
Paman hans dan bibi fitri merasa terharu mendengar ucapan jonatan, mereka merasa senang mendengar ucapan jonatan
" terimakasih tuan jo, saya harap anda tidak akan menyakiti lilly" ucap paman hans pada jonatan
" ya , saya juga berharap tuan bisa memberikan kebahagiaan untuk lily , dan tolong jangan tinggalkan lilly " pinta bibi fitri
" ya paman , bibi , aku akan berusaha membahagiakan lilly dengan cara ku, dan aku tidak akan meninggalkan lilly , selain takdir yang memisahkan kami" ucap jonatan dengn tegas
lilly tersenyum tipis ,dalam hati nya seperti tumbuh bunga bunga yang bermekaran saat mendengar ucapan jonatan , entah mengapa semenjak kenal dengan jonatan lilly merasa kan hal yang berbeda, kesedihan yang ia rasakan seakan hilang saat bersama jonatan
" jo , ayo kita memberi selamat pada pengantin nya" ajak lilly
" baik lah, paman , bibi kami ke sana dulu ya" pamit jonatan
mereka hanya tersenyum dan mengangguk kan kepalanya
Jonatan dan lilly berjalan ke arah tama dan nisa yang saat ini telah resmi menjadi suami istri
" selamat ya , semoga keluarga kalian menjadi keluarga bahagia selalu" lilly memberikan selamat untuk tama dan nisa, entah mengapa saat ini ia tidak merasakan sakit hati lagi saat melihat tama dan nisa, apa mungkin karena ia sudah menerima degan ikhlas atau karena akhir akhir ini selalu bersama jonatan pikir lilly
" terimakasih lilly , maaf untuk semuanya" ucap nisa sambil menundukkan kepalanya , jujur nisa masih merasa bersalah karena telah merebut tama dari lilly
" sudah jangan mengingat masa lalu, yang lalu biarlah berlalu , menjadi kenangan " ucap lilly tersenyum ke arah nisa
Tama sedari tadi hanya diam dan memperhatikan lilly, dalam hati nya sangat menyesal telah menghiyanati lilly , jika semua itu tidak terjadi , pasti dia saat ini ia menikah dengan lilly bukan nisa
" jangan memandang terlalu lama yang bukan milik mu" ucap jonatan yang merasa risih saat tama terus memperhatikan lilly
" bukan urusan mu," jawab tama
" aku peringatkan , sekali lagi pada mu, jika kau mau hidup tenang dan aman , jangan pernah mengganggu lilly atau mencoba untuk mendekati lily lagi " ancam jonatan
"Jo ayo kita ke sana" ajak lilly
" ok sayang" jawab jonatan yang langsung meraih pinggang lilly , ia sengaja melakukan itu, agar tama dan para pria yang ada di acara itu tau kalai lilly milik nya
' sialan kau jo, aku tidak akan membiarkan lilly hidup bersama mu atau pun bersama pria lain ' batin tama dengan menahan amarah nya
" jo, jangan cari kesempatan dalam kesempitan" bisik lilly yang tidak nyaman dengan jonatan yang merangkul pinggang nya
" aku tidak mencari kesempatan dalam kesempitan sayang, aku hanya ingin semua orag tau kalau kau itu milik ku" bisik jonatan sambil tersenyum
" gandeng saja tangan ku, jangan pinggang ku, aku tidak nyaman" ucap lilly
__ADS_1
" baik lah" ujar jonatan yang langsung melepaskan tangan nya dari pinggang lilly dan beralih memegang tangan lilly
Saat mereka berjalan menuju ke maja yang menghidangkan makanan , tiba tiba lilly di tabrak oleh seseoang
buk..
