
jantungku berdetak kencang,, seakan akan aku sedang berpacu adrenalin,
aku memegang rambut vava dan ku belai lembut, tangan satunya memeluk vava dengan erat, meski seluruh tubuhku bergejolak, aku merasa sangat nyaman.
°tanganku terus membelai rambutnya dengan lembut,seakan tak mau berhenti,,
°tangan yang satunya memeluk,dan mendorong badan vava sedikit lebih tinggi hingga bibirku bisa merasakan keningnya, tidak ada kata yang keluar dari vava, hanya tangisnya agak mereda.
seluruh tubuhku seolah bergerak sendiri, mendorong vava makin tinggi lagi, hingga aku bisa merasakan nafasnya yang hangat tepat di wajahku.
tanganku mulai meraba raba punggung vava, dan kurasakan nafasnya yang semakin menggebu.
pipi lembutnya menempel di pipiku, nafasnya menyiur nyiur di arah telingaku, membuat berdiri bulu romaku.
bibir kami saling berpautan, sesaat terasa hening, tapi semakin nikmat ku rasakan.
,..keringat semakin deras, baju semakin melonggar, seprai semakin berantakan, dan dipan pun semakin bergelombang.
sejam lebih kami berkelut dengan nafsu.
hanya ******* dan geraman, yang mampu ku dengarkan,
membuat kami terkulai kelelahan.
#########################
" tuan, waktunya makan malam" suara mila membangunkan ku.
"mila, benarkah itu kamu?" tanyaku
sambil meraba bagian tubuhku,
"iya saya tuan" melihatku kebingungan.
"tuan ada apa?, apakah anda bermimpi buruk" tanya mila seraya memegang tanganku yang sedang mencengkram kaos yang ku pakai.
"dimana vava mila?" tanyaku
"saya tidak melihat nona vava," jawabnya heran
"apa kau memakaikan baju kepadaku?" tanyaku lagi kebingungan.
"tidak tuan, saya pulang tadi sore, dan melihat tuan sedang tertidur seperti sekarang,apa terjadi sesuatu tuan?" tanya mila penasaran.
__ADS_1
"tidak, tidak, aku sedang bermimpi buruk, baiklah letakkan makananku di meja, nanti aku akan memakannya.
"baik tuan,saya permisi" pamit mila menutup pintu.
"apakah aku tadi bermimpi???"
°aku meraba jari jari tanganku, kuku ku sudah terpotong rapi.. aku bingung dengan apa yang sudah terjadi
#sudahlah besok aku hubungi paman bima.
"tuan.... saatnya minum kopi" ucap mila membuyarkan lamunanku.
"baik" ucapku seraya menyodorkan tangan
saat sedang duduk sambil minum kopi, mila sedang asik menonton televisi.
breaking news..
"seorang petinggi dari emperor group mengalami gagal jantung di rs. dr.sutopo distrik A,, dengan inisial Hinata Valencia seorang wanita muda dengan penuh talenta ... tuuuuaaarrrr....
°seketika gelas yang ku pegang terjatuh,,
"tuan muda...." mila segera berlari ke arahku.
"ya " jawabku.
apa yang terjadi saat anda dan nona vava tidak pulang 2 hari itu tuan, tanya mila sambil terisak isak..
aku menekan tombol di jam tangan,menekan lagi, dan ku tekan lagi. segera james masuk tergesa gesa, melihat tumpahan kopi dan , dan mila yang terisak isak di bawah kaki ku.
james meraih tanganku dan menarikku menjauh dari mila.
"apa yang terjadi mila, kau sadar apa yang kau lakukan!!!!" bentak james.
"James, jangan ganggu dia, antar aku ke kamar" perintahku.
"tunggu sampai tuan bima tau apa yang kau lakukan!! " ancam james.
"JAMES!!!!!!! " BENTAKKU
"ba..baik tuan" james lekas membawaku ke kamar.
"kunci pintunya jams, kau di sini saja temani aku" pintaku.
__ADS_1
"baik tuan"jawabnya.
james khawatir dengan sikapku, ingin bertanya tapi tak berani, hanya mampu berdiri melihatku terduduk.
"james lihat mila, apakah dia masih menangis" james keluar melihat mila.
"lapor tuan, dia di dalam kamar masih menangis," jawab james
"james, dia menangis untuk vava yang terakhir kalinya." kataku
"aaa.....apa..yyy...yang tuan bicarakan? " tanya jams terbata bata.
" jika kau punya hp, periksalah berita terbaru distrik A." ucapku.
°aku tidak melihat apa yang jams lakukan, tapi aku mendengar tubuhnya di sandarkan di pintu dan diam tak berkata lagi.. hanya suara bima yang keluar dari ponselnya " saya bima sanjaya ceo emperor group. mengkonfirmasi tentang kebenaran berita tersebut, emperor grup sangat berduka, adinda kita vava adalah pejuang yang gigih, dan bekerja dengan sepenuh hati, dia salah satu dari staf elit emperor sejak usia 18 tahun. sudah pasti emperor sangat terpukul, sekian terimakasih."..
suasana hening.. didalam hati aku bersumpah akan menumpas gerombolan bromo sampai ke akar akarnya..
berita kematian vava menjadi trending topik beberapa hari di javania..
sudah hari ketujuh, setelah aku pulang dari gunung bad.
aku mulai merasa baikan, mila juga sudah beraktifitas seperti biasa, setelah kepergian vava.
" tuan waktunya membuka penutup maata anda.."mila mengingatkan.
"terimakasih mila, " aku duduk di kursi dan mila membuka penutup mataku..
"bagaimana tuan muda" tiba tiba wajah mila sudah di depanku,
"kau semakin manis saja mila" candaku mencubit pipinya,
ssssrrrrrrttttt...... desiran darah ku terasa membanjiri setiap otot ku.. ada yang aneh fikirku.
aku berlari ke arah cermin, memandang mataku, sangat jelas, dulu mataku berwarna hitam pekat tapi sekarang agak ke emasan..
aku merasakan desiran darah yang mulai kembali normal,,
***********
aku bersumpah akan membangun kekuatanku sendiri untuk menghancurkan pasukan bromo..
***********
__ADS_1