
Mila mengobrol dengan Inoa selama menuruni bukit sedangkan Charli menggendong seorang anak yang kakinya terluka di barisan paling depan
Charli yang super kaya sebenarnya jika dia mau tentu bisa menyuruh anak buahnya untuk mengurus masalah ini, tapi kenapa ia malah melakukan nya seorang diri, ini membuat Mila semakin mengagumi charli
Inoa bercerita tentang musibah yang menimpa mereka membuat Mila tersentuh
"Ternyata satu minggu ini, inilah alasan kak Charli menghentikan gerakan SMC dan mengaku kalah oleh emperor di dalam berita media, kak Charli ingin fokus menolong semua orang di suku ini" Batin Mila semakin mengagumi sosok Charli
Setelah berjalan hampir 2 jam tanpa istirahat semua mata terbelalak dengan ke indahan yang ada di depan mereka
"Apa ini adikku?" tanya Bandi heran karena sebelumnya di tempat ini adalah sebuah pinggiran hutan di kaki gunung bad
"Simpan pertanyaan mu untuk nanti kakakku" Jawab Charli mengajak mereka semua masuk ke bangunan utama
semua mata semakin terbelalak melihat kayu-kayu yang tersusun rapi di dinding dan plafon ruangan, juga dengan lampu yang terang benderang di tambah lagi beberapa peralatan elektronik yang belum pernah mereka lihat sebelumnya menambah kekaguman mereka
"Arung apa ini buatan mu?" tanya ines memberanikan diri
"ya... boleh di katakan begitu saudari ku" jawab Charli
semua orang memegang dinding dan perabotan yang sangat indah dan saling ber bicara satu sama lain.
"Dengarkan aku" semua terdiam dengan mata menatap ke arah Charli "untuk para wanita silahkan ke dapur, di sana sudah di sediakan keperluan memasak, masaklah untuk makan malam kita" perintah Charli
"Dan selama para wanita memasak, tolong untuk saudara pejuang mandikan anak-anak, saya akan keluar membeli keperluan bersama Mila" imbuh Charli tanpa penolakan dan semua mengambil peran sesuai perintah Charli
Charli mengajak Mila ke sebuah supermarket menggunakan mobil Mila
"kakak ingin membeli baju untuk mereka kan?" ucap mila sambil menyetir mobil
"Ya , darimana kau tahu Mila?" tanya Charli
"Jika kakak tak membelikannya saya akan berangkat sendiri dan membelikan semua nya pakaian" jawab Mila membuat Charli terdiam
Sampailah di sebuah toko pakaian, Mila memilih pakaian untuk anak-anak dan wanita, sedangkan Charli memilih pakaian untuk para pria.
__ADS_1
Begitu banyak belanjaan mereka hingga harus menelpon Wanda untuk menyusul membawa beberapa mobil.
Enam buah mobil Rolls-Royce phantom bermuatan pakaian masuk ke pemukiman adat.
Setelah Charli memimpin makan malam dan memerintahkan wanda dan para penjaga pulang charli mengajari aturan-aturan dunia luar kepada mereka semua
"Tidak ada yang boleh pergi ke arah kota tanpa ijin ku, tidak boleh menyerang orang yang tidak di kenal, tidak boleh telanjang sembarangan, harus memakai pakaian lengkap kemanapun pergi kecuali berburu di hutan, bagi para pejuang dan anak istrinya boleh menempati rumah di bawah, satu keluarga satu rumah, rumah ini khusus diriku, inoa, anak yatim, dan para sodari wanita yang di tinggalkan suaminya, Inoa sebagai kepala rumah, dan yang lain membantu keperluan Inoa mengurus rumah dan yang lainnya, silahkan pilih kamar masing-masing" jelas Charli kepada semuanya
"setiap siang hari, para pria berladang di tempat yang sudah saya sediakan,berburu hanya boleh di hari selasa dan sabtu dan mengambil hasil hutan untuk membuat kerajinan lokal, kak bandi akan membimbing kalian" imbuh Charli.