minuman yang di bawa orang itu tumpah mengenai baju lilly
" maaf, aku tak sengaja " ucap perempuan itu yang menunduk,
" ah , tidak apa apa" ucap lilly yang membersihkan gaun itu dengan tisu
" kalau jalan pakai mata, lihat baju calon istri ku jadi basah" ucap jonatan yang sangat marah , namun ia tahan , mengingat diri nya ada di tempat keramaian
Perempuan itu melihat ke arah jonatan , dan jonatan melihat ke arah nya, jonatan terkejut saat melihat siapa yang menabrak lilly
" jonatan" ucap perempuan
jonatan hanya diam saja tak menanggapi perempuan itu, ia melepaskan jas nya lalu mengenakan nya ke lilly
" kita pulang aja sayang, baju kamu sudah basah seperti ini" ucap jonatan yang merangkul bahu lilly
" jo, jonatan , apa kamu tidak mengingat ku?" tanya perempuan itu
" aku tidak mengenal nya, ayo kita pergi dari sini " ajak jonatan yang membawa lilly pergi dari acara itu
Perempuan itu mengejar jonatan yang membawa lilly pergi
" jo, jonatan , tunggu" panggil perempuan itu sambil berlari ke anah jonatan , namun tidak di hiraukan oleh jonatan , ia masih terus berjalan membawa lilly
jonatan langsung menyuruh lilly masuk ke dalam mobil nya, setelah lilly masuk , ia juga ikut masuk ke dalam mobil nya, setelah itu mobil langsung melaju meninggalkan gedung tempat acara pernikahan
"ah sial, aku akan mencari tempat tinggal kamu jo, aku akan berjuang untuk mendapatkan mu kembali " ucap perempuan itu yang melihat mobil jonatan mulai menjauh
di dalam mobil jonatan , mereka sama sama diam dan sibuk dengan pemikiran masing masing
' siapa perempuan itu, apa dia kekasih jo, kalau dia sudah memiliki ke kasih, kenapa dia mendekati aku 'batin lilly dengan kesal
' kenapa dia ada di sini' batin jonatan yang fokus mengemudi
" jo" panggil lilly untuk memecah keheningan
" apa sayang" jawab jonatan sambil melihat ke arah lilly sekilas
__ADS_1
" siapa perempuan tadi?" tanya lilly dengan penuh penasaran , entah kenapa lilly merasa jonatan ada hubungan dengan perempuan tadi
" kenapa , cemburu ya?" goda jonatan sambil tersenyum
" dih PD sekali kamu , siapa juga yang cemburu" ucap lilly dengan kesal, karena jonatan tidak menjawab pertanyaan nya dengan benar
" bilang aja kalau cemburu, gak usah ngeles segala" ujar jonatan yang senang senyum melihat lilly cemberut
" aku gak cemburu ya, emang nya aku siapa berani cemburu " ucap lilly semakin kesal
"kamu kan calon istri aku, jadi wajar lah kalau kamu cemburu"
" calon istri terpaksa tepat nya" jawab lilly ketus
jonatan langsung menepikan mobil nya saat mendengar ucapan lilly , ia langsung melepas sabuk pengaman dan melihat ke arah lilly.
" loh, kok berhenti di sini?"tanya lilly yang bingung
" kamu tadi bilang apa , calon istri terpaksa?" tanya jonatan dengan tatapan tajam nya, ia tak menghiraukan pertanyaan lilly barusan
" iiiiya emang gitu kan" jawab lilly yang sedikit takut dengan tatapan jonatan
jonatan langsung maju ke arah lilly dengan cepat ia mencium bibir lilly dam ******* nye dengan lembut
lilly langsung melotot saat mendapat ciuman dadakan dari jonatan , tak lama jonatan pun melepaskan ciuman nya dan mengelap ujung bibir lilly
" jangan pernah bicara kalau kamu calon istri terpaksa, kalau kamu berani bicara seperti itu lagi , maka jangan salahkan aku jika aku melakukan hal lebih dari yang tadi" ancam jonatan sambil tersenyum melihat ekspresi wajah lilly yang menurut nya sangat lucu
cup
jonatan mencium bibir lilly sekilas, ia merasa gemas dengan lilly
" mengerti sayang?"tanya jonatan sambil mengelus pipi lilly
buk
lilly memukul lengan jonatan, ia kesal karena jonatan selalu saja mencium nya tanpa aba aba
.
.
Jangan lupa like, komen dan vote nya ya, Terimakasih🙏🥰
__ADS_1