
"Paman Bima, terimakasih atas bantuannya" ucap Charli riang gembira.
sebelumnya Charli meminta Bima mengurus tentang perizinan bangunan dan penggunaan gunung bad bagian timur.
Tak di sangka lokasi tersebut sudah di beli oleh Emperor dari Pemerintah Pusat.
Charli tak menyangka begitu kuat pengaruh Bima.
"Tuan muda, tiga bulan lagi tuan besar akan berkunjung kemari di hari ulang tahun anda" ucap Bima mengingatkan.
"Ya paman, aku ingin sekalian Emperor mengambil alih proyek rumah Adat ini, dan Aku ingin satu rumah utama sesuai adat Badiu selesai dalam waktu 5 hari" ucap Charli menawarkan.
"Baik tuan muda, bagaimana dengan berita yang harus di keluarkan kepada media?" tanya Bima.
Sebuah media meliput mengabarkan bahwa Emperor dan SMC sedang memanas, kemarin EmPeror kehilangan JVtv,sekarang proyek wisata rumah adat gunung bad rencana SMC di halangI EMPEROR dan smc tak bisa berbuat banyak selain hanya menanam saham tanpa ikut andil dalam manajemen.
Kabar tentang memanasnya perusahaan menjadi trending topik yang di ikuti seluruh kalangan Pejabat.
Pejabat tahu jika perusahaan besar memegang kendali kestabilan harga pasar induk.
Pejabat Negara ikut andil dan mem permudah izin pembangunan rumah adat.
inilah yang di rencanakan Bima dan Charli.
Setelah menelpon Maya, Charli sedikit kaget dengan ucapan Maya.
Charli melaju mobilnya ke distrik D dan kembali lagi dalam sore hari ke diatrik A.
Malam ini Mila kembali ke vila Charli, Semua staf perusahaan di undang untuk hadir, ada pengumuman yang ingin Charli sampaikan.
Saat semua berkumpul, kehadiran sosok Mila di pintu vila tidak di sambut hangat.
Malah di sambut sinis oleh tatapan para staf.
"Kakak, Mila kembali" ucap Mila memasuki vila.
"Berhenti" Maya menghentikan Mila.
BRUGGGG (suara tumpukan kertas di jatuhkan Maya ke lantai)
"Apa maksudnya kak Maya?" tanya Mila dengan wajah kebingungan.
"Kau sudah melakukan korupsi di perusahaan!!, itu adalah bukti transaksi elektronik rekeningmu Mila!" sahut James.
pancaran wajah sedih dari para staf, tapi tidak dengan Cristin, wajah Cristin sangat bahagia dengan kabar tersebut.
Mila terduduk mengambil salah satu kertas, benarlah semua data mengarah ke rekening Mila, Mila menangis tak percaya.
"Ini bohong kan?" tanya Mila memandang Charli dengan tangisan nya.
Charli berdiri dari kursinya dan menghampiri Mila, dengan tatapan dingin Charli membuat Mila semakin tak karuan.
Charli mengangkat tangan kanan nya tanda ingin menampar Mila.
__ADS_1
Mila menatap tangan Charli dengan segenap ketabahan hati.
"Mila !!!!" bentak Charli menghentikan tangisan Mila.
"Selamat ulang tahun" charli meraih tubuh Mila dan membantunya berdiri, kemudian memeluknya.
Mila tertegun tak percaya, maya membuka tirai di belakang dan nampak sosok Ayah, Ibu dan Adik Adik Mila di matanya.
"Maaf ini adalah ide Maya" ucap charli.
Mila memandang Maya dan memeluknya "Kamu jahat kak Maya" tangis Mila kembali pecah.
Semua staf bertepuk tangan, hanya Cristin yang tidak melakukan itu.
Keluarga Mila menghampiri Mila dan memeluknya, memberikan kue ulang tahun.
Charli menghidupkan lilin, dan di iringi dengan lagu "happy birtday to you" membuat Mila semakin terharu.
Setelah lilin tertiup, Mila memotong kue pertama, dan memberikannya kepada Charli.
Charli tak menyangka dia akan di berikan potongan pertama, potongan kedua di berikan kepada kelurganya, dan potongan ke tiga di berikan kepada Maya.