"Adikku bagaimana cara kami membuat kerajinan?" tanya Bandi
"besok saya akan mengundang seorang pembimbing ahli tolong ikuti aturannya, besok juga saya datangkan pembimbing peladangan untuk membimbing kalian semua bercocok tanam" jawab Charli
"terimakasih adikku" sahut Bandi
"sama-sama kak Bandi" jawab charli "jika tak ada yang di tanyakan kalian boleh memilih rumah untuk tinggal, para janda boleh memilih kamar di sini untuk istirahat, sekalian bimbing para anak yatim" imbuh Charli
semua warga tampak bahagia, Charli duduk di samping Mila dengan wajah kelelahan
Inoa datang membawa sebaskom air hangat, dan duduk di bawah kaki charli, membersihkan kaki Charli dengan seksama.
Mila yang memandangi Inoa tampak bahagia merasakan kebahagiaan pasangn ini.
"Suamiku, kau kelihatan kelelahan" ucap suara lembut Inoa.
"Kakak istirahatlah bersama kak Inoa, Mila akan tidur di kamar yang lain" ucap Mila merasa tak enak mengganggu kebahagian mereka
"Mila, kau bisa memilih kamar mana yang kau sukai" jawab Charli sambil memegang kepala Inoa "Istriku, sudahlah kamu masih mengandung, jangan sampai kamu juga kelelahan, istirahatlah" imbuh Charli menyuruh inoa berhenti
Inoa berdiri dan duduk tepat di samping Mila "Tua Mila bisa tidur bersama kami" ucap lembut Inoa membuat Charli dan Mila saling memandang
"Ti...tidak kak Inoa, saya tidak bisa" jawab Mila terbata-bata
Charli tertawa melihat ekspresi Mila yang gugup, Mila merasa semakin malu
__ADS_1
"Kalau bagitu ceritakan padaku bagaimana hidup di dunia luar?" Inoa memegang tangan Mila tanda memohon
Mila pun menceritakan semua kehidupan orang-orang di sekitarnya kepada Inoa
Inoa mendengarkan dengan seksama
Charli pergi dan datang membawa dua cangkir teh hangat "tidak asik jika mengobrol tanpa minum teh" Charli menyodorkan teh mereka dan membiarkan mereka mengobrol
Mila dan Inoa masih asik mengobrol sedangkan Charli meredupkan lampu kamar dan berbaring di ranjang menunggu Inoa
Kamar Charli berada di ruang tengah bagian kanan, ruang depan terdapat satu ruangan berukuran sangat luas dan di kanan kirinya ada beberapa pintu kamar, di ruang tengah ada ruang makan dan dapur di sebelah kirinya dan kamar Charli di sebelah kanannya, ruang belakang tempat sembako dan beberapa kulkas terdapat kamar mandi dengan logo pria dan wanita di sisi kiri dan kanan ruangan, rumah ini merupakan permintaan khusus Charli kepada para tukang
Charli merasa kelelahan, dengan mata yang sayup-sayup Charli merasakan sentuhan lembut di dadanya, Seorang wanita duduk di ranjang tepat di samping Charli "Inoa kamu lama sekali" ucap Charli lirih dengan mata terpejam
Charli menarik tubuh wanita tersebut dan mencium lehernya, wanita tersebut sedikit menolak ciuman mesra Charli, dengan mata terpejam Charli terus melakukannya
Charli makin bersemangat dan menjelajahi bagian bagian sang wanita dengan tangannya,mereka bersua saling berciuman , desiran darah dan hembusan nafas yang semakin memburu membuat Charli semakin bersemangat
Sesaat sebelum masuk ke bagian inti sebuah hubungan intim
dengan mata terbelalak sang wanita langsung mendorong dada Charli
"Arung tolong hentikan" suara yang lirih tapi membuat Charli menghentikan aksinya dan meraih saklar lampu di meja samping ranjang
Bagai di sambar petir di siang bolong adalah judul bab selanjutnya.
...JANGAN LUPA DUKUNG PENULIS...
...DENGAN CARA FOLLOW AUTHOR...
...LIKE,KOMEN,AND VOTE...
...SELAMAT MEMBACA DAN TERIMAKASIH...
...EVERYBADEHHHH...
__ADS_1