
seketika pasukan james dengan seragam serta hitam, berkaca mata, dan berpostur kekar memadati kedai, sekitar 30 orang menerobos masuk.
semua mata terbelalak, tak sanggup berkata kata, seandainya dia tidak senang semua orang di sini dalam masalah.
karakter sultan di kota ini sangat arogan..
" james, bawa mila ke mobil " perintah charli.
" wanda, bawa nona mila ke mobil" perintah james kepada anggota perempuan nya.
" james, aku sudah membayar 400 porsi di kedai ini, tapi baru terjual 40 porsi, urus sisanya aku tidak mau tau, aku tidak ingin kehilangan uangku,tapi aku juga tidak mau uangku kembali tanpa keuntungan 300%" jelasku kepada james.
" baik tuan, saya jamin tuan tidak akan kecewa" tegas james.
" aku akan main ke suatu tempat, leo, wanda, bufon, tiger, ikut saya" charli bergegas meninggalkan lokasi, pemilik kedai sangat ketakutan, semua orang distrik A paham, jika orang dengan pengawal sebanyak ini bukanlah orang sembarangan.
mereka membawa 2 mobil,melaju menuju tempat tinggal keluarga mila, mila sempat berdebat kecil dengan charli, mila tak ingin melibatkan charli dalam masalahnya,tapi charli orang yang tak suka berdebat dia hanya mengatakan sesuatu hingga tak dapat mila lupakan ,dan seolah olah membuat seluruh badan mila tak mampu menolaknya.
"mila, aku pernah kehilangan orang terdekatku saat dia tak bersamaku, aku tak ingi terulang ke 2 kalinya" ucap charli seraya kedua tanganya memegang kedua bahu mila, itulah yang membuat mila tak mampu bekata kata, bahkan kata itu hampir membuat jantung mila terlepas.
rumah mila berada di pinggiran kota javania distrik D.
sekitar 3 jam melewati lembah dan sedikit perbukitan.
sepanjang perjalanan mila menceritakan, pria itu bernama santoso, dia orang paling kaya di daerah mereka, dia memiliki banyak tempat klub klub malam, awal mula ayah mila yang hobi judi meminjam 100jt uang kepada santoso, dengan bunga yang tak wajar, baru dua tahun utang keluarga mereka menjadi 1 miliyar, ayah mila tak berani menentang karna santoso kerap melakukan kekerasan demi melancarkan usahanya.
dan sekarang santoso meminta mila untuk menikah denganya sebagai imbalan menutup hutang ayahnya, santoso kerap sekali memaksa menikahi gadis gadis desa, dan setelah di nikahi dia mempekerjakan mereka di klub malam milik santoso.
ibu mila memaksa mila mencari pasangan supaya santoso tidak mengejar mila lagi.
tapi mila belum kefikiran sampai di situ.
mila menangis sambil terus bercerita hingga mobil memasuki sebuah desa dengan pemandangan persawahan yang sangat asri.
"tenanglah mila, aku berjanji melakukan apapun, dan kau tak akan menikah denganya" ucap charli seraya menyeka air mata mila.
"apakah kakak bisa berjanji akan melakukan apapun? " tanya mila mengangkat jari kelingkingnya.
" janji " jawab charli mengaitkan kelingking nya ke kelingking mila.
#mengaitkan kelingking kerap di anggap menjadi isarat sambil mengikrarkan janji bagi 2 sejoli.#
wajah bahagia tampak di wajah mila, dia sedikit tenang sekarang.
sesampainya di rumah keluarga mila.
ibu mila berlari menghampiri mila, charli menyopir sendiri mobilnya saat hendak kesini, dia memerintahkan leo, tiger, bufon, dan wanda mencari iformasi tentang santoso.
tangis memecah di dalam keluarga, terlihat ayah mila terbaring di kursi sofa dengan lengan di perban.adik mila 2 orang pun ikut menangis akan kehadiran mila.
"mila kenapa kau kembali," tanya sulastri ibu mila.
" ibu perkenalkan, ini kak charli, kak charli kenalkan ini ibu mila," mila memperkenalkan.
" salam kenal tante," kata charli.
"mila apakah dia.." ucap sulastri.
__ADS_1
"iya ma, ini adalah pacar mila, dia akan menolong keluarga kita dari masalah ini" jelas mila.
"apa" teriak ayah mila.
" bagaimana bisa dia membantu, dia hanya aksn menambah masalah dalam keluarga ini" imbuh ayah mila.
" tenang saja ayah, ayah diam saja biar masalah ini mila yang urus" jawab mila meyakinkan.
" mila kau tidak boleh egois, pikirkan nasip adik adikmu" jawab ayah mila
"iya ayah, mila tau, jika kak charli tidak bisa menyelesaikan masalah di sini, mila bersiap menikahi bandot santoso itu" jawab mila.
"pahhhh... serahkan kepada mila, mila udah dewasa, jika kita akan kehilangan rumah tak masalah, daripada mama melihat mila menderita harus menikahi bandot tua itu" ibu mila meyakinkan.
" terserah kalian saja" jawab ayah mila memalingkan wajah.
charli hanya terdiam seribu bahasa. #melakukan apapun bukan berarti menjadi pacarnya bukan?##batin charli
mila pergi kedapur untuk memasak makanan,dan mengajak charli,dan keluarga untuk makan..
"wah ini daging sapi ya kak, sudah lama dina tak makan daging sapi" ucap adik mila yang besar bernama dina.
