Jerat Asmara Bos Muda

Jerat Asmara Bos Muda
BAB 15 •PERNIKAHAN CHARLI


__ADS_3

di sisi lain, di pemukiman suku badiu gunung bad.


charli sedang di rias dengan pakaian adat suku badiu.


bandi sedang menyiapkan segala perlengkapan yang di butuhkan untuk ritual.


kakek tua simbad sedang berjalan menuju altar ritual di tuntun oleh beberapa pendampingnya.


suara seruling,kecapi dan gamelan, adalah alat musik tradisiomal yang digunakan suku badiu untuk melakukan ritual.


alunan musik terus bergema.


kepulan asap dari batu batu khusus yang di bakar membuat seisi hutan menjadi harum.


berbagai hasil ladang dan hasil alam terserak di tempat ritual.


charli memasuki altar ritual, duduk dan menunggu perwujudan calon istri nya.


musik berhenti saat inoa memasuki altar, beberapa mantra di rapalkan olehbpara sesepuh yang di pimpin simbad.


sebenarnya charli tidak memikirkan bentuk fisik dari inoa, semata mata charli hanya ingin membalas budi kepada suku badiu.


akan tetapi saat melihat sosok inoa dari dekat, charli terperangah tak menyangka.


sosok inoa, berbadan ramping, dengan rambut sebatas pinggang datang melenggok lenggok ke hadapan charli.


parasnya yang natural tanpa make up, dan pakaian adat yang menambah kesan natural semakin kental, bisa di gambarkan wujud seorang bidadari.


darah charli berdesir memandang kecantikan inoa.


para tetua merapalkan mantra mantra, charli dan inoa di ikat dengan selembar kain, di tarik oleh seorang tetua dan di bawa berputar, mengitari bakaran batu batu khusus di tengah altar.


setelahnya mereka di mandikan dengan air yang di campur bunga.


charli dan inoa meminum air yang sudah di beri mantra, secawan berdua.


" dengan ini, charli resmi menjadi suami bagi inoa, seorang istri harus memuliakan suami, keputusan suami adalah hal yang harus di patuhi istri, selanjutnya atas pilihan hutan ini saya mengangkat charli sebagai kepala suku baru suku badiu, perintahnya adalah mutlak, seisi hutan seisi suku, adalah milik charli," kata kata simbad menggelegar seantero hutan.


selanjutnya charli menaiki kursi di puncak altar di ikuti inoa di sampingnya.


"mulialah kepala suku charli dan ibu suku inoa" sorak sorai seluruh warga suku menyanjung charli dan inoa.


" selanjutnya kepala suku charli akan menyampaikan pesannya" teriak salah satu tetua.


" terimakasih saudaraku semua, saya berjanji dengan tumpah darah dan seluruh jiwa saya, saya akan menganggap suku ini adalah darah daging saya, akan tetapi beberapa alasan membuat saya menyerahkan keputusan di desa ini kepada kakak saya anak pertama ayahanda simbad, kakak bandi, keputusan kakak bandi adalah keputusanku, saya berharap saudara semua memperlakukan kakak bandi sesuai dengan hak perlakuan terhadap saya, terimakasih" ucap charli penuh berwibawa.

__ADS_1


tiba di acara penutup, charli di haruskan meminum sedikit darah inoa, dan tiba tiba, charli pingsan.


dan para tetua membawanya ke kamar.


acara di lanjutkan dengan meminum hasil nira dan makan makan hasil buruan.


pesta di lanjutkan dengan sangat meriah.


#########


beberapa jam kemudian, charli membuka mata, melihat inoa berada di sisinya, sedang mengompres kepala charli dengan sebuah handuk kecil.


" inoa, " charli masih lemas untuk berkata kata.


" badanmu sangat panas, aku mendinginkanya suamiku, jangan khawatir, sesaat lagi juga pulih" jawab inoa meyakinkan.


charli merasa tubuhnya seperti habis di daur ulang, ada yang aneh dengan seluruh tubuhnya.


"apa kau tak menyesal menikahiku inoa? " tanya charli.


" aku menyukaimu saat pertama kali bertemu, aku terus berdoa semoga kaulah suamiku, aku berdoa tanpa henti, tidak mungkin aku menyesalinya suamiku." jawab inoa menggambarkan kejujuran.


charli merasa perkataan inoa sangat jujur tanpa kebohongan.


" aku lah yang memohon ayah turun gunung menolongmu saat itu" imbuh inoa.


" terimakasih inoa" jawab charli.


" aku adalah istrimu, kamu seharusnya tak memanggil namaku" jelas inoa


" baik istriku," ucap charli meremas tangan inoa.


inoa tersenyum lembut dan memegang tangan charli.


entah kenapa, charli merasa ikatan batin dengan inoa sangat erat, seolah olah seperti pernah berpacaran berpuluh tahun.


" suamiku, saat nanti kamu memiliki istri lain, bisakah kamu tak melupakan aku? " tanya inoa


" aku akan membagi rata hatiku untukmu" ucap charli tanpa sadar dia mengingat vava.


" aku merelakan kamu memiliki banyak istri suamiku, karna di suku kami sangat di anjurkan memperbanyak istri demi kelangsungan dan mempertahankan jumlah anggota suku, inilah pertama kali orang luar bisa menikahi orang suku kami," jelas inoa


"tolong bimbing aku membawa suku ini lebih besar dan lebih baik istriku." pinta charli


" anda hanya perlu menunjuk gadis yang ingin anda nikahi, maka gadis itu akan senang menikahi anda, tidak boleh seorangpun menentang keputusan kepala suku jika itu di lakukan demi kebaikan suku" jelas inoa lagi.

__ADS_1


" aku belum memikirkan itu istriku" jawab charli.


charli merasa tubuhnya sudah pulih, dan inoa membereskan semua alat kompresnya.


inoa berbaring di samping charli, saling memandang seolah mengisyaratkan sesuatu..


charli adalah pria normal, saat di dekati seorang wanita secantik inoa dan lagi mereka sudah sah sebagai suami istri tentu membuat darah charli seperti mendidih.


charli membelai lembut wajah inoa, inoa pun membelai lembut wajah charli,


kurang lebih satu jam mereka berpaju dengan peluh, hingga keduanya terkulai lemas, merasakan kepuasan tersendiri.


beristirahat beberapa saat, inoa membuatkan minuman untuk suaminya, beberapa saat kemudian mereka memulai lagi ronde berikutnya dan saling memuaskan satu sama lain. hingga mendekati pagi charli dan inoa berhenti dan tertidur.


di sisi lain, mila tak bisa tidur memikirkan charli, berkali kali menelpon tapi tidak tersambung,melihat ke jendela ke arah gerbang tetap tak ada tanda tanda kedatangan charli, mila menghampiri james di bawah menanyakan tentang charli.


James tetap tak mengatakan apa apa,


mila sangat gelisah.


######


saat charli bangun ponselnya menunjukkan pukul 9.pagi.


sudah tersedia makanan di samping tempat tidur.


charli teringat akan masalah kantor yang kemarin.


setelah sarapan charli berpamitan untuk pergi keluar, sangat berat bagi charli meninggalkan istrinya.


apa lagi setelah semalam, tak terasa charli mulai merasa seolah inoalah pengisi hatinya setelah vava.


kak bandi mengantarkan charli hingga kebawah kaki gunung.


charli menghampiri james dan leo yang sudah menunggu dari subuh.


mereka lekas bergegas menuju rumah.


di tengah perjalanan james bercerita tentang perilaku mila semalam, yang terus menunggu kepulangan charli.


charli hanya diam dan tersenyum kepada paman james.


leo ikut menceritakan masalah kantor yang mampu di atasi oleh mila.


leo terkagum kagum dengan keseriusan mila.

__ADS_1


jangam lupa tinggalkan komen membuat author semakin semangat update..


__ADS_2