Charli datang dan memberikan sebuah kunci mobil mercy, membuat semua mata terbelalak "Ini hadiah dariku atas semua perjuanganmu Mila"
Tapi sesaat semua tersadar, dari keuangan Charli sudah pasti sebuah mercy bukan sesuatu yang mahal.
Mila sangat bahagia "Kakak apakah kakak serius?"
"Ya tentu saja, aku bahkan membelikan satu buah lagi untuk keluarga kalian" jawab Charli mengambil kunci lagi dan memberikannya kepada Lastri.
Semua penjaga di panggil oleh James, dan semuanya berpesta dengan riang malam itu.
Sudah tengah malam, banyak dari mereka yang pamit pulang, juga Cristin ikut berpamitan setelah memberikan ucapan selamat kepada Mila.
Charli mengajak Mila ke balkon lantai dua, "Bagaimana keadaan tubuhmu?" tanya Charli.
"Sudah baikan kak, mungkin besok aku sudah bekerja" jawab Mila.
"Kau tidak akan bekerja di kantor" ucap Charli membuat Mila kaget, "Kau adalah asisten pribadi ku, tentunya kau harus di sampingku kemanapun aku pergi" imbuh Charli dibarengi wajah memerah Mila.
"Terimakasih kak" Mila memeluk Charli.
"Untuk apa?" pancing Charli.
Mila menadahkan kepalanya "untuk semuanya" mendekatkan wajahnya ke wajah Charli.
Sesaat Charli ingin menolak, tapi merasa tak enak, akhirnya Charli menerima ciuman Mila tepat di bibirnya.
Dengan wajah memerah Mila berpamitan masuk ke kamar meninggalkan Charli.
Charli tetap berdiri di balkon, masih memikirkan ciuman Mila.
Di sisi lain kamar Mila, Mila berjoget ke kanan dan ke kiri sambil menyentuh bibirnya di depan cermin.
__ADS_1
"Nak charli" suara ayah Mila mengagetkan Charli.
"Ya om, ada apa? kenapa belum tidur?" tanya Charli.
"Nak Charli , ini terlalu besar bagi kami, kami sekeluarga berniat mengembalikan ini" jawab Rizal menyerahkan kunci mobil.
Charli memegang tangan rizal "Sudahlah om, aku memberikannya kepada Dina dan Dini, tolong om terima demi menghargai saya"
"Tapi nak charli" sahut rizal.
"Om ini belum seberapa di banding dengan pencapaian Mila" desak Charli.
"Apa hadiah ini kurang bagus om, jika begitu aku akan membelikan yang lebih bagus" imbuh Charli.
Dengan terpaksa Rizal menarik tangannya "Tidak nak, ini lebih dari cukup, terimakasih" ucap Rizal berpamitan untuk tidur.
Maya datang menghampiri Charli "Kak, bisa kita bicara?" tanya Maya.
"Katakan saja" jawab Charli.
"Kak Charli, sesama wanita aku tahu Mila mencintai kakak, apakah kakak akan memperistri Mila?" tanya Maya.
"Entah lah " jawab Charli.
"Kakak tolong, tolong sekali jangan membuat Mila kecewa, saya mohon" ucap Maya memohon.
Charli merasa senang, Maya telah berubah dari sikapnya yang dulu, dulu dia ingin mendapatkan Charli meski harus melakukan hal yang tidak benar.
Sekarang dia berjuang untuk orang lain "Semua tergantung Takdir Maya, jika memang jodoh maka tak akan tertukar" sahut Charli.
Maya duduk di samping Charli, dan menuangkan anggur, percakapan mereka semakin rileks, Charli pun se sekali melempar candaan kepada Maya.
mata Maya mulai memerah, Charli melarangnya minum lagi.
Charli membantu maya kembali ke kamarnya.
Charli ikut bergabung dengan rombongan James hingga waktu menjelang pagi dan mereka tertidur di ruang tamu.
...Jangan lupa dukung penulis...
...Dengan cara follow author...
...Like,komen, dan vote...
...Selamat membaca and thank you...
Baca juga karya lain author "BIBI KAULAH HIDUPKU" YAKIN BIKIN KETAGIHAN.
SELAMAT MEMBACA READERS.
V
V
__ADS_1
V