"iya kak mila tiap hari di kota pasti bisa makan daging sapi setiap hari, nanti dini juga akan pergi ke kota" ucap adik mila yang bungsu bernama dini.
mereka makan dengan lahap, charli hanya tertegun, mengingat masa lalu saat masih di panti, membuat batinya seakan teriris iris.
" nanti saat kakak akan ke kota, dina dan dini boleh ikut, kita akan jalan2," ucap charli menghibur.
"benarkah kak?, janji ya..?" sahut mereka
charli selalu terbiasa dengan anak kecil, karna selama di panti dia sering membantu pengasuh merawat anak anak.
mila dan ibunya saling memandang dan terenyuh dengan suasana sekarang, tapi tidak dengan ayah mila, ayah mila segera berdiri dan kembali ke kamar.
" nak charli, maafkan sikap ayah mila, ayah mila memang orangnya sangat egois" ucap ibu mila tak enak kepada charli.
" tidak maslah tante, charli paham akan situasinya, mila sudah menceritakan semuanya" jawab charli sambil tersenyum.
mila yang duduk di sebelah charli meraih tangan charli, sambil berbisik, "terimakasih", charli hanya membalas dengan senyuman yang manis.
"ayo anak2 cepat habiskan makannya dan tidur." ibu mila menggiring dina dan dini ke kamar.
" ibu berkata, 2 hari nanti santoso akan kesini, maafkan mila sudah membawa kakak ke dalam masalah, dan maaf mila sudah berbuat terlalu jauh tanpa bertanya dulu kepada kakak" ucap mila.
" oh,, tak masalah mila, aku yakin yang kamu lakukan adalah pilihan yang terbaik," jawab charli santai.
mila pergi membersihkan meja makan dan mencuci nya di dapur, charli sibuk menelepon beberapa orang.
"nak kata mila kamu ngopi, ini tante buatkan kopi, bisakah kita bicara." ibu mila membawa secangkir kopi, berjalan ke teras runah.
"terimakasi tante, kopi nya nikmat sekali, apakah buatan sendiri? " tanya charli yang duduk sambil menyruput kopi.
" ya, desa ini 60 % penduduknya hanya berladang kopi, jadi kopi adalah hasil paling besar dari daerah sini" jawab ibu mila.
"nak charli, tolong besok pagi bawa mila pergi dan jangan kembali ke sini, ini semua demi kebaikan mila dan nak charli, ibu mohon dengan sangat" imbuh ibu mila.
" tante tenanglah, saya sudah berjanji kepada mila, saya akan menyelesaikan masalah ini" jawab charli
__ADS_1
" nak kamu tak tau santoso dan orang orangnya sangat kejam, mereka tak segan segan main fisik tidak kepada laki2 dan perempuan" jelas ibu mila.
" tante.... yakinlah kepada mila tante, saya janji akan menyelesaikan masalah ini dan melindungi tante, mila dina dan dini." jawab charli meyakinkan lastri.
"ibu, apa yang ibu lakukan di luar sini" suara mila mengagetkan charli dan lastri.
" ibu membuatkan kopi untuk nak charli, mila berhubung kamar di rumah cuman satu, kalian bisa tidur di satu kamar" ucap lastri
" saya bisa tidur di sofa tante," jawab charli memandang mila tertunduk.
" tidak nak, kaluan harus tidur sekamar tiik." jelas lastri.
" ya ma, tenang saja, charli akan tidur sekamar dengan mila," jawab mila menghentikan pembicaraan.
ibu mila bergegas pergi meninggalkan mereka.
" maafkan mila kakak, agar ibu tenang, maukah kakak tidur sekamar dengan mila, nanti mila bisa tidur du bawah" ointa mila tak enak hati.
"baiklah, aku juga yang untung" canda charli.
"tidak, tidak boleh mengambil keuntungan sebelah pihak, harus mendapat persetujuan mila dulu" jawab mila ketus dengan wajah memerah.
" jangan terlalu serius, jika kakak mau apa gak dari dulu kakak lakukan, toh banyak kesempatan" canda charli sambil tertawa.
mila tertunduk malu, lalu mengajak charli beristirahat.
" maaf jika rumah mila tak nyaman kak, beginilah rumah di desa," jelas mila.
" mila, ini sudah nyaman" ucap charli.
" terimakasih kak, apa kakak selalu serius dengan yang kakak ucapkan? " tanya mila.
" kadang ya kadang tidak" jawab charli.
"apa nanti kakak akan mengajak dina dan dini jalan2 ke kota? " tanya mila.
" ya tentu saja, tapi mungkin hanya di distrik D saja" jawab charli.
mila bergegas, membentangkan tikar di lantai, tapi charli memegang tangan mila.
" tidur di atas, aku yang akan tidur di bawah" ucap charli
" tidak kak, biar mila di bawah" jawab mila
charli melangkah akan keluar.
"ba..baik kak, mila akan tidur di atas, tapi kakak juga harus tidur di atas" jawab mila karna takut charli meninggalkan kamar, dan tak mau charli tidur di bawah.
charli langsung tidur tanpa berkata apa apa.
mila tak bisa tidur karna membayangkan tentang apa yang akan di perbuat charli..
sampai kantuk tak tertahankan, mila pun ketiduran charli bangun mengarahkan tangan ke pinggang mila.
pinggang yang sangat bagus bak gitar spanyol#batin charli.
tangan charli menyenttuh......
__ADS_1