
"Kak, apa tidak masalah kita tidak ke kantor beberapa hari?" Tanya Mila
"No problem Mila, ada James di sana jika dia butuh kita pasti dia akan menelpon" Jawab Charli
Mereka berdua sedang sarapan di sebuah kedai, Charli menceritakan perihal sakitnya Mila, Termasuk wanita misterius yang sudah menyelamatkan nya, Yang saat ini sedang di kejar oleh Leo.
Mila merasa bersedih karena sakitnya merepotkan banyak orang.
Telepon mila berbunyi.
"Kak, tangan kanan tuan Bima menunggu kita di gunung bad" ucap Mila menjelaskan
"Ya, selwsaikan dulu makanmu" jawab Charli
Mila segera melajukan mobilnya mengikuti arahan Charli, Mereka berdua mengunjungi beberapa proyek terbaru yang di gerakkan Charli, dari industri per Filman dan proyek rumah adat.
Sore hari Mereka menyempatkan diri mampir ke kantor pusat SMC untuk melihat kerja James dan Cristin
Tak terasa sudah satu minggu berlalu, dan semua proyek berjalan lancar.
Charli bersama Mila di temani Raden Sanjaya (tangan kanan Bima) sampai di rumah Adat Badiu, terlihat bangunan bangunan berdiri di lahan seluas 20 hektar yang di kelilingi dinding kawat semi baja (bawah baja ringan atas kawat berduri)
Di lahan yang rendah tersedia area peladangan yang sudah di bentuk kotak-kotak tersusun rapi di pisahkn jalan setapak untuk bercocok tanam seluas 10 hektar
Di tempat yang agak tinggi (Karena ini pegunungan) seluas 5 hektar terdapat banyak tanaman pohon buah-buahan dan kelapa, ada juga pohon cengkeh.
Dan di tempat paling tinggi seluas 5 hektar di bangun 40an rumah-rumah adat yang tersusun rapi dengan posisi tersusun ke atas, dan yang paling atas ada satu rumah dengan luas 30 meter persegi, di dalamnya terdiri dari ruang tamu yang sangat luas cukup untuk menampung 100 orang, dengan di pinggirnya terdapat puluhan kamar tidur.
Semua bangunan di dekorasi oleh para ahli pengamat dan pengrajin rumah Adat.
Charli menatap kagum dengan pekerjaan Emperor grup "Terimakasih Raden, pekerjaanmu sangat memuaskan" ucap Charli
"Tuan Vanhouten, anda terlalu memuji saya" jawab Raden menggaruk garuk kealanya
"Kalian mampu membangun sebuah pemukiman hanya dalam satu minggu, ini seperti sebuah sihir" ucap Charli dengan rasa bangga
"Tuan anda terlalu berlebihan" jawab raden dengan membungkuk ke arah Charli
"Sampaikan kepada Paman Bima, saya sangat berterima kasih, dari sini SMC akan mengururus nya dan satu lagi Raden, ambil kembali pengelolaan JVtv , saya kurang pandai mengurus yang demikian" ucap Charli
"Siap Tuan Vanhouten saya akan melakukan sesuai permintaan anda" Raden segera meninggalkan lokasi dan kembali ke Emperor
Charli mengajak Mila berkeliling
Mila merasa sangat nyaman dengan ke indahan dan ke sejukan pemukiman Adat ini
__ADS_1
"Kakak, apa yang ingin kakak lakukan dengan pemukiman ini?, ini mirip seperti desa yang kakak bangun di banding dengan wisata rumah adat" tanya mila
"Pengamatan mu sungguh menakjubkan Mila, aku akan membawa suku pedalaman gunung bad untuk tinggal di sini" jawab Charli
"Apakah itu suku yang sudah menyelamatkan anda dan kak Vava?" tanya mila
"Benar" jawab Charli mengajak mila duduk di sebuah kursi
"Mila, apa kau mau mendengar ceritaku?" tanya Charli dengan wajah serius membuat mila memalingkan wajah ke bawah
"Jika kakak mau menceritakan Mila akan mendengarnya" jawab mila
Charli bercerita "Setelah terkena racun waktu itu, sesungguhnya mataku rusak total dan tak bisa lagi di sembuhkan, namun berkat usaha dari suku Badiu mataku kembali pulih" Charli menghentikan ceritanya dan menunjukkan matanya kepada Mila
Mila menatap mata Charli yang berwarna coklat ke emasan dan sedikit berkilau di bagian kornea nya membuat mila heran karena belum pernah ia melihat mata se indah mata Charli
"Ini adalah mata kepala suku Badiu, setelah mata ini di wariskan ke padaku kepala suku pun mengalami ke buataan permanen, Dan masa depan suku menjadi terancam, Oleh karena itu aku di angkat menjadi kepala suku Badiu dengan syarat memper istri putri kepala suku bernama Inoa dan sekarang istriku tengah mengandung " Charli melanjutkan ceritanya
Mila terlihat menundukkan wajahnya, terlihat jelas perubahan ekspresi wajah Mila
Charli merasakan getaran dan perubahan suhu pada Mila
Brug (Suara tubuh mila terjatuh dari kursi)
"Mila" ucap Charli segera meraih tubuh mila dan membawanya masuk ke salah satu kamar
Charli pun membaca mantra tersebut dan seakan mantra yang tadi memenuhi kepala charli hilang tanpa bekas
Mila membuka matanya setelah di basuh air oleh Charli
"Kamu kenapa mila?" tanya Charli
"A...aku tidak tahu kak, setelah mendengar ucapan kakak sudah beristri seolah seluruh tubuhku lemas tanpa tenaga" ucap Mila dengan lugu
"Apa kamu mencintaiku Mila?" ucap Charli dengan yakin bahwa Mila memiliki rasa lain selain hubungan antara bos dan asisten
"Ti...tidak kak, mana mungkin" jawab Mila dengan wajah memerah dan segera memalingkan pandangannya dari Charli.
"Jika iya pun tak masalah Mila, aku bisa mencintai ibuku, istriku, dan seluruh staf SMC, hati manusia sanggup menampung lebih dari satu cinta" Charli segera berdiri dan duduk di kursi sebelah ranjang
Mila hanya terdiam tak berbicara
"Aku akan menjemput suku badiu ke puncak gunung, kamu mau si sini atau ikut bersamaku" tanya Charli
"Aku ikut kak" jawab mila bangun dari tempat tidur
__ADS_1
"Aku ingin melihat wanita yang paling beruntung bisa menjadi istrimu kak" batin Mila
Charli dan Mila menyusuri jalan setapak dan berkelok kelok menuju puncak gunung
terlihat sebuah rumah kecil (Bagi Mila) dengan dinding bambu dan atap dari daun nipah dan di kelilingi beberapa pria tak memakai baju yang bersenjatakan panah dan pedang membuat mila ketakutan dan memegang erat tangan Charli
Dua pria mendatangi mereka "Kepala suku salam hormat" ucap Bandi menundukkan punggung dan memberikan pisau kecil (pisau kecil ini merupakan benda warisan turun temurun di peruntukkan bagi Kepala Suku setiap generasi sebagai simbol pemerintahan suku)
"Kak Bandi bagaimana keadaan semuanya?" tanya Charli sambil mengambil pisau kecil dan menyangkurkan di pinggang nya
"Semua baik-baik saja Adikku" jawab Bandi
"Arung" ucap anak-anak keluar dari pintu dan menghampiri Charli
mereka berlari dan memeluk Charli bersama-sama,Charli pun membentangkan kedua tangan nya menyambut pelukan mereka sambil berlutut
Mila melepaskan tangan Charli dan memandangi anak-anak yang tak memakai baju, mata Mila terus memandangi setiap sudut tempat ini
Hingga mata Mila menatap para wanita yang keluar dari rumah kecil tersebut
"Rumah sekecil itu di tinggali banyak sekali wanita dan anak anak" Batin Mila
Mila memandangi setiap wanita yang keluar, para wanita memakai rok sutera panjang dan atasan kain sutera lengan panjang hasil rajutan sendiri
kecantikan wajah mereka tampak alami
Mata Mila berhenti di sosok terakhir yang berpakaian lain dari yang lain meski bahannya sama-sama dari sutera
"Cantik sekali wanita itu, kecantikannya bak bidadari di dalam sinetron" Batin Mila dengan mata terus memandangi wanita tersebut
"Saudaraku semua ini asisten pribadiku, emmmm (charli berfikir) ah, namanya Mila dia pendampingku kemanapun aku pergi dia selalu ada di sampingku, dan Mila kenalakan ini kakak Bandi kakak iparku, dan " charli melambai ke arah Inoa, dan Inoa pun mendekat
"Dan ini Inoa dia istriku, Inoa ini adalah Mila" Charli memperkenalkan semuanya
"Selamat datang tua Mila" ucap Inoa dengan senyuman yang menambah kesan anggun di wajahnya
Mila sedikit kurang paham maksut Inoa
"Terimakasih, salam kenal kak Inoa" jawab mila dengan senyuman
Mila merasa Cemburu dengan kecantikan Inoa, "Setelah mempunyai istri secantik Kak Inoa mana mungkin kak Charli melirikku" Batin Mila
...Jangan lupa dukung penulis...
...Dengan cara follow author...
__ADS_1
...Like,komen, dan vote...
...Selamat membaca and thank you...