kita akan punah" jelas pak tua.
"kita bisa minta bantuan kepada orang lain, bukan kepada dia ayah, masih banyak orang lain di luar sana" tegas bandi
"kenapa kau sekarang bodoh bandi, orang di luar hanya sedikit yang tau menau tentang suku kita, bukankah kau lihat dengan mata kepalamu sendiri, seorang tuan rela memberikan nyawanya demi pembantunya, banyak orang berkuasa, tapi sedikit yang seperti dia, kebanyakan meteka rela menumpahkan darah pembantunya asal hasratnya pribadi terpenuhi..." jelas pak tua.
#bandi pun tertunduk dan merenung,.
"sudahlah bandi anakku, hutan juga telah mengisyaratkan kita, kita hanya perlu melakukan sedikit perubahan" imbuh pak tua seraya pergi.
di saat pagi..
"bima sudah berada di gerbang desa suku badiu, °
"aku ingin berbicara dengan kepala suku" jelas bima memimpin 1000 orang pasukan.
"silahkan tunggu di sini" kata salah satu penjaga pergi ke dalam.
"tuan kami menemukan tuan muda, beliau masih hudup, begitu juga vava." bisik james," apa perlu kita rebut sekarang?"
__ADS_1
" tunggu james, kita belum tau yang terjadi." ucap bima. " siagakan pasukan"
"siap tuan" balas james
°kepala suku keluar dan menghampiri bima,
"berani sekali orang luar sekelas anda melanggar peraturan" ucap pak tua
"maaf kan saya, tuan simbad" saya terpaksa, orang yang di dalam adalah tuan muda saya" saya tetap harus melanggar apapun itu, saya bersiap atas konsekuensinya." tegas bima.
" sudahlah tuan bima, tidak usah pedulikan itu hanya perjanjian lama hahaha" ucap simbad sambil tertawa.
"aku akan menjelaskan apa yang terjadi, selain anda tidak ada yang boleh masuk ke kampung kami."tegas pak tua simbad
"baik terimakasih" sahut bima.
°setelah menceritakan kejadian yang menimpa charli pak tua simbad mengajukan beberapa perjanjian dan persyaratan, dan bima pun setuju atas semua persyaratan.
di sisi lain
°charli terbangun dengan mata yang di tutup selembarbkain di ikatkan di kepalanya.
"dimana aku?" sambil menggerak kan tanganku, untuk mencari sesuatu.
"diamlah tuan, anda selamat, racun sudah kami obati tapi butuh waktu hingga 7 hari supaya penglihatan anda kembali." jawab pria yang merawatnya yang tak lain adalah bandi.
" bagaimana dengan gadis yang aku bawa tuan? " tanyaku
" dia selamat, dan sudah pulih lebih cepat dari anda, dia sedang beristirahat di tempat lain, bahkan bawahan anda yang bernama bima di sini" jelas bandi
"paman bima,, syukurlah aku merasa lega, terimakasih tuan, saya akan mengingat kebaikan anda seumur hidup" tegas charli meneteskan air mata.
"kenapa anda menangis?" tanya bandi
" apa aku menangis?, ahh aku terlalu bahagia vava selamat," jawabku sambil tersenyum.
#benar benar benar apa kata ayah#batin bandi.
°bima pun menemui charli..
"tuan muda.. anda.. " ucap bima seraya berlari dan memeluk ku yang masih berbaring.
"sudahlah paman, aku baik baik saja, aku ada permintaan paman" ucapku
"apa tuan, saya pasti akan mengabulkanya, bahkan jika itu anak, istri nyawa saya pasti akan saya berikan " ucap bima bahagia.
"tidak.. aku ingin kamu jangan menghukum vava, ini semua salahku, dan aku tidak ingin keluargaku tau tentang cerita ini, bisa kan paman? " pintaku
"baik tuan muda" jawab bima.
__ADS_1
jangan lupa komen biar penulis makin semangat